Tags

, , , ,


Casts:  You as Lee Yoon Min
 Ryeo Wook as Kim Ryeo Wook
Sungmin as Lee Sungmin (Yoon Min’s brother)
Yesung as Kim Jong Won
Other Casts: Taemin as Lee Taemin (Yoon Min’s Cousin)
Heechul as Kim Heechul
D.O as Do Kyung Soo
Leeteuk as Dokter Park
Kyu Hyun as Evil King
Author: Choi Ye Joon/ Yunn Wahyunee/ @yunsurya_elf

Genre: Horor, comedy, sad
Length: One Shoot
Oh My Ghost
~ Lee Yoon Min POV~
Malam yang indah di Busan. Aku dan keluarga sedang dalam perjalanan  menuju restaurant favorite kami untuk makan malam. Ini semua ide oppaku, Lee Sungmin, untuk makan malam diluar dalam rangka merayakan ulang tahunku yang ke 19. Appa mengemudikan mobil kesayangannya dengan perlahan. Oemma  terlihat sangat cantik malam ini dengan gaun kremnya yang simple. Aku dan oppa duduk di kursi belakang.
“oppa…hadiah aku mana?” pintaku dengan manja
“nanti… kalau kamu  sudah resmi di terima di universitas di Seoul”
“itu beda lagi oppa! Kado ulang tahun beda dengan kado selamat masuk universitas” aku cemberut.
“sudahlah Yoon Min-a! oppamu sudah rela pulang untuk merayakan ulang tahunmu.  Seharusnya kamu berterima  kasih” ibu menasehati
“betul kata oemmamu… oppamu baru saja mulai bekerja. Uangnya belum banyak” appa ikut-ikutan
“ara!” aku tetap cemberut
“sudah jangan cemberut gitu… nanti jelek loh” Sungmin oppa menggeletikiku
Aku paling tidak tahan di gelitiki. “oppa…geli”
Appa dan oemma tertawa melihat tingkah kami berdua. Keluarga kami memang sangat harmonis. Aku  sangat beruntung mempunyai oppa yang sangat perhatian dan menyayangiku. Walaupun kami berbeda umur cukup jauh, yaitu sampai 7 tahun, ia tidak pernah malu untuk bermain denganku sampai sekarang. Oemma dan apa juga sangat bangga punya anak seperti oppa yang sangat bertanggung jawab.
#dugggg# kepalaku terbentur jendela pintu mobil ketika sedang diglelitiki oppa. “aduhhh…” aku memegang kepalaku.
“oh….mianhae!” Sungmin  oppa khawatir
“kwaenchana?” oemma menoleh ke belakang. “tidak berdarah kan?”
Appa ikut khawatir ketika mendengarku hampir menangis menahan sakit. “kwaenchana” ia menengok ke belakang.
“anak ini… cengeng sekali  sih? Baru begini saja” Sungmin oppa jadi enggan membantu.
Tiba-tiba  dari arah depan mobil kami ada cahaya yang menyilaukan. Suara klakson mobil juga terdengar keras.
“appa… awas!” teriakku pada appa yang masih melihat ke arahku  sambil tertawa.
Dalam hitungan detik semuanya berubah gelap. Aku  hanya berdengar suara yang sangat berisik. Suara sesuatu yang bertabrakan. Sayup-sayup terdengar suara oemma dan appa yang menyebut namaku dan nama Sungmin oppa. Aku merasakan Sungmin oppa memelukku erat, melindungiku.
~ Lee Yoon Min POV END~
$$$
~Author POV~
Yoon Min tertawa terbahak melihat tingkah sungmin yang sangat konyol. Ia tidak tahu mengapa oppanya bertingkah konyol hari ini. Kekonyolan sungmin berakhir ketika appa mereka keluar dari rumah dengan sebuah koper besar. Yoon min mengenal koper itu, itu milik sungmin.
“oppa pamit dulu!” katanya
“oppa mau kemana?” Yoon min mulai meneteskan air mata
Appa mengelus kepala Yoon min lembut. “sungmin oppa mau melanjutkan SMAnya di Seoul. Yoon min jangan khawatir, ia akan tinggal dengan ajushi dan ajumma disana. Yoon min jangan menangis”
“oppa… oppa jangan pergi” Yoon min menangis menjadi-jadi
“dongsaengku tersayang!” sungmin memeluk yoon min “oppa akan pulang kalau liburan. Tenang saja” sungmin pun pergi dengan appanya.
Oemma memeluk yoon min erat, agar ia tidak berlari mengejar sungmin. “oppa…oppa” teriaknya
“oppa….oppa!” Yoon min terbangun. Ia baru saja bermimpi. “hahhhh….ada  apa denganku?” yoon min mengucek-ucek matanya.
Setelah sekian lama merenung, ia memutuskan untuk membersihkan dirinya. ia memiliki banyak rencana yang belum terlaksana dan semuanya harus ia tuntaskan hari ini. Ia tidak mau lama-lama menundanya.
~ Author POV END~
$$$
~ Kim Ryeo Wook POV~
Aku turun dari bis dengan susah payah. Barang bawaanku membuat aku kerepotan. Beberapa orang dibelakangku juga ikut kesal karena aku menghalangi jalannya. Aku seorang asisten dosen disebuah universitas swasta di Seoul. Selain menjadi asisten dosen, aku juga seorang  asisten koki di sebuah  bakery. Semuanya aku lakukan bukan karena uang, tetapi mencari pengalaman.
Impianku adalah menjadi seorang baker handal. Oleh sebab itu aku harus bekerja keras agar bisa mendapat beasiswa S2 ke Paris. Sudah beberapa kali aku mencoba untuk mendapatkannya, tetapi gagal dan aku tidak akan pernah menyerah. Orang tuaku bukannya tidak mampu untuk menyekolahkanku sampai ke Paris, hanya saja mereka tidak menyetujui keinginanku ini.
“ Hyung….” Panggil seseorang
“oh… Kyung Soo-ya” aku segera meletakkan barang bawaanku dan memeluk kyung soo. “kamu ternyata bersungguh-sungguh ingin mengikutiku?”
“ania… aku kuliah disini!”
“oh… itu maksduku. Kamu kuliah disini karena ada aku kan?”
“ania… aku tidak tahu kalau hyung ada disini!” kyung soo nyengir. “hyung… aku bantu ya?”
“oh…gomawo!”
Aku merasa bersyukur kyung soo mau membantuku. Aku hampir menyerah membawa semuanya, tubuhku tidaklah kekar sehingga mampu membawa benda-benda berat ini. Sepanjang perjalanan menuju ruanganku, aku menanyai kyung soo berbagai macam hal. Tetapi aku terdiam ketika melihat sesosok yoeja sedang menangis di anak tangga pertama menuju lantai dimana ruanganku berada. Gedung tempat ruanganku berada memang sangat jarang di masuki mahasiswa di universitas ini.
“Hyung… ada apa?” Kyung soo kaget melihat aku yang tertegun. “hyung!” panggilnya lagi
“ah… nde?” aku  melirik ke sosok itu lagi. “ kaja!” aku mendorong kyung soo untuk ke arah berlawanan
“mau kemana hyung? Bukannya kata hyung lewat sini?” kyung soo berjalan begitu saja ke arah tangga itu.
“Kyung soo-ya!” aku mencoba menghalangi tetapi gagal
Kyung soo berjalan tepat mengarah pada yoeja yang sedang menangis itu. Dan kyung soo melewatinya begitu saja, lebih tepatnya menembusnya. Aku memincingkan mata, berharap apa yang aku lihat salah. Ternyata makhluk itu lagi, aku menghela napas.
“Hyung…kenapa bengong?”
“nde? Tunggu!”
 Aku memberanikan diri untuk melakukan hal yang sama dengan kyung soo, tetapi berusaha untuk tidak menembus yoeja itu. Mataku tidak lepas dari yoeja itu. Ia juga terus mengawasi kemanapun aku pergi. Ketika aku berada di atasnya aku berusaha untuk tidak menoleh.
“Hyung… aneh sekali sih?” Kyung soo terlihat tidak sabar menungguku.
“mianhae…” aku berlari kecil. Didalam benakku aku penasaran, masihkan yoeja itu disana?
Aku dan  kyung soo memasuki ruanganku. Ruangan itu cukup rapi, aku bangga akan hal itu. Setelah menaruh barang-barangku kyung soo berpamitan hendak masuk kelas. Beberapa menit kemudian aku sendirian lagi. Aku menghempaskan diri  di kursiku dan melihat ke arah jandela.
#tok—tok—tok# terdengar ada yang mengetok pintu. Mungkinkah kyung soo? Aku melangkah dengan mantap untuk membukakan pintu. Aku terkejut  luar biasa ketika mendapati bukan kyung soo yang mengetuk pintu, tetapi yoeja itu. Aku menarik napas panjang.
“ada apa?” kataku terbata.
Yoeja itu hanya menangis. Aku melihat darah menetes dari arah pipinya. Apa ia nangis darah? Aku tidak terlalu  yakin, karena hampir sebagian mukanya ditutupi oleh rambutnya yang sebahu dan ia selalu menunduk.
“ada apa?” aku mencoba terdengar yakin
Dengan  kecepatan kilat, yoeja  itu mendekatkan mukanya padaku. aku kaget setengah mati. Muka yoeja itu sangat mengenaskan, bola matanya tidak ada sama sekali. Terdapat beberapa belatung disana. Bagian pipinya juga tidak lebih baik. Ada bekas sayatan benda tajam yang masih menganga disana, lengkap dengan belatungnya juga. Begitu kejam orang yang melakukan itu padanya. Aku mencoba tenang, jangan sampai aku berteriak.
“oh… ternyata aku tidak bisa membantu. Pergilah!” kataku dengan tenang
Yoeja itu kembali terisak. Ia pun meninggalkan aku sendiri lagi. Aku segera menutup pintu rapat dan mengambil tissue. Keringatku sudah membasahi badanku.
~ Ryeo Wook POV END~
$$$
~ Lee Yoon Min POV~
aku terdiam di depan pintu ruangan itu. Aku menarik napas dalam dan kemudian menghembuskannya perlahan. Setangkai bunga matahari lengkap dengan vasnya aku genggam erat. Aku berusaha untuk tenang, aku harus tenang. Akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan itu. Ruangan itu didominasi warna putih dan biru. Terlihat begitu tenang. Aku meletakkan bunga  yang aku bawa di sebuah meja kecil dekat jendela.
“oppa!” kataku dengan penuh senyum. “aku datang lagi! Maaf telat… tadi aku kesiangan” aku tertawa sendiri. “ besok aku sudah mulai kuliah! Aku menunggu janji oppa. Aku akan terus menunggu!” dadaku terasa sesak. “ oppa tidak akan melanggarnya kan? Tidak masalah kapan oppa akan menepatinya. Aku akan menunggu” setetes air mata mengalir dipipiku. Aku segera mengusapnya. “oppa… aku kesal harus bertemu dengan Dokter park lagi. Ia terlalu cerewet. Ia selalu menasehatiku ini itu. Hari ini aku akan ke kampus untuk pertama kalinya. Tidak jauh dari sini kok! Aku juga akan pindah tidak jauh dari sini. Oppa tenang saja, aku akan rajin kesini sekarang” aku tersenyum.
#srekkkk# seseorang membuka pintu.
“ah… nona yoon min” katanya
“oh… perawat? Ada apa?” kataku dengan wajah sedikit kesal karena terintrupsi
“aku hanya mau mengontrol pasien sungmin.” Katanya sambil memeriksa berbagai alat terpasang di tubuh sungmin oppa.
“perawat” kataku dengan nada sedih. “sudah satu bulan oppa disini. Apakah ia tidak bisa bangun sekarang? Harus sampai kapan ia begini?” aku meneteskan air mata.
“sabar nona yoon min. suatu keajaiban pasien sungmin bisa hidup dalam kecelakaan itu” kata perawat itu mencoba menghiburku.
“tetapi kenapa oppa harus koma?” aku mengusap air mataku lagi.
Perawat itu bingung mendengar pertanyaanku. “permisi… saya harus mengontrol pasien yang lain” ia pergi meninggalku dan sungmin oppa.
Sudah sebulan lebih sejak aku dan sungmin oppa pindah ke seoul. Awalnya sungmin oppa dirawat di rumah sakit di busan. Tetapi ia harus dipindahkan ke seoul karena rumah sakit seoul mempunyai peralatan yang lengkap untuk membantu sungmin oppa tetap hidup. Sungmin oppa mengalami koma, sedangkan appa dan oemma meninggalkan dunia akibat kecelakaan di hari ulang tahunku itu. Ajaibnya atau mungkin sialnya, aku selamat. Aku hanya di rawat dirumah sakit selama 2 minggu karena kakiku mengalami patah ringan dan terluka akibat terkena pecahan kaca. Selebihnya, aku mengalami shock dan harus selalu menemui psikiater.
~Lee Yoon Min POV END~
$$$
~Author POV~
Ryeo wook sedang sibuk mengurus administrasinya. Ia adalah langganan psikiater di rumah sakit seoul. Ia telah berlangganan sejak umur 8 tahun. Sejak saat itu ia merasa dirinya gila, walapun orangtuanya  hanya menganggap ia istimewa.
Yoon min keluar dengan lesu dari ruangan dokter park, psikiaternya. Dokter park memang baik, tetapi sering membuat yoon min kesal dengan leluconnya yang basi.
“yoon min-a… kamu jangan lemas begitu. Semangat! Oke?” dokter park mengantar yoon min sampai pintu keluar ruangan.
“ne… gomawo dokter!” yoon min memberi salam dengan enggan dan pergi.
“ dokter…” ryeo wook berlari ke arah dokter park setelah yoon min pergi. “dokter park”
“wah… Ryeo wook-ah! pasien kesayangan abushi” katanya sambil menjabat tangan ryeo wook
“eyyy… hyung. Hari ini aku tidak konsultasi ya?”
“weo?”
“ada keperluan mendadak. Besok saja!”
“yaaaa… aku akan bilang ke abushi kalau begitu. Pasien kesayangannya tidak mau konsultasi denganku”
“ania hyung… aku janji besok. Sekarang aku sibuk! Aku janji” ryeo wook memasang muka memelas.
“ara!oh ya… tuan kim memintamu pulang!”
“ne hyung… gomawo” ryeo wook berlari meninggalkan dokter park.
Ryewook sudah lama tidak pulang ke rumah, sekitar 1 tahun. Ia kesal pada kedua orangtuanya yang selalu menyindir dirinya. mereka tidak bisa terima dengan keputusanya untuk menjadi  baker professional. Orangtuanya menginginkan dia untuk menjadi dokter atau semacamnya. Ryeowook membenci itu, karena ia akan selalu melihat mahluk-mahluk menyebalkan itu.
$$$
Yoon min  berjalan dengan gontai. Pikirannya entah melayang kemana. Menemui psikiater tidak memberikannya solusi. Psikiater itu tidak bisa menghidupkan appa dan oemmanya serta menyadarkan sungmin yang sedang koma. Yoon min pasrah dan ingin menyerah. Ia tidak sanggup harus hidup seperti ini.
Traffic light untuk pejalan kaki berwarna hijau. Para pejalan kaki segera berlari menyebrangi jalan. Yoon min masih berdiri, terpaku. Ia belum sadar sama sekali dari lamunannya. Seorang pemuda menabraknya dan kemudian berlari menyebrang tanpa mempedulikannya. Yoon min buyar dari lamunannya. Tanpa melihat tragic light ia menyembrang begitu saja. Terdengar suara klakson mobil, ia tidak peduli dan terus menyebrang.
“yaaa… awas!” ia ditarik menepi. “kwaenchana?”
“ah ne…” kata yoon min datar. “gomawo!”
“kamu chingu-nya dokter park kan?”
“ania… aku pasiennya” yoon min akhirnya menegakkan kepalanya dan sedari tadi terus menunduk.
“oh… sama aku juga! Kim Ryeo Wook imnida” ryeo wook mengulurkan tangannya dan tersenyum.
“ lee yoon min imnida!” yoon min membalas uluran tangan ryeo wook.
“kamu mau ke mana? Hati-hati kalau menyebrang!” ryeo wook melihat ke arah traffic light untuk pejalan kaki.
“aku akan ke universitas A” katanya
“kaja… aku juga akan ke sana!” ryeo wook menggandeng tangan yoon min dan menyebrang jalan bersama.
Yoon min hanya diam. Ia tidak peduli sekelilingnya. Pikirannya sedang kacau balau sekarang.
~Author POV END~
$$$
~Lee Yoon Min POV~
“ Yoon min-a!” kata sepupuku
“mwo taemin-ah?” aku sibuk membereskan barang-barangku.
“kamu yakin mau tinggal disini? Bukannya lebih enak kalau tinggal dengan kami?”
“aku tidak mau merepotkanmu, ajushi dan ajumma. Lagian dari sini lebih dekat ke kampus” aku tetap saja tidak melihat ke arah lawan bicara.
“yoon min-ah… kamu masih memikirkan sungmin hyung kan? Kamu pindah ke sini biar lebih dekat ke rumah sakit juga kan? Aku tahu keadaan hyung, kamu harusnya tegar dong. Jangan terpuruk terus. Mana lee yoon min yang ceria dulu? Setahuku kamu sangat manja, mana bisa kamu tinggal sendirian di sini?”
Aku mulai kesal mendengar ocehannya. “ taemin-ah… kalau kamu keberatan membantu aku ya sudah! Aku akan mengerjakannya sendiri. Asal kamu tahu, aku bukan yoon min yang manja seperti dulu.” Aku kembali sibuk bekerja.
“mianhae… hanya saja… kenapa?”
“apa?” aku berkacak pinggang. “ sudahlah… kamu pulang saja. Aku akan mengurus sisanya. Nanti malam aku akan pulang setelah semua ini beres agar aku bisa menempatinya besok”
“ara” taemin pergi meninggalkanku.
Butuh waktu seharian untuk membereskan barang-barangku di rumah atap kecil yang akan menjadi tempat tinggalku selama aku di seoul. Badanku pegal-pegal, sangat melelahkan. Akhirnya aku mengurungkan niat untuk pulang ke rumah taemin malam ini untuk mengambil beberapa baju dan barang-barangku yang tersisa.
Setelah mandi dan makan malam aku memutuskan untuk segera tidur. Besok pagi aku harus mulai kuliah dan aku tidak mau terlambat. Selelah apapun aku, memejamkan mata dan tertidur pulas tidaklah gampang. Aku mencoba bersenandung kecil, berharap bisa mengantuk.
Sontak aku membuka mata, aku hampir mulai tertidur. Tetapi sesuatu mengusikku. Aku mencoba mencari sesuatu yang menggangguku itu. Aku melihat sekeliling, tidak ada sama sekali. Apakah ada maling? Aku memberanikan diri untuk mengecek diluar.
#kleek# pintu rumahku terbuka. Aku mencoba mengeluarkan kepalaku dan mencari sekeliling. Tidak ada apapun atau siapapun. Semuanya sepi sunyi dan remang-remang. #kresek# terdengar suara dari dalam rumah. Aku segera menutup pintu. Suara itu berasal dari kamar tidurku tadi. Apakah itu kucing? Aku sangat penasaran sekaligus takut.
“siapa?” kataku. Tidak ada yang menjawab. “ siapa? Ini tidak lucu!” kataku lagi.
Akhirnya aku memutuskan menyalakan lampu. Nihil, tidak ada apa-apa. Itu mungkin hanya perasaanku. Aku hanya ketakutan. Aku memang tidak pernah tinggal sendiri. Seperti kata taemin, aku memang anak manja. Aku tidak bisa lepas dari appa, oemma dan sungmin oppa.
$$$
Aku duduk sendiri di halte bis. Sepagi ini belum ada seorang pun yang terlihat. Digenggamanku terdapat sebotol air mineral. Setelah 15 menit menunggu, sebuah bis pun datang. Beruntung sekali bis itu memiliki rute ke arah rumah sakit. Tidak lupa aku menyapa supir bisnya. Ia tersenyum hangat padaku. bis itu masih kosong. Aku memilih duduk di kursi belakang. Aku hanya ingin sendiri.
Lalu lintas di jalan-jalan raya seoul masih sepi berbeda dengan taman-taman kecil yang dipenuhi orang yang berolah raga. Tatapanku selalu mengarah ke luar jendela sejak aku menaiki bis. #kret# terdengar suara orang yang menggesekkan jarinya di kaca. Aku menoleh ke arah orang itu. Penampilannya sangat kacau, jelas terlihat walaupun aku hanya melihat punggungnya. Rambutnya seperti tidak pernah disisir. Kemeja putihnya juga terlihat kucel dan ada noda disana sini.
Kenapa orang seperti itu di izinkan naik ke bis? Bisa-bisa tidak ada penumpang yang mau masuk. Di halte bis berikutnya adalah tujuanku, aku harus turun. Aku berniat menegur supir bis karena mengizinkan orang seperti itu naik bis.
“ajushi….” Panggilku.
“ah… keluarnya lewat pintu  belakang nona!” katanya sopan
“arayoe… aku hanya mau bilang, kenapa ajushi mengizinkan seseorang yang kotor dan dekil sepeti itu masuk bis. Kelihatannya ia orang gila.”
“orang gila? Nona… hanya nona yang naik ke bis ini dari tadi”
Aku tertawa kecil. “ajushi lucu sekali… terus itu siapa?” aku menunjuk ke tempat duduk orang itu tadi. “lah… tadi ada orang! Apa ia sudah turun?”
“nona masih ngantuk ya? Tidak ada yang naik dari tadi… cuma nona” supir bis itu terlihat kesal.
Aku turun dari bis dengan perasaan tidak tenang. Apakah ada masalah dengan mataku? Jelas-jelas aku melihat seseorang selain aku di dalam bis tadi. Aku masih penasaran. Bis itu melaju meninggalkan aku. Aku melihat ke arah bis.
“omo!!!” aku kaget setengah mati
Orang yang tadi aku lihat ada di dalam bis itu. Ia melihatku dari jendela. Orang itu namja dengan rambut panjang ikal dan tidak pernah di sisir. Yang membuat aku lebih kaget adalah mukanya yang menyeramkan. Mukanya hampir tidak berbentuk. Aku segera meminum air yang aku bawa.
“aku pasti salah lihat! Itu hanya imajinasiku” aku mencoba menenangkan diriku.
~Lee Yoon Min POV END~
$$$
~Kim Ryeo Wook POV~
“mau apa sih?” aku mengomel
“aku boleh ikut ya?” rengeknya
“ikut? Bukannya hyung memang selalu mengikuti aku? Terus mengganggu aku”
“ aku janji kali ini aku tidak akan mengganggu”
“ne…” aku terpaksa mengiyakan
Hari ini aku harus menggantikan dosen untuk mengajar dikelas. Ini kali pertama aku di beri kesempatan untuk melakukannya. Sejak pagi aku mempersiapkan diri. Jangan sampai aku membuat kesalahan dan mendapatkan malu. Sepanjang perjalanan menuju ruang kelas mulutku komat kamit. Berusaha menghapalkan kalimat demi kalimat yang harus aku ucapkan.
“kamu kenapa?” tanyanya lagi.
“jangan ganggu hyung… aku sedang konsentrasi” aku memejamkan mata.
“Hyung….” Panggil seseorang dan itu membuat aku lupa semuanya. “Hyung…!!!”
“Kyung soo-ya!” aku geregetan
“mau kemana? Mau aku temani? Atau ada yang bisa aku bantu?”
“mwo? eyyyy… aku mau ke kelas. Kamu tidak ada kelas?” jawabku
“yaaaa… dia bersama aku!!!!”
“Kim Jong Won…diam!!!” aku berteriak kesal
“mwo? Hyung berbicara dengan aku?” kyung soo bingung
“ania… aku tidak bilang apa-apa! Hari ini aku akan mengajar. Aku sangat nervous” curhatku
“wahhh…daebak! Hyung ada kemajuan. Aku ada kelas sih, tapi kayaknya yang mengajar hyung deh”
“chinca? Kaja!!!” aku merangkul kyung soo
Jong Won terlihat cemberut. Aku berusaha untuk tidak mempedulikannya. Tidak ada yang mengenal Jong Won di dunia ini selain aku. Lebih tepatnya hanya aku yang bisa melihatnya. Kim Jong Won adalah seorang hantu. Ia yang dulu menyelamatkankku ketika kemampuanku yang unik ini menggangguku. Ia selalu mengusir hantu-hantu buruk rupa yang selalu berada di sekitarku. Wujudnya tidaklah mengerikan, ia seperti manusia pada umumnya dan ia sangat baik padaku.
$$$
Semuanya beres, mengajar  tidaklah sulit. Beruntung juga karena ada kyung soo yang membuat aku lebih rileks. Selain itu jong woo hyung  beberapa kali membisikkan aku kata-kata yang harus aku ucapkan. Sekarang aku sedang duduk di halte bis. Aku harus kerumah sakit seperti janjiku pada dokter park.
“Ryeo Wook-ah!” Jong Won merangkulku.
“ne hyung… ada apa?”
“kamu sangat pendiam akhir-akhir ini! Kamu tidak pernah cerita apa-apa lagi pada hyungmu ini”
“mianhae hyung…. Aku sedang sibuk!” mataku terpaku pada layar laptop.
“Ryeo Wook-ah…lihat-lihat ada yoeja yeppo! Lihat cepat” jong won hyung terdengar antusias
Aku mencoba untuk tidak terusik. “hyung…jangan ganggu”
“wahhh…dia mendekat. Aku harus ambil posisi!” jong won hyung melepas rangkulannya
~Kim Ryeo Wook POV END~
$$$
~Author POV~
Jong won sudah mengambil posisi. Ia berniat duduk sedikit lebih jauh dari ryeo wook, berharap yoeja itu akan duduk di pangkuannya. Sebenarnya lebih tepat menembusnya. Ryeo wook sudah mencium niat jong won, tetapi ia mencoba tidak peduli.
Yoeja yang dimaksud jong won adalah yoon min. ia berjalan dengan gontai. Terlihat kalau ia sedang banyak pikiran. Sebuah ponsel ia genggam erat. Jelas terlihat juga kalau yoon min tidak terlalu perduli dengan penampilannya. Ia hanya menggunakan kaos putih dengan sweater berwarna biru dan celana jins hitam.
“permisi dompet anda jatuh!” yoon min memungut sebuah dompet di dekat tempat duduk jong won.
“dompet? Itu bukan…” ryeo wook berpaling dari laptopnya
Yoon min menyerahkan dompet yang ia temukan kepada jong won. Ryeo wook dan jong won kaget. Yoon min bisa melihat jong won. Ryeo wook tersenyum, tiba-tiba ia merasa senang.
“ne…gomawo!” jawab jong won terbata.
“sama-sama…” yoon min tersenyum
“yoon min-ssi?” panggil ryeo wook
“nde?” yoon min mencoba mengingat. “ah… namja yang waktu itu. Annyeong”
“namja yang waktu itu?hahaha” jong won tertawa terbahak. “namja yang waktu itu? Ia tidak ingat namamu. Hahahahaha”
“hyung….diam!” ryeo wook merasa malu.
“ryeo wook-ssi kenal orang ini?” yoon min bingung. Ia pikir mereka berdua tidak saling kenal.
“ah… ne! dia hyungku” #merong# ditujukan pada jong won, ternyata yoon min ingat namanya.
“oh…ne!” yoon min kembali termenung
Jong won mencoba mencerna kata-kata yoon min tadi. “orang?orang? yaaaa…aku bukan or…” #bekk#
Mulut jong won segera dibungkam oleh ryeo wook. Jong won meronta-ronta. Ia sama sekali tidak terima dibilang ‘orang’, karena ia bukan ‘orang’. Yoon min heran melihat tingkah kedua namja di sampingnya. Sangat aneh dan ke kanak-kanakan.
“mianhae…. Hyungku memang aneh” ryeo wook mencoba menjelaskan
“lepaskan!!!” suara jong won tertahan. “aku tidak bisa bernapas”. Ia tidak bisa bernapas???
Beberapa menit kemudian sebuah bis tiba. Beberapa penumpang turun dari bis. Yoon min permisi pada ryeo wook dan jong won untuk pergi. Ryeo wook mengiyakan dengan anggukan dan senyuman, sedangkan jong won masih dibekap mulutnya dan meronta. Yoon min pun masuk ke dalam bis.
“aaahhh” ryeo wook menjerit. Jong won mengigit tangannya. “sakit hyung!”
“hey lihat…. Kamu seperti orang gila membekap mulutku. Semua orang melihat tuh”
“mwo?” ryeo wook melihat sekeliling. Ternyata benar, penumpang bis yang tadi turun melihatnya dengan ekspresi yang mengejek. “mianhae” katanya spontan
“phabo….” Jong won menjitak kepala ryeo wook. “ yoeja tadi bisa melihatku juga. Sepertinya ia belum menyadari kemampuannya.”
“hyung….tidak mungkin! Cuma kebetulan, atau jangan-jangan hyung sengaja membuat dia melihat hyung?”
“yaaa… kamu kira segampang itu?” jong won hilang begitu saja.
“eyyyy….”
$$$
“ yoon min-ah” panggil sungmin
“oppa… oppa” yoon min tidak bisa menjangkau sungmin
“yoon min-ah” sungmin mengulurkan tangannya
“oppa! Tunggu” yoon min tetap tidak bisa menjangkau sungmin. Lama kelamaan sungmin semakin menjauh. “oppa!!!” teriak yoon min
“yoon min!” teriak sungmin untuk terakhir kalinya. Setelah itu ada sesuatu yang membekap mulutnya dan membawa ia pergi, hilang di kegelapan.
“oppa!!!”  yoon min menangis
“nona” perawat mengguncangkan badan yoon min pelan. “nona bangunlah!”
“oh…” yoon min terbangun. “sungmin oppa?”
“ania… ini saya nona. Sebaiknya anda pulang, sudah malam. Biar saya yang mengurus pasien sungmin!”
Yoon min menatap  wajah sungmin. Ia terlihat sangat tenang. Sebuah alat bantu pernapasan dan berbagai alat lainnya terpasang di tubuhnya. Yoon min sebenarnya tidak tega melihat sungmin seperti itu. Tetapi hanya ini cara satu-satunya agar sungmin tetap hidup.
“baiklah” kata yoon min pada perawat. “ oppa… aku pulang dulu. Besok aku ke sini lagi.emmmm…aku janji akan membawakan bunga matahari yang banyak. Tidur yang nyenyak oppa.”   Yoon min mencium pipi sungmin. “annyeong oppa… jaljayoe!”
~Author POV END~
$$$
~Lee Yoon Min POV~
Aku memeluk lututku dilantai dan bersandar pada tempat tidur. Jam menunjukkan pukul 1 pagi, aku belum bisa tidur. Aku masih memikirkan arti mimpiku belakangan  ini dan kejadian-kejadian aneh yang aku alami. Apakah ini suatu pertanda? Tetapi aku tidak tahu pertanda akan apa.
Aku mulai mengantuk dan memutuskan untuk tidur. Sebuah selimut aku posisikan untuk menutup seluruh badanku. Sesekali aku menguap, ini pertanda aku harus segera tidur. Kucoba memejamkan mata dan tertidur.
#klekkk,,,,serrrrrrr# terdengar suara dari arah dapur. Suara kompor gas dinyalakan dengan api yang besar. Aku mencoba untuk mengabaikannya, mungkin hanya perasaanku saja. #cekklak….cekklak# gantian suara seseorang memotong wortel atau sejenisnya, begitu pemikiranku.  Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba mendengar suara-suara itu lebih jelas. Berharap suara itu tidak berasal dari dapurku.
Beberapa menit hening kembali, hingga terdengar suara lantai yang di gosok #sreeek srekkk sreeek#. Aku semakin penasaran. Apakah yang menimbulkan suara seperti itu? Aku mengurungkan niat untuk tidur dan akan mengecek semuanya.
Aku mencoba mencari sakelar lampu, tetapi percuma lampunya tidak mau menyala. Apa listriknya padam? Pikirku. Beruntung aku punya senter di  laci meja belajarku. Dengan perlahan-lahan aku berjalan menuju dapur, mencari sumber suara yang berisik itu.
Pintu rumahku terbuka? Siapa yang melakukannya? Apa ada maling masuk? Begitu banyak pertanyaan yang melintas dipikiranku ketika menemukan pintu rumah terbuka lebar. Aku segera berlari keluar dan mencari-cari sesuatu atau mungkin seseorang. Diluar sangat gelap, lampu-lampu kota terlihat menyala dengan indahnya dilihat dari sini. Tetapi entah mengapa lingkungan sekitar rumahku sangat sepi.
#krekk…krekkk…krekk# suara itu terdengar lagi. Sekarang berasal  dari samping rumah. Dibimbing cahaya senter aku memberanikan diri menuju samping rumah. Aku menemukan sosok seseorang disitu. Ia seorang anak kecil. Ia sedang jongkok dan entah memainkan apa.
“saengi… saengi…. Sedang apa? Kenapa malam-malam disini? Pulang sana!!!” kataku lembut
“emmmm…” erang anak itu. Ia namja.
“kamu tersesat? Noona antar pulang ya?”
“emmmmm”
“kaja…noona antar. Jangan takut!” aku memegang pundak anak itu.
Sontak anak itu memegang tanganku yang ada dipundaknya. Kuku-kukunya sangat tajam dengan ujung kuku yang kotor sekali. Aku sempat merasa jijik. Tangan anak itu juga sangat kotor, penuh dengan tanah.
“kaja…kwaenchana!” kataku lagi
Anak kecil yang sedari tadi membelakangiku itu akhirnya menoleh. Aku menjerit mendapati muka anak itu yang tanpa mata kanan dan leher yang hampir putus. Aku mencoba berlari, tetapi ia memegang tanganku erat. Aku meronta-ronta. Menarik tanganku dengan kuat, tetapi tenaga anak itu lebih kuat. Aku menyadari ia bukan anak sembarangan. Kemudian aku putuskan untuk memukul anak itu dengan senter yang aku bawa. Ia sama sekali tidak bergeming. Sekarang ia berniat untuk mengigit tanganku.
“yaaaaaa” teriakku lagi
Gigi anak itu sangat tajam, menyerupai gigi hiu. Sekali lagi aku menarik tanganku dari genggamannya sembari terus memukulkan senterku ke kepalanya. Tanganku pun di lepaskannya, tepat setelah kepalanya menggelinding di lantai. Sesegera mungkin aku berlari ke dalam rumah. Aku mengunci pintu rapat-rapat.
“apa tadi itu?” aku tidak percaya sama sekali.
Nafasku tidak beraturan, rasanya seperti habis lari marathon. Aku berlari ke kamar dan menguncinya rapat juga. Senter yang tadi aku bawa entah ada dimana sekarang. Mungkin tertinggal di luar tadi, tetapi aku tidak peduli. Sekarang selimut itu menutupi seluruh badanku. Napasku masih belum teratur.
#hahhh….hahhh…hahhh# dibelakangku ada suara napas yang lebih tersengal-sengal dariku.  Bulu kudukku merinding. Aku berdoa semoga itu hanya perasaanku saja. Suara napas itu semakin kencang. Aku menelan  ludah. Rasa penasaran menggelayutiku. #plukkk# sebuah lengan merangkulku dari belakang. Aku belum berani membuka selimutku. Tangan itu membuka selimut yang menutupi kepalaku.
“aaaaaaaakk!!!” teriakku lagi ketika sebuah muka menyeramkan tepat di depan mukaku.
Sekali lagi muka itu tanpa mata dan dari lubang matanya mengalir darah serta bersarang belatung yang menggeliat. Mulutnya juga terbuka lebar. Sekitar semangkuk lintah keluar dari sana dengan sup darahnya yang kental dan berbau amis. Aku segera melemparkan bantal ke muka menyeramkan itu. Sialnya bantal itu tembus begitu saja. Aku segera bangun dan berlari menjauhi kasurku. Aku menutup mukaku dengan kedua tangan dan tangisku meledak.
“hey kalian….pergi sana!” terdengar suara seorang namja.
“emmmm…” beberapa suara yang lain hanya terdengar seperti itu. Dan semuanya sepi
“kwaenchana?” tanya suara namja itu
“pergi…pergi!” teriakku tanpa berani membuka mata.
“yoon min-ssi! ini aku jong won, kim jong won, yang tadi bersama ryeo wook”
“haaa?” perlahan aku membuka mata.
~ Kim Yoon Min POV END~
$$$
~Author POV~
“haaa?” perlahan yoon min membuka mata.
“ini aku, tenang saja… mereka semua sudah pergi”
Aku membuka mata. “huuuh!” yoon min menghela napas. “aku harus pindah! Rumah ini berhantu…” kata yoon min
“percuma…mereka akan mengikutimu.” Jong won melihat sekeliling. “hyung….hyung!” panggilnya
“ne…tunggu dulu!” sesuatu menembus tembok. “ada apa?”
Yoon min berteriak sekuat tenaga. “ Jong won-ssi….apa itu?” ia memejamkan mata
“hyung…kenapa tembus tembok sih? Dia jadi takutkan” jong won kesal
“mianhae…bukannya kamu juga tembus tembok tadi?”
“morago?” yoon min tidak percaya dengan apa yang ia dengar. “kalian  apa?”
“hey… yang sopan tanyanya. Seharusnya kalian siapa, bukan apa. Perkenalkan, negae Kim Heechul imnida. Mulai dari sekarang hingga seterusnya aku akan selalu ada di sampingmu kemanapun kamu pergi”
“mwo?” yoon min tidak takut lagi. “maksudnya apa?”
“yoon min-ssi! Kamu sadar kan kalau kita bukan sepertimu?” jong won mencoba menjelaskan
“mwo? Jong won-ssi, kamu juga seperti dia?” yoon min menunjuk heechul
Heechul kesal. “yaaaa jong won. Kamu meminta bantuanku untuk melindungi anak kurang sopan santun kayak begini?”
“anak? Anak kurang sopan santun?” yoon min tidak terima
“kalian berdua dengarkan aku dulu” jong won naik pitam. “ yoon min-ssi… aku dan hyung bukan manusia. Kami hantu, tetapi tidak seperti mereka yang tadi. Kami bertugas untuk mengusir hantu-hantu seperti mereka dari sekelilingmu…”
“stop!!!” yoon min membekap mulut jong won. “ aku pasti bermimpi. Tidak ada yang namanya hantu. Aku harus tidur. Aku pasti mimpi”
Tanpa ragu yoon min merebahkan dirinya dikasur dan menyelimuti dirinya. ia memejamkan matanya rapat-rapat. Berusaha untuk tertidur.
“jong won-ah… kaja!” heechul menarik  jong won dan meninggalkan yoon min.
$$$
Yoon min terbangun oleh suara jam alarmnya. Ia menggeliat, malas untuk bangun. Dengan malas juga ia berjalan ke kamar mandi. Keadaannya sangat kacau, begitu yang terlihat di cermin.
“hoaammm” ia menguap. “ aku mimpi buruk tadi malam? Kenapa rasanya nyata sekali?” ia  mengambil sikat gigi dan mulai menyikat giginya.
“kamu tidak mimpi!” jong won menyodorkan pasta gigi. “pake ini biar bersih”
“gomawo!” yoon min belum menyadari. “ apa ia aku tidak mimpi? Tidak masuk akal” ia tetap menyikat giginya
“ngeyel… semalam bukan mimpi”
“tunggu!!!” yoon min menatap jong won dengan mulut menganga. “aaaaaaaa” teriaknya. Ia melempar jong won dengan sikat gigi
“mianhae!” jong won menghilang.
“aku sudah gila! Aaaaaa” yoon min berteriak lagi.
$$$
“siang dokter park!” yoon min memasuki ruangan dengan ragu
“oh… yoon min-ssi! Aku senang kamu datang dengan sukarela ke sini. Ada yang bisa saya bantu?” dokter park tersenyum.
Yoon min segera duduk. “dokter… sepertinya aku mulai gila. Aku mulai melihat hal-hal aneh dan mengerikan. Yahhh….orang pada umumnya menyebut hal tersebut hantu. Seumur hidupku aku tidak pernah melihat hantu. Hantu tidak ada kan, dok? Apa aku mulai gila?” yoon min meledak.
“ania…. Kamu tidak gila. Mungkin ini hanya salah satu efek psikologis dari kecelekaan itu.emmmm…. aku punya pasien yang memiliki gejala yang sama denganmu. Ia mengalami halusinasi berlebihan sejak ia berumur 8 tahun. Sampai sekarang ia belum bisa mengontrol halusinasinya, tetapi ia cukup membaik.ia merasa dirinya bisa melihat hantu sepertimu.”
“ berhalusinasi?” yoon min mengerutkan keningnya. “ jadi apa yang harus aku lakukan dokter park?”
“aku akan memberikanmu obat penenang. Kamu hanya harus berusaha untuk menghilangkan trauma itu dari dalam pikiranmu. Aku rasa dengan begitu, halusinasimu yang berlebihan itu akan hilang. Kamu harus mencoba untuk menghapus halusinasi itu.mungkin tidak gampang, tetapi bisa dihentikan”
~Author POV END~
$$$
~Kim Ryeo Wook POV~
“ hyung ini gila?” aku marah besar. “ bagaimana hyung bisa muncul begitu saja di depan dia?”
“kalau aku tidak muncul, ia bisa mati ketakutan. Kamu bukannya berterima kasih!”
“ha? Maksudnya?” aku belum mengerti
Jong won hyung menarik napas dalam (?) “ bukannya kamu meminta bantuanku untuk menemukan pelindung buat dia? Kebetulan heechul hyung mau. Ia tidak ada kerjaan. Lupa?”
#plok# aku menepuk jidatku. “iya, aku lupa. Tetapi cara hyung tidak harus begitu kan?”
“sudahlah lupakan… heechul hyung sudah teranjur marah. Ia tidak mau membantu.”
“mwo!” aku pusing sendiri. “ sudahlah…. Aku mau ke rumah sakit sekarang”
~ Kim Ryeo Wook POV END~
$$$
~ Lee Yoon Min POV~
“oppa” aku memegang tangan sungmin oppa erat. “ kapan oppa akan sadar? Aku mulai gila disini. Aku rasa aku bisa melihat hantu. Wujud mereka sangat buruk. Aku sangat takut, oppa. Oppa bangunlah… jebal! Aku berjanji tidak akan menyusahkan oppa. Tapi tolong bangunlah. Apa oppa tidak merasa nyaman harus terus menggunakan alat-alat ini? Apa oppa tidak kasihan padaku?” aku menatap wajah sungmin oppa lekat-lekat.
Seseorang membuka pintu. “ yoon min-ah?”
“ taemin?” aku menoleh ke arah pintu. “ada apa ke  sini?”
“tidak boleh? Sungmin hyung kan hyung aku juga! Aku juga kesini karena kamu pasti  disini”
“ada apa?”
“oemma dan abushi ingin kamu pulang”
“ajushi dan ajumma? Ada apa?”
“tidak tahu. Pulang saja!” jawabnya jutek
“aku tidak janji. Mungkin minggu depan aku pulang!”
“ terserah kamu deh!” taemin menaruh bunga matahari yang ia bawa pada vas  buang di dekat jendela. “yoon min noona!”
“weo? Kenapa tiba-tiba kamu memanggil aku noona? Bukannya kamu tidak pernah mau.” Aku bingung
Taemin menghela napas. “tidakkah noona kasihan melihat kondisi hyung?”
“tentu saja. Oppa pasti sangat menderita sekarang!”
“tidakkah lebih baik kalau kita merelakan hyung saja. Aku rasa itu yang terbaik” taemin melihat ke luar jendela
“maksud kamu?”
“ kita lepaskan saja semua alat bantu itu. Biarkan hyung pergi dengan tenang”
Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar. “morago? Kamu mau membunuh oppa?”
“ania noona…” taemin melihat ke arahku. “ aku rasa ini cara agar hyung tidak menderita, dengan menahannya disini itu berarti kita menyiksa dia. Coba noona pikirkan”
“andwae… oppa akan meninggal dunia dengan tidak adanya alat-alat  ini. Kamu gila… lee taemin, kamu gila!” teriakku. “ aku tidak mau oppa meninggal dunia. Kamu tahu? oppa tidak boleh meninggalkan aku.”
“noona… dengarkan aku dulu. Aku rasa ini yang diinginkan hyung”
“ania…” aku menangis. “ pergi kamu dari sini.jangan pernah datang kesini”
“noona…jebal dengarkan aku”
“kamu jahat… oppa tidak akan meninggalkan aku kemanapun.”
Taemin  hanya diam. Ia tidak tahu harus berkata apa. Aku menangis tertunduk. Semua  yang dikatakan taemin tidak masuk akal.
“mianhae…” taemin memelukku.
“oppa tidak akan meninggalkanku” suaraku tertahan
“mianhae… aku tidak bermaksud menyatakan hyung harus meninggal dunia.”
$$$
Aku terus saja terdiam di kursi belakang bis. Aku tidak sendiri di dalam bis itu. Ada supir, beberapa penumpang manusia dan non manusia. Aku berusaha untuk mengabaikan mereka, para non manusia. Aku pura-pura tidak melihat mereka. sesekali mereka melirik ke arahku dan tatapan kami bertemu. Aku segera  memalingkan muka dan pura-pura tidak tahu, lagi.
“hahhhh” aku menghela napas
“emmmm” salah satu makhluk itu tiba-tiba ada di dekatku.
Aku menahan napas dan memalingkan muka. Bau dari makhluk ini menyengat dihidungku. Mual rasanya, bau yang sangat busuk. Aku melirik sejenak, ia semakin menempelkan dirinya padaku. kulitnya terlihat ungu-ungu dan berlubang. Sesuatu berwarna putih menggeliat-liat. Belatung bersarang di dagingnya. Aku rasa bau busuk itu berasal dari dagingnya yang membusuk.
Bis berhenti di tempat tujuanku. Aku segera menyingkir  dari makhluk itu. Beberapa makhluk sejenisnya melihat ke arahku.  Sekali lagi aku mencoba mengabaikan mereka. lega rasanya turun dari bis itu. Mereka tidak mengikuti aku.
“yoon min-ssi” seseorang memegang pundakku.
~Lee Yoon Min POV END~
$$$
~Author POV~
“omo!!!” yoon min terkejut.
“mianhae… ini aku” ryeo wook mencoba menenangkan
“ahhh…ryeo wook-ssi! Kamu mengagetkanku. Rumah kamu disekitar sini?”
Ryeo wook terlihat berpikir. “emmmm…. Ne” bohongnya
“ooh… oke! Aku pulang dulu”
“bareng yuuk! Rumah kita searah…”
“chinca? Oke” yoon min berjalan di depan ryeo wook
“yoon min-ssi… tidak ada yang mau kamu tanyakan?”
“ania…weo?” yoon min bingung
Ryeo wook bingung harus berkata apa. “ jong won hyung?”
“weo?” yoon min tidak mau membahas itu.
“emmm… baiklah” ryeo wook hanya mengekor dari belakang
Sepanjang perjalanan ryeo wook dan yoon min hanya terdiam. Mereka tidak tahu harus melakuakan apa atau membicarakan apa. Sebenarnya yang tidak tahu harus melakukan apa adalah ryeo wook.
“ ryeo wook-ssi… aku dengar dari dokter park, katanya….” Yoon min tidak melanjutkan.
“kenapa?” ryeo wook antusias
“animmida!” yoon min kembali berjalan dan mengurungkan niatnya ingin bertanya.
Ryeo wook terlihat waspada. Ia  melihat kesekeliling, perasaannya tidak enak. Ia sadar yoon min dalam bahaya. Sejak yoon min turun dari bis, ia sudah melihat kalau yoon min banyak diikuti hantu-hantu itu.  Buktinya didalam bis tadi ada cukup banyak hantu.
Ryeo wook melihat ada sekelebat bayangan. Ia mempercepat langkahnya  agar sejajar dengan yoon min. sebenarnya ia juga takut, tetapi setidaknya ia lebih berpengalaman. Kelebatan bayangan itu terlihat lagi.  Yoon min tidak menyadarinya. Disaat seperti ini jong won tidak ada. Sejak tadi pagi ia menghilang dan tidak muncul lagi. #klejep#
“aaaaaa” yoon min dan ryeo wook  berteriak  hampir bersamaan.
“pergi!!!” ryeo wook berniat mengusir hantu  yang baru saja muncul.
Yoon min yang ketakutan bersembunyi dibelakang punggung ryeo wook. “  ryeo wook-ssi…”
“pergi!!!” ryeo wook mencoba untuk tidak takut.
Sama seperti hantu sebelumnya. Wujudnya menyeramkan, ada darah dimana-mana. Dileher hantu itu terlihat  ada sesuatu yang menjuntai. Sesuatu itu adalah kerongkongan hantu itu yang keluar.  Ryeo wook memberanikan diri. Ia pernah melihat yang lebih mengerikan dari ini.
“aaaaa” yoon min berteriak lagi.
Hantu yang lain mulai keluar. Yoon min segera berpindah ke pelukan ryeo wook setelah salah satu hantu jahil itu menarik tasnya. Ryeo wook yang juga kaget, reflex memeluk yoon min.
“kwaenchana….” Ryeo wook mencoba menenangkan yoon min. “pergi kalian!!!”
Semakin banyak hantu yang datang. Mereka mengerubuti ryeo wook dan yoon min. persis seperti film-film zombie atau mayat hidup, tetapi ini kumpulan hantu (apa bedanya?). Beberapa diantara mereka terdengar menangis, ada juga yang meminta tolong. Sangat memilukan.
“yaaaaa…pergi!” jong won muncul di depan ryeo wook
Hantu-hantu itu mulai pergi. Jong won memukul mereka satu persatu agar mau pergi. Segampang mengedipkan mata, mereka menghilang.
“hey kalian… enak ya pelukan?” jong won sewot
Yoon min yang akalnya kembali normal segera mendorong ryeo wook. “emmmmm”
“hyung…kenapa baru datang?” ryeo wook mengalihkan pembicaraaan.
“ tadi ada meeting!”
“meeting?” nada bicara yoon min terdengar menyindir.
“tidak percaya dia?” jong won menunjuk yoon min
“wahhh… sepertinya aku mimpi lagi?   Huuuuh… aku harus tidur. Aku mulai tidur sambil berjalan!”yoon min pergi begitu saja.
Ryeo wook menahan yoon min. “ yoon min-ssi… ini bukan mimpi”
“hahahahaha… lucu!” yoon min tertawa dibuat-buat. Ia menarik tangannya  dari ryeo wook dan pergi, lagi.
“mungkin ini benar-benar mimpi.” Celetuk jong won. “tidak mungkin kamu dan yoon min-ssi berpelukan. Ini pasti mimpi”
Ryeo wook terbengong. “ hyung…. Maksdunya apa?”
“wahhhh…mustahil yoon min-ssi mau memelukmu. Hahahahaha”
“hyung… maksudnya apa?” ryeo wook mengejar jong won yang berjalan, maksudnya melayang, dengan cepat.
$$$
Ryeo wook kacau hari ini. Sejak semalam ia tidak bisa tidur. Beberapa kali dosen yang ia asisteni marah karena ia tidak mendengar permintaanya dengan baik. Tidak jarang para mahasiswa tertawa melihatnya yang di marahi. Jong won dan kyung soo hanya bisa geleng-geleng kepala.
Saat makan siang di sebuah kafe.
“ hyung kenapa?” tanya kyung soo
Jong won menjawab. “ itu  karena dia sedang GA TO THE LAU”sebenarnya percuma dia berbicara, kyung soo tidak bisa mendengarnya.
“hyung sedang jatuh cinta?”  tebak kyung soo
“betul sekali…” lagi-lagi jong won menjawab.
Kyung soo melihat ekspresi ryeo wook. “wah… sudah aku duga!”
“hahahahahaha” jong won tertawa. “ ryeo wook jatuh cinta dengan yoon min hanya karena berpelukan satu kali.”
“hyung pasti sudah memeluknya.iya kan? Dan berawal dari itu hyung jatuh cinta padanya.” omongan kyung soo dan jong won nyambung terus. Padahal kenyataannya kyung soo tidak tahu kalau jong won itu ada.
“yaaaaa” ryeo wook yang sedari tadi diam naik pitam. “ kenapa omongan kalian berdua bisa nyambung sih? Pada mau tahu saja.”
“kalian berdua? Hyung cuma sama aku kan?” kyung soo bingung. “ hyung jadi aneh cuma gara-gara jatuh cinta”
“aku tidak jatuh cinta pada siapapun” bantah ryeo wook
“alah… kamu jatuh cinta sama yoon min kan?” jong won memojokkan
“aku tidak jatuh cinta sama yoon min. titik”
“mwo?” kyung soo tertawa. “hyung jatuh cinta sama yoon min-ssi. Aku kenal dia. Kami satu  kelas di marketing. Lee yoon min kan? Aku pernah melihat hyung dengan dia”
Ryeo wook menelan ludah. Jong won berhasil mengerjainya. “bukan kyung soo-a… bukan maksudku. Tadi itu…..” ia bingung harus menjelaskan bagaimana.
“wookie jatuh cinta… jatuh cinta pada yoon min.wooooo…” jong won bernyanyi. “jatuh cinta bikin wookie gila… hahay”
“diam…” ryeo wook tidak tahan. “kim jong won…diam” bentaknya
Kyung soo hanya bengong. “siapa hyung?” ia melihat sekeliling. Jelas-jelas hanya mereka berdua. “hyung…kwaenchanayoe?” ia khawatir
“kwaenchana… aku hanya kurang tidur” ryeo wook sadar akan kelakuannya.
Jong won tertawa terpingkal-pingkal. “hahahahahaha”
~Author POV END~
$$$
~Lee Yoon Min POV~
Aku berjalan dengan langkah gembira hari ini. Aku tidak tahu apa sebabnya. Seingatku, ketika aku bangun pagi ini aku merasa sangat senang. Tujuanku sore ini adalah ke sebuah bakery. Aku berencana untuk makan roti dan kue dengan sungmin oppa malam ini. Ada banyak hal yang mau aku ceritakan padanya.
Sesampai di bakery, aku disambut aroma roti dan kue-kue yang sangat harum. Aku sangat suka itu. Sekarang tinggal aku merasa bingung harus memilih roti  dan kue yang mana. Semuanya terlihat enak dan menggugah selera. Pandangan mataku hanya tertuju pada roti dan kue-kue itu. #dug# aku menabrak seseorang.
“miannata…” kataku.
“ah… ne!”
“emmm… ada jenis kue baru tidak hari ini?” tanyaku pada orang itu. Ia sepertinya koki disini.
“oh… ada rainbow cup cake! Ini silahkan…”
Aku mengambil cup cake yang ia sodorkan. “gomapsumnida! Ini pasti enak”
“ne… ini kreasi terbaru saya. Kalau anda suka, suatu kehormatan bagi saya.”
Aku terus memperhatikan cupe cake yang cantik itu. “aku pasti suka”
Untuk pertama kalinya kami berdua saling menatap. Sedari tadi tatapan kami hanya tertuju pada kue-kue dan roti-roti itu.
“ryeo wook-ssi?” pipiku berubah merah
“oh… yoon min-ssi, ternyata kamu. Pantesan aku merasa mengenal suaramu”
“ahhh….miahae aku tidak mengenalimu. Kamu koki disini?”
“yah… baru-baru ini aku diangkat sebagai koki. Awalnya aku hanya asisten koki.” Katanya terbata.
Aku terdiam juga. Ada yang aneh dengan diriku. “emmm… aku suka semua roti dan kue yang ada disini.”
“oh…bagus sekali!” ryeo wook terlihat tidak tertarik.
“baiklah… aku harus segera pergi!”
“oh…ne!” ia juga pergi meninggalkan aku.
$$$
Apa yang terjadi padaku? kenapa aku merasa sakit hati ryeo wook mengabaikan aku? Biasanya ia tidak pernah begitu padaku, apa anggapan aku saja? Tidak ada yang bisa menjawab semua pertanyaanku.
Aku duduk diatas ranjang sungmin oppa. Tepat di bawah kakinya. Beberapa remah kue dan roti berserakan di atas tubuh sungmin oppa. Aku pasti akan kena marah kalau perawat cerewet itu masuk.
“oppa… !”panggilku, berharap ia akan terbangun dan menjawab. “hahhh… percuma sekali”
Aku berniat menginap dirumah sakit malam ini. Besok aku libur kuliah, lebih tepatnya meliburkan diri. Entah kenapa aku ingin selalu ada di dekat sungmin oppa belakangan ini. Ada perasaan bahwa aku sebaiknya selalu menghabiskan waktuku dengannya, kalau tidak aku mungkin akan menyesal. Aku takut ketika aku tidak ada disisinya ia terbangun dan kecewa karena aku tidak menemaninya.
~Lee Yoon Min POV END~
$$$
~Author POV~
Yoon min terlihat bingung. Ia berada disuatu tempat yang tidak ia kenali. Tempat itu begitu gelap, hanya ada cahaya dari luar tempat itu yang menerobos masuk melewati fentilasi udara. Yoon min berjingkrak-jingkrak, mencoba melihat keluar. Tetapi percuma, ia tidak cukup tinggi untuk mencapai fentilasi udara. Tidak terlihat ada jendela atau pintu di tempat itu.
Yoon mencoba mencari jalan keluar. Ia berpegang pada tembok dan menyusuri lorong gelap dan pengap itu. Tidak terdengar apa-apa, sangat sepi. Cahaya yang masuk ke tempat itu semakin berkurang. Yoon min tidak bisa melihat apapun. Ia merasa seperti orang buta. Setelah beberapa menit melangkah, ia menemukan sebuah pintu.
Perlahan ia membukanya, terdengar suara berdecit dari engsel pintu itu. Ia menemukan sebuah ruangan dengan cahaya yang berasal dari sebuah lilin. Jendela di ruangan itu sudah ditutup rapat dengan paku. Suasananya sangat tidak enak, pengap. Yoon min melihat ke sekeliling.
“nuguseyoe(siapa)?” yoon min melihat sosok seseorang. Tidak ada jawaban. “permisi…ini dimana ya? Pintu keluarnya dimana?”
Orang itu menunjuk ke sebuah pintu. Yoon min heran, padahal sedari tadi ia tidak melihat pintu disitu. Tanpa mempedulikan orang itu lagi, yoon min segera berlari ke arah pintu. Yoon  min terkejut menemukan sungmin terikat disebuah kursi. Ia  masih menggunakan baju pasien rumah sakit.
“oppa…? Apa  yang oppa lakukan disini?” yoon min segera mendekati.
“pergi, jangan mendekat yoon min-ah… sebaiknya kamu pergi” kata sungmin lirih
Yoon min tertawa kecil. “oppa…ini tidak lucu.”  Sedikit lagi ia akan berada didepan sungmin.
“pergi!!!!” bentak sungmin. Sebuah bayangan menghalangi yoon min untuk mendekat
“aaaaa!” teriak yoon min yang kaget melihat sosok yang menghalanginya.
“cepat lari sana!”
“oppa!!!!” yoon min didorong hingga jatuh oleh bayangan itu. “oppa….oppa!!!”
Yoon min tidak bisa mendengar lagi suara sungmin. Ia tetap bisa melihanya seperti berteriak memanggilnya, tetapi tidak ada suara yang keluar. Bayangan itu menyeret sungmin bersama kursinya ke bagian gelap ruangan itu. Dalam hitungan detik sungmin menghilang. Yoon menangis sejadi-jadinya.
$$$
“ yoon min-ah….irona!” taemin mencoba membangunkan yoon min yang tertidur. “ yoon min-ah…irona”
“oppa!!” yoon min mengigau. “oppa”
“irona!” taemin mengoyangkan badan yoon min pelan.
Yoon min terbangun. Napasnya tersengal. “ taemin? Sejak kapan kamu disini?” ia segera merapikan diri.
“kamu tidak kuliah?”
“ania…”
“kamu kenapa? Mimpi buruk? Sejak 1 jam yang lalu aku disini, kamu terus mengigau memanggil sungmin hyung”
“emmmm…soal itu. Aku hanya mimpi buruk”
“oemma dan appa juga datang” taemin memberi tahu dengan hati-hati
Yoon min mengerutkan kening. “tumben… ada apa?”
“kamu akan tahu nanti!” taemin pergi begitu saja. Sebelum sampai dipintu ia berbalik. “sebaiknya rapikan dirimu” ia tertawa kecil.
“yakkkk… apa yang lucu?” yoon min kesal.
“ini!!!”  taemin menunjuk pipinya.
“mwo?” yoon min melakukan hal yang sama dan mendapati pipinya blepotan oleh krim dari kue yang ia makan semalam.
~Author POV END~
$$$
~Lee Yoon Min POV~
Aku mimpi buruk lagi. Mimpi yang sama untuk kesekian kalinya. Mimpi buruk yang terasa sangat nyata. Mimpi dimana aku bertemu sungmin oppa, tetapi ia lenyap begitu saja. Siapakah bayangan itu? Kenapa ia selalu menjauhkan aku dari sungmin oppa?
“apa maksud mimpi itu?” kataku pada cermin di toilet wanita.
Tiba-tiba lampu diatas cermin itu mati. “yakkk… ada apa ini?” aku mengomel.
10 detik kemudian lampu itu nyala lagi. Aku menghela napas lega. Hampir aku mati ketakutan. Aku kembali sibuk merapikan diriku. Setelah selesai menyikat gigi, aku mencuci muka. Lampu itu mati lagi.
“aigooo… ngajakin berantem lampu ini” aku kesal.
Aku berniat keluar saja dari toilet. #plukkk# salah satu produk perwatan  wajahku  jatuh. Perlahan aku mencoba mencarinya di dekat kakiku dengan suasana yang gelap gulita. Cukup susah menemukannya, tetapi aku berhasil.  Tepat ketika aku menemukannya, lampu nyala kembali.
“huuuu…nyala juga” aku kembali berdiri. “omo!” aku kaget.
Tepat dibelakangku ada sebuah sosok. Aku sedikit takut, tetapi mencoba mengabaikan. Sosok itu memakai   jubah serba hitam, dari  ujung kaki hingga kepalanya. Tidak menyeramkan seperti hantu-hantu yang biasa aku lihat. Hanya saja dengan  kemisteriusannya, aku sangat penasaran.
“kamu yang selalu ada dimimpiku kan?” aku mencoba mendekatinya dan ia menghilang.
Aku keluar dari toilet itu dengan penuh rasa penasaran. Kenapa ia menampakkan dirinya? apakah  mimpi itu bukan mimpi?  Suara seorang anak kecil menangis tersedu dan membuyarkan lamunanku. Aku mancari asal suara. Tepat beberapa meter didepanku, seorang anak perempuan menangis terduduk dilantai.
Aku berniat mendekatinya. Tetapi #klejeb#   seseorang muncul begitu saja didekat anak itu. Aku mulai menyadari, ada sesuatu  yang aneh lagi. Aku urungkan niat untuk mendekat, dan tetap berdiri tanpa bergerak ditempat semula.
“hey kau!” kata orang itu padaku.
“a…ku?”
“iya… sepertinya aku mengenalmu?ahhh… kamu yeoja yang dikatakan jong won itu”
“nde?”
“kemarilah…bantu aku”
Aku menurut begitu saja. “kamu siapa?”
“ kim heechul… bantu akan membujuk anak ini untuk ikut denganku”
“kemana?”
“jangan banyak tanya! Lakukan saja…kita tidak punya waktu. Kalau kita telat, tamat riwayat anak ini”
Kata-kata heechul membuatku kaget. “baiklah” aku duduk dilantai dan menatap anak perempuan itu. “saengi… ikut ajushi itu yuk!”
“shiroe… aku tidak mau ikut ajushi itu”  rengeknya
“ajushi?”  heechul melotot
“eonni akan menemanimu.. kaja, jangan  takut.  Ajushi itu baik kok, walaupun raut mukanya seperti orang jahat”
“mwo?” heechul kesal.
“benar oenni janji akan ikut?”
“ne…kaja”
$$$
“masuk sana!” perintah heechul
“aku yang masuk?”  tanyaku
“ania… tetapi anak ini. Dengarkan oppa!”
“oppa?” anak itu bingung.
“baiklah…ajushi! Kamu masuk ke ruangan ini, kemudian ketika kamu melihat ada anak perempuan yang mirip denganmu. Kamu tidurlah diatasnya.”
“aku mau bertemu oemma”  rengek anak perempuan itu
“kalau kamu melakukan apa yang oppa…ah…. Ajushi katakan, kamu akan bertemu oemma kembali”
“benarkah?”
“ia… cepat! Waktumu tidak banyak”
“sampai jumpa…eonnie” anak itu menembus pintu
“ne…” kataku datar. Aku tidak kaget sama sekali. Aku sudah menduga. “ajushi… apa tujuan kamu menyuruh anak itu melakukan hal tadi?”
“agar dia tetap hidup. Arwah seperti anak tadi itu arwah tersesat. Anak itu sebenarnya sedang koma karena habis menjalani operasi tumor otak. Susah sekali menemukannya, ia selalu kabur. Kalau telat sedikit tadi, ia bisa mati”
“kalau telat?”
“arwah yang sudah lebih dari 123 hari meninggalkan tubuhnya tidak akan bisa kembali. Rantai kehidupanya akan hilang.”
“rantai kehidupan?”
“kamu banyak tanya! Ada sebuah rantai yang melekat didada seorang arwah, kalau rantai itu hilang, berarti mati. Seperti aku, lihat?” ia menunjukkan  bagian dadanya. “untuk kasus orang koma, ia masih bisa hidup sebelum rantai itu hilang dan sebelum jasadnya dibiarkan mati”
“begitu?” yoon min berpikir sejenak. “kalau begitu bagaimana dengan sungmin oppa?” heechul sudah hilang begitu  saja.
$$$
Taemin terlihat menunggu di depan ruangan sungmin oppa. Ia terlihat  sedih.
“kenapa kamu diluar?” kataku dan mencoba membuka pintu.
Taemin menghalangi. “andwae…yoon min-a”
“kamu kenapa? Aku mau masuk…”
“jangan dulu!” taemin menghalangi
Aku mendengar suara seseorang didalam ruangan sungmin oppa.aku tahu itu suara ajushi dan ajumma.
“ajushi dan ajumma ada didalam. Minggir aku mau masuk!”
“ne…” kata taemin tetapi tetap menghalangiku masuk.
“kamu kenapa sih?” aku  mendengar suara di dokter yang mengurus sungmin oppa. “ada pak dokter juga?”
“yoon min-ah… tunggu diluar saja”
“minggir…. Minggir!” bentakku, aku  sudah sangat kesal. Aku  tending tulang kering taemin.
“aarrrrg” teriaknya
“minggir!” aku mendorongnya hingga terjatuh. “ajushi, ajumma!” kataku.
Aku melihat dokter sedang berusaha melepaskan semua alat bantu dibadan sungmin oppa. Ajushi dan ajumma terlihat kaget melihatku.
“dokter mau melakukan apa?” aku segera berlari  ke arah sungmin oppa  dengan   berlinang air mata. “dokter sudah gila?”
Aku mendorong dokter sekuat tenaga. Suster yang membantunya juga aku singkirkan dari  dekat sungmin oppa. Semua alat yang tadi mau dilepaskan oeh dokter, aku pastikan tidak akan lepas.
“kalian semua gila? Apa yang mau kalian lakukan?”  teriakku
“chagiya… dengarkan ajumma. Sudah cukup  sungmin menderita. Biarkan ia pergi dengan tenang”
“shiroe… oppa belum mati. Kalian mau membunuhnya? Jika ini masalah biaya,  aku akan membayar semuanya. Jangan sentuh  sungmin oppa”
“yoon min-ah… sudah hampir 2 ½ bulan lebih sungmin seperti ini. Dokter sudah bilang tidak ada harapan lagi. Sungmin tidak akan pernah bangun. Kamu tahu sendiri kan?” ajumma mencoba menjelaskan
“mwo?” airmata yoon min tidak terbendung. “kalian semua keluar dari  sini. Keluar… jangan  sentuh oppa!”
Ajushi, ajumma, dokter dan perawat itu akhirnya mengalah dan memutuskan untuk keluar. Aku menangis  tersedu memeluk sungmin oppa.
#klek# taemin masuk. “ yoon min-ah”
“buat apa kamu masuk kesini? Keluar…!” aku mendorongnya keluar.
“noona… dengarkan aku.”
“andwae… oppa tidak akan mati. Tidak akan!!!”
“arayoe… tetapi oemma dan appa sudah memutuskan untuk menunggu satu minggu lagi sebelum melepaskan semua alat bantu itu. Mereka akan memaksa, apapun yang terjadi”
“kalian…. Aku benci kalian semua. Keluar….” Teriakku.
“noona!!!” taemin memohon.
“kamu keluar… oppa belum mati. Kenapa kalian mau membunuhnya?”  aku tiba-tiba lemas.
Taemin segera memelukku. “noona…mianhae! Aku juga tidak mau hyung pergi”
“aku benci kalian” aku menangis terisak didalam pelukan taemin.
~Lee Yoon Min POV END~
$$$
~Author POV~
“mau kalian apa sih?” yoon min marah besar. “sampai kapanpun aku tidak akan mengizinkan kalian menyentuh oppa!
“yoon min-ah…dengarkan dulu” kata ajushi
Yoon min tidak peduli. Ia berlari keluar dari loby rumah sakit.  Ada yang harus ia kerjakan. Ia berharap apa yang akan ia lakukan sekarang bisa membuat sungmin kembali.
Hampir 30 menit ryeowook menunggu yoon min di taman universitas.  Yoon min meneleponnya tadi dan meminta bertemu. Seperti ada masalah yang sangat penting yang ingin dibicarakan yoon min.
“ryeowook-ssi” panggi yoon min
“ne” ryeowook melambaikan tangan.
“mianhae…aku membuatmu menunggu lama”
“kwaenchana…” ryeowook memperhatikan yoon min, matanya sembab. “ ada perlu apa?” ryeowook mempersilahkan yoon min duduk.
“aku mau meminta bantuanmu. Aku tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi. Aku tidak punya siapa-siapa didunia ini.” Yoon min meneteskan airmata lagi.
“uljima…” ryeowook mengeluarkan sebuah saputangan. “apa yang bisa aku bantu?”
“bantu aku menemukan arwah sungmin oppa!”
“mwo?” ryeowook kaget.
“sungmin oppa sedang koma. Aku tidak mau dia meninggal. Jebal bantu aku…. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau. Asalkan bantu aku. Hanya ryeowook-ssi yang bisa membantuku. Jebal….” Yoon min memohon.
“tetapi bagaimana caranya?”
“jebal…bantu aku!”
“emmmmm… aku tidak tahu bagaimana aku bisa membantumu. Tetapi baiklah, aku akan mencoba”
“gomawo…gomawo” yoon min reflex memeluk ryeowoook. “gomawo….oppa!”
“ah ne…” ryeowook kaget.  Yoon min masih memeluknya.
~Author  POV END~
$$$
~Kim Ryeowook POV~
Ada apa denganku? Jantungku sepertinya mau melompat keluar. Bayangan wajah yoon min terus saja melintas dibenakku. Setiap kata-kata yang pernah aku dengar dari yoon min terngiang  ditelinga. Apa ini  yang disebut jatuh cinta?
“hey…kenapa melamun?” jong won mengagetkanku. “dadamu kenapa dipegang terus? Sakit?”
“ne… hyung! Jantung aku berdetak cepat sekali” kataku
“mwo? Kamu sedang jatuh cinta?”
“ania…” aku berpikir. “mollayo!”
“eyyy… anak ini. Kapan kamu bisa dewasa!”
“apa aku sudah gila, hyung?”
“ne…michossoe.”
Aku teringat permintaan yoon  min. “ hyung…bisa bantu aku?”
“membantu kamu apa yoon min?”
“keduanya….jebal”
“cepat, apa?”
“tolong temukan arwah sungmin hyung!”
“sejak kapan dia  jadi hyungmu? Itu gampang, apa  dia sudah mati?”
“ania…belum!” ryeowook mencoba tenang. “ia sedang koma”
“masalah seperti itu, heechul hyung ahlinya. Aku cari dia dulu.annyeong!!!”
“gomawo…hyung” aku bisa bernapas lega. “ternyata gampang sekali”
~Kim Ryeowook POV END~
$$$
~Kim Jong Won POV~
aku berjalan dengan santai memasuki markas angel ghost. Markas ini adalah tempat kami para hantu yang bisa dibilang tidak suka mengganggu manusia berkumpul. Sudah lama aku tidak tinggal disini, sejak aku selalu berada disisi ryeowook.
Aku memasuki ruangan heechul hyung “annyeong hyung….”
“ada apa kamu kesini?” kata heechul hyung ketus.
“ hyung… aku mau tanya sesuatu boleh?”
“bertanya atau mau meminta bantuanku?”
“emmmm… bisa menemukan arwah untukku?”
“untukmu atau untuk orang lain?” heechul  hyung sibuk dengan i-padnya
Aku ragu-ragu harus memulai dari mana. “begini  hyung… dimana  kita  bisa menemukan arwah seseorang yang koma?”
“biasanya kalau  sudah 44 hari ia akan muncul disekitar jasadnya”
“benarkah?” aku senang  bukan main
Heechul hyung menatapku serius. “tetapi kalau ia belum muncul, itu berarti  evil king sudah mengambilnya. Tidak ada cara lain, orang itu sudah pasti akan mati.”
“mwo? Bisa seperti itu hyung?”
“ne… siapa sebenarnya yang kamu cari?”
Aku mencoba mengingat namanya. “lee sungmin,  kakak laki-lakinya lee yoon min!”
“oooo… yoeja itu? Tunggu sebentar..” heechul hyung mengutak-atik i-padnya. “arwahnya menghilang”
“morago?”
“arwahnya sudah tidak ada. Sepertinya evil king sudah mengambilnya. Sial sekali dia.”
“berita buruk… gomawo hyung”
“tunggu….jangan coba-coba untuk merebut arwah itu dari evil king. Kalau kamu berani, nyawamu taruhannya.”
“ne hyung…” aku menghilang dari hadapan heechul hyung.
$$$
“begitulah ryeowook-a” kataku setelah menceritakan semua yang aku  dengar dari heechul hyung.
“ hyung tahu dimana tempat aku bisa menemui evil king?”
“morago? Jangan cari masalah. Kamu mau mati?” aku mengcium ide  gila ryeo wook
Ryeo wook menghela napas. “aku tidak mau mati, hyung! Aku cuma mau ngomong baik-baik sama evil king”
“phabo… kamu kira dia mau? Sudah  jangan cari masalah. Bilang saja pada yoon min, percuma, semua sudah terlambat”
“baiklah!!!”
~Kim Jong Won POV END~
$$$
~Kim Ryeo Wook POV~
Beruntung hari ini jong won hyung tidak mengikutiku lagi. Akhir-akhir ini ia sering meninggalkan aku karena sibuk mengurusi partai hantunya. Tidak hanya didunia manusia ada politik, didunia hantu juga ada. Kebetulan jong won hyung dimintai tolong oleh heechul hyung untuk menggantikannya sebagai tim sukses seorang pemuka hantu di angel ghost.
“yuhuuu… kalian dimana?” aku berjalan menyusuri jalan kecil yang dianggap angker oleh penduduk sekitar. “yak…keluarlah!” aku mulai kesal.
Sekelebat bayangan melintas didepanku. Aku segera mengejarnya, memberanikan diri. setelah beberapa meter mengikuti bayangan itu, sampailah aku disebuah pondok kecil yang tidak terurus. Terlihat 2 orang anak kecil bermain disitu. Aku menghampiri mereka.
“hey…kalian!”
“ada manusia…ada manusia” kata mereka serempak dan kemudian bersembunyi.
“jangan sembunyi… hyung mau bertanya”
“mwo?” kata hantu 1
Hantu 2 juga muncul. “mwo?”
Aku terkejut melihat kondisi fisik kedua hantu anak kecil itu. tetapi aku harus tetap memberanikan diri. “emmm…kalian tahu evil king?”
“kalau kami tahu kenapa?” jawab hantu 1. “kami juga tahu angel ghost”
“iya….kami tahu semua.” Hantu 2 mendekatiku. “mereka tidak mau menerima kami. Jadinya kami terlupakan begini. Hyung tahu bagaimana rasanya hanya tinggal berdua?”
“oh….mianhae!” aku menundukkan kepala. “kenapa kalian tidak diterima?”
Hantu 2 dan 1 menjawab hampir bersamaan. “karena kami anak kecil, evil king menolak kami. Dan karena kami menyeramkan angel ghost menolak kami. Hyung tidak takut pada kami?”
“ania…” aku mencoba meyakinkan. “hyung boleh bertanya kan?”
“emmmm…baiklah. Karena hyung mau mendengar keluh kesah kami. 1 pertanyaan saja” hantu 1 terbang kesana kemari.
Aku memantapkan diri. “kalian tahu dimana hyung bisa menemukan evil king dan para arwah yang ditahan?”
“gampang sekali hyung… kediaman evil king di…” hantu 1 terbang lagi.
Hantu 2 mendekatiku. “di black house!”
“dimana itu?” aku  baru mendengar nama tempat itu.
“hahahahahahaha” mereka berdua tertawa. “seluruh rumah sakit pusat seoul adalah black  house. Gedung utama lantai 4 ruang operasi B-5.”
“mwo? Kalian tidak bohong kan?” aku masih belum bisa mempercayai mereka.
“kami tidak pernah berbohong” kata mereka hampir berbarengan. “semua orang yang bekerja dirumah sakit juga tahu. ruang operasi itu tidak pernah digunakan lagi karena setiap dilakukan operasi disana, pasti akan gagal. pasien dipastikan meninggal dunia”
Aku berpikir keras. “oh….gomawo! kalau hyung punya waktu, hyung akan bermain lagi kesini”
“etabayoe (sampai jumpa) hyung…” hantu 1 melambaikan tangannya.
“hyung…” panggil hantu 1. “jangan cari masalah dengan evil king. Nyawa diganti nyawa.”
$$$
Aku berpikir keras, apa langkah selanjutnya yang harus aku ambil? Aku tahu ini tidak akan gampang, mungkin aku bisa mati. Aku tidak mungkin bisa melakukannya sendiri. Tetapi percuma jika aku meminta bantuan jong won hyung atau heechul hyung. Mereka pasti akan menghalangiku. Jika aku meminta bantuan yoon min, dengan senang hati ia akan mau. Dan hal yang terburuk yang akan terjadi, dia kan pergi sendiri untuk menbebaskan arwah sungmin hyung.
“aaaaaaaa…otthoke?” aku mambanting diri di kasur.
Sepertinya aku  memang harus melakukannya sendiri, tanpa diketahui siapapun. Walaupun aku tidak mengenal dengan baik siapa yoon min, tetapi entah kenapa aku ingin melihat ia tersenyum. Satu-satunya cara untuk mengembalikan senyumnya adalah dengan membuat sungmin hyung bangun dari komanya. Aku harus melakukan ini.
“evil king…tunggu aku! Aku manusia dan kalian hanya hantu. Manusia lebih hebat daripada kalian…” aku tertawa terbahak sendiri.
~Kim Ryeo Wook POV END~
$$
~Author POV~
Ryeo wook sudah menentukan kapan waktu  yang tepat untuk dia masuk ke black house. Tepat siang ini ia akan melancarkan aksinya. Bukankah lebih cepat lebih baik.  Sebelum jong won kembali dari angel ghost, ia harus melakukan.
Ryeo wook celingukan saat memasuki rumah sakit. Beberapa perawat yang mengenalnya melihat ke arahnya bingung. Rencananya yang ingin tidak menarik perhatian, amalh sebaliknya. Siapa tidak akan melihat ke arahnya, ia bertingkah aneh. Pertama dari ujung kepala sampai ujung kaki ia berpakaian hitam dengan tas ransel hitam juga.  Beruntung keamanan tidak menangkapnya. Kedua, gerak-geriknya seperti maling. Mengendap-endap dancelingukan sana –sini, waspada cerintanya.
Setelah beberapa menit menjadi pusat perhatian di lobi rumah sakit,  ia bertindak normal menunggu lift. Orang di sampingnya hanya melihatnya heran. Tetapi ia mencoba acuh tak acuh.
“oppa… sedang apa?” tanya seseorang disampingnya.
“omo…” ia kaget. “oh… yoon min-ssi. Aku hanya…” katanya terbata
Yoon mi menariknya masuk lift. “kalau tidak cepat bisa mati menunggu”
“ah…ne!” ryeo wook semakin  bertingkah aneh
“aku tadi habis mengunjungi dokter Park” tutur yoon min. “hahhh…ia menyebalkan. Ajumma dan ajushi membayarnya berapa sih untuk membujukku ? tidak akan mempan”
“oh…ne!” ryeo wook keringat dingin
#ting# lift berhenti untuk kesekian kalinya. Sekarang dilantai 4.
“emmm….aku turun disini. Kyung soo di rawat disini” ryeo wook permisi pergi.
Yoon min menatap bingung. “ada apa dengan ryeo wook oppa?”
Ryeo wook berdiri menelan ludah didepan ruang operasi B-5 itu. Suasana berubah menyeramkan. Lorong tempat ruang operasi itu berada sangat gelap dan pengap. Tidak  ada satu orang pun yang melewati lorong itu. memang kebetulan lorong itu berada di ujung. Ryeo wook memberanikan diri membuka pintu ruang B-5 itu.
#klekk# “oh…tidak terkunci?” ryeo wook masuk begitu saja.
~Author POV END~
$$$
~Lee Yoon Min POV~
Aku menatap lekat-lekat lagi wajah sungmin oppa. Apakah tidak ada harapan untuk sungmin oppa bangun dari komanya? Aku menghela napas pasrah. Apa benar aku harus mengikuti saran ajushi dan ajumma?
“hey….lihat wookie tidak?” seseorang mengagetkanku
“omo…” aku hampir berteriak.
“mianhae…” jong won segera meminta maaf.
Aku menarik napas, mencoba menenangkan diri. “wookie?nugu?”
“kim ryeo wook… tidak tahu juga?”
“oh… ryeo wook oppa? Mana aku tahu. bukannya jong won-ssi lebih tahu?” aku memanyunkan bibir.
Ia geleng-geleng kepala. “aku  juga heran. Seharusnya hanya dengan memiikirkan dia, aku akan lansung bisa menemukan dia. Tetapi sekarang aku tidak bisa menemukannya dimana pun”
“ahhh…” aku baru ingat. “tadi siang aku bertemu dengan ryeo wook oppa. Katanya akan menjenguk kyung soo”
“menjenguk kyung soo?” jong won terlihat berpikir. “kyung soo tidak sakit. Aku habis bertemu dengannya tadi”
“lalu…siapa yang ia jenguk di lantai 4?” aku juga heran
Wajah jong won berubah pucat (?) “lantai 4 gedung  ini?”
“ne…” aku hanya mengangguk bingung
“celaka… dia mau ke black house?”
“black house?” aku semakin bingung. “apa yang sebenarnya terjadi pada ryeo wook oppa?”
Jong won-ssi akhirnya menceritakan semuanya padaku, dari A sampai Z. seharusnya ryeo wook oppa-lah yang harus memberi tahu aku semuanya, tetapi ia tidak melakukannya. Aku jadi berpikir, apakah ryeo wook oppa sekarang pergi ke black house demi aku? Seandainya ia menceritakan padaku lebih awal, aku-lah yang akan pergi menemui evil king.
“kaja…kita pergi!” kataku mantap.
“morago?” jong won tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Aku manarik ia paksa. “kaja…kita harus membantu ryeo wook oppa. Jong won-ssi pelindungnya kan? Kaja”
“michoesoe?” jong won menolak. “kamu mau mati? Ini ide gila”
“ne… aku mau mati. Tetapi jangan sampai ryeo wook oppa mati karena permintaan konyolku. Dan satu lagi, kamu sudah mati. Jadi kaja!!!”
“baiklah..” jong won masih mencoba mencerna kata-kataku, tetapi Ia menurut juga.
$$$
Aku tercengang melihat isi ruang operasi B-5 lantai 4 gedung utama rumah sakit pusat seoul. Mungkin akan terlihat biasa saja jika manusia yang masuk bukan aku atau ryeo wook oppa. Ruangan itu sangat menyeramkan dan suram. Tidak ada mahluk menyeramkan atau benda menyeramkan lainnya. Hanya saja suasananya membuat bulu kuduk merinding, begitu dingin dan pengap.
Disalah satu dinding ruangan itu, ada celah membentuk sebuah pintu. Tidak terlihat bentuk ruangan di seberang pintu itu. asap hitam menghalangi pandangan di pintu itu. jong won-ssi terlihat takut dibelakangku. Aku hanya geleng-geleng kepala. Kenapa hantu bisa takut sama hantu?
“kaja kita masuk!” aku memaksa jong won
“yakkk…yoon min-a! kamu tidak takut?” suara jong won terdengar gemetar.
“eeeyy… hantu yang satu ini penakut sekali sih? Aku tidak takut sama sekali. Aku akan menyelamatkan sungmin oppa dan juga ryeo wook oppa. Kamu harus membantuku”
“arasoe…tetapi aku janji tidak bisa membantu banyak! Kekuatan evil king tidak sebanding denganku”
Aku tersenyum. “arayoe…”
~Lee Yoon Min POV END~
$$$
~Author POV~
Yoon min dan jong won melewati pintu yang penuh dengan asap hitam itu. diseberang pintu itu tidak ada yang berbeda, semuanya terlihat sama dengan rumah sakit pusat seoul. Yang membedakannya hanya keadaan yang lebih menyeramkan. Semua penghuni tempat itu adalah hantu-hantu mengerikan. Yoon min dan jong won hanya menelan ludah.
Mata maksdunya tatapan hantu-hantu itu tertuju pada mereka yang terlihat utuh. Hantu-hantu itu berbisik satu sama lain. Hampir mereka semua tidak menyukai kehadiran yoon min dan jong won. #glundung# sesuatu menggelinding dihadapan jong won dan yoon min.
“kalian mau bermain bowling?” kata benda yang menggelinding itu.
Reflex yoon min menendang benda itu –yang ternyata kepala- . “aaaaa…shiroe!”
“xixixixi”  jong won menahan tawa.
Badan tanpa kepala menghampiri yoon min dan menarik-narik baju yoon min. yoon min berusaha menjauh karena jijik. Apakah badan itu pemilik kepala tadi?
“yakkk… kepalamu ini” teriak hantu yang lain. “awas…jaga kepala kalian. Kalau tidak bisa hilang” hantu itu menyindir yoon min.
“ne…jaga kepala kalian. Beruntung kepala yang tadi tidak pecah aku tendang” yoon min menantang.
“yak….hentikan!” jong won berbisik ditelinga yoon min.
Yoon min berkacak pinggang menantang. “mana evil king ha? Kembalikan ryeo wook oppa dan sungmin oppa!”
“yoon min-ah…hentikan” jong won mulai gemetar karena hantu-hantu itu mengelilingi mereka.
“kalian pikir aku takut dengan kalian? Panggil evil king sekarang” tidak ada yang menjawab. “hey evil king yang buruk rupa. Keluar kamu kalau berani. Hadapi aku, lee yoon min”
#buuuuush# asap tebal hitam tiba-tiba muncul dari tanah. “aku disini..berhenti berteriak!”
“hey jel……je…..lek” kata yoon min terbata. “jong won-ssi!” ia segera menarik jong won yang bersembunyi di belakangnya.
“morago? Aku jelek?” evil king tersenyum mengejek.
“jong won-ssi…ia tidak jelek!” aku nyengir kuda. “otthoke?”
“annyeong…kyuhyun-a!!!” jong won  melambaikan tangannya.
Kyuhyun –evil king- memincingkan mata. “ooooh…hyung!” katanya tiba-tiba
“kalian saling kenal?” #dubrakkk# seseorang menabrak yoon min. “awwww!”
“yoon min?” kata ryeo wook –yang menabrak yoon min- “hyung?”
“oppa dari mana saja?” tanya yoon min heran.
Ryeo wook mengelap keringat “aku dipermainkan mereka!” menunjuk 3 hantu perempuan. “mereka ganjen sekali!!!”
“sudahlah…untung oppa selamat.” Kembali menatap kyuhyun. “kembalikan arwah sungmin oppa” teriak yoon min.
“dia?” kyuhyun menjentikkan jarinya. “yang kamu maksdu dia?”
Sungmin duduk terikat disebuah kursi. Ia terlihat lemas dan tidak sadarkan diri. sosok dengan jubah hitam berdiri dibelakangnya. Sosok itu juga yang sering hadir di mimpi yoon min dan sempat menampakkan dirinya secara nyata.
“oppa! Oppa!” panggil yoon min. “oppa…sungmin oppa. Buka mata oppa” teriaknya lagi.
Kyuhyun hanya tertawa. Kemudian ia memberi kode kepasa sosok hitam itu. dengan kasar sosok hitam itu menjambak rambut sungmin dan memaksanya mendongak. Yoon min menjerit histeris dan berusaha mendekat, tetapi ia dihadang hantu lainnya. Jong won dan ryeo wook juga menahannya.
“andwae….jangan perlakukan oppa seperti itu.” teriaknya sambil menangis. “apa maumu ha?”
Kyuhyun berdiri dan menghampiri sungmin. “aku punya banyak hal yang aku inginkan. “ ia kemudian memegang dagu sungmin. “aku butuh energy positif untuk tetap hidup dan kuat. Dan namja ini punya banyak sekali”
“kyuhyun-ah…kamu…” jong won angkat bicara. “kamu masih menggunakan metode terlarang itu?”
“tentu saja hyung… manusia selalu menganggap kalau hantu bisa hidup dari energy negatif, mereka salah. Energy positiflah yang membuat kamu para hantu bertahan. Cara yang biasa digunakan angel ghost adalah dengan membantu manusia dan mendapatkan energy positif secara tidak langsung. Tetapi itu tidak bertahan lama, karena jumlahnya sedikit. Arwah manusia yang masih memiliki ikatan dengan jasadnyalah yang memiliki energy positif lebih banyak. Yah… walaupun hanya sebatas 123 hari. Tetapi cukup mengenyangkan dan tahan lama.” Kyuhun kembali  duduk disinggasananya.
Yoon min tidak mengerti. “lalu apa hubungannya dengan arwah sungmin oppa? Lepaskan dia”
“yoon min-a….yoon min-a” sungmin mulai sadar.
“dia tambang energy posistif… aku tidak mungkin menyia-yiakannya.”
“tetapi…” jong won  mulai geram. “kamu akan membuatnya mati. Ini belum saatnya untuk dia meninggal  dunia. Kamu sama saja menyalahi takdir”
“mwo?”  yoon min yang mulai mengerti, segera berlari menghampiri sungmin. “minggir kalian!” ia mendorong semua hantu yang menghalangi, dan ia berhasil. “oppa….oppa”
“hebat juga yoeja ini…” kyuhyun segera mendorong yoon min sebelum bisa menyentuh sungmin.
“awwww…yakkkk nappenum.” Umpat yoon min.
“yoon min-ah…” teriak ryeo wook yang dikerubuti hantu yang lain.
Jong won juga kewalahan, mereka kalah jumlah. “kalian ini….pergi!!!”
“lepaskan oppaku… dasar evil brengsek!”  yoon min naik pitam. Ia tidak peduli siapa yang ia hadapi.
Kyuhyun mencengkram kerah baju yoon min dan mengangkatnya tinggi. “apa ia begitu penting bagimu? Biarkan saja ia mati dengan tenang”
“a…nia…” yoon min sulit berbicara karena tercekik. “oppa tidak boleh mati. Aku akan melakukan apapun untuk membebaskannya darimu”
“wooww… aku suka auramu. Bagaimana kalau aku memberimu suatu penawaran?” kyuhyun melempar yoon min ke tanah.
“arrrggg..” yoon min mengerang kesakitan.
Sungmin hanya terdiam tidak bisa melakukan apapun. “yoon min-ah….andwae”
“yoon min-ah!!” teriak ryeo wook dan jong won hampir bersamaan.
“aku akan membebaskan sungminmu ini, dan membiarkannya tetap hidup. Tetapi kamu harus menggantikannya. Otthe?” kyuhyun tersenyum licik, lagi.
“ania….jangan yoon min-ah” kata sungmin
Yoon min berpikir sejenak. “baiklah… aku akan melakukan apapun untuk oppa. Lakukan saja sesukamu”
“pilihan yang tepat” kyuhyun tertawa. “kemarilah… dan kamu, lepaskan mereka bertiga” kyuhyun memberi isyarat.
“ania… yoon min-ah. Kamu sudah gila?” teriak ryeo wook yang diseret hantu-hantu menyeramkan itu.
Jong won juga diseret. “dia memang sudah gila”
“yoon min-ah….jangan lakukan ini demi oppa!” kata sungmin lemah.  Dan ia dibawa oleh sosok hitam itu mengikuti ryeo wook dan jong won.
Setelah mereka bertiga diseret keluar dari black house, hanya yoon min yang tertinggal. Kyuhyun menatapnya terus, memperhatikannya dengan teliti. Yoon min hanya diam dan mencoba tenang. Apa yang ia lakukan sekarang tidak akan sia-sia. Ini semua demi sungmin yang telah rela menderita demi dirinya.
“baiklah… apa yang akan kamu lakukan padaku?” yoon min angkat bicara.
Kyuhyun masih berpikir. “sepertinya aku pernah melihatmu disuatu tempat!” katanya
“benarkah… tidak mungkin” kata yoon min setengah tertawa.
“emmm… untuk seorang yoeja kamu yeppo. Tetapi ada yang aneh!” kyuhyun masih memperhatikan.
Yoon min hanya tertawa. “yakkk…kyuhyun-ah! Katakan apa yang harus aku lakukan, baby evil.”
“baby evil? Aku bukan baby…jangan panggil aku seperti itu.” kyuhyun segera mengingat sesuatu. “siapa kamu?”
“eyyyy…kamu lupa pada hyungmu ini?” #busssh#
Kyuhyun terbatuk. “yaakkk… kamu siapa?” pendangannya belum jelas, terhalang asap.
“annyeong… my baby evil” yoon min berubah menjadi heechul.
“mwo?” kyuhyun langsung lemas. “kenapa hyung sih?” kyuhyun hampir menangis
“mianhae saengi… yoeja itu meminta bantuan hyung. Lagian dia orang yang baik, hyung tidak bisa menolak. Lain kali kalau mencari mangsa jauh-jauh dariku ya?”  heechul mencoba menghibur kyuhyun
“perasaanku memang tidak enak dari tadi.” Kyuhyun kemudian menghilang meninggalkan heechul
Heechul hanya tertawa. “dia masih alergi denganku ya?” heechul juga menghilang
~Author POV END~
$$$
~Lee Yoon Min POV~
aku menunggu tidak sabar di ruang rawat sungmin. Sudah hampir 1 jam tetapi mereka belum kembali. Apa rencananya gagal?  begitu pemikiranku. Aku takut terjadi hal buruk pada mereka. #tok…tok…tok# seseorang mengetok pintu. Aku langsung berlari dan membukakan pintu. Airmataku tidak tertahan lagi melihat sungmin oppa didepanku. Aku langsung menangis sejadinya dan memluknya erat.
“yoon min-a?” ryeo wook heran. “kenapa…kamu…?”
“sudah…penjelasannya nanti dan yoon min-ah, lepaskan sungmin. Cepat baringkan diatas jasadnya” perintah jong won.
Aku segera melepas pelukanku dan mengusap airmata. “oppa…..kwaenchana?”
“ne…” sungmin oppa mengagguk lemas.
Ryeo wook oppa dan jong won-ssi memapah sungmin oppa menuju jasadnya.  Kemudia mereka membantu sungmin oppa untuk tidur diatas jasadnya. Tidak sampai 1 menit, arwah sungmin oppa mulai masuk ke jasadnya.
“gomawo…” kataku. “joengmal gomawo!” aku memegang tangan ryeo wook oppa.
“ehemmm… yoon min-ah, kamu harus menjaganya terus. Mungkin ia akan terbangun besok” jong won menatap kami sinis.
“sebenarnya yang berjasa kan jong won hyung… aku cuma…” kalimat ryeo wook terpotong.
Aku memeluk ryeo wook oppa. “gomawo! Noemu haengbokhae (sangat senang)”
“ne…nado!” ryeo wook hanya terdiam.
“yaakk… pipimu merah!” ejek jong won-ssi pada ryeo wook oppa.
Aku hanya tertawa dan terus memeluk ryeo wook oppa erat. Aku sangat sangat bahagia.
$$$
Besok paginya sungmin oppa bangun dari komanya. Dokter sampai mengatakan kalau ini sebuah keajaiban. Ajumma menangis memelukku. Taemin juga menangis saking senangnya.
“oppa!!!” aku memeluk sungmin oppa erat.
“kwaenchana?” tanyanya padaku. “berapa lama oppa koma?”
“tidak lama kok!” aku tersenyum.
Persis seperti yang dikatakan heechul-ssi, sungmin oppa tidak akan ingat apa-apa. semua ingatannya selama menjadi arwah hilang tanpa bekas. Ia hanya akan menganggapnya sebagai mimpi buruk tidak lebih. Kemampuanku melihat hantu juga menghilang dengan sendirinya, itu membuatku sedikit kecewa. Tetapi aku tetap berteman dengan jong won-ssi, heechul-ssi dan ryeo wook oppa.
“yoon min-ah… oppa selalu memimpikanmu. Sayangnya itu mimpi buruk” tutur sungmin oppa.
“mimpi apa hyung?” taemin ingin tahu.
“mau tahu saja ….merong#:P#” aku mengarahkannya pada taemin.
“hahahahaha…kalian berdua tidak pernah akur” sungmin oppa menjitak kepalaku dan taemin.
Taemin mengaduh. “awww….hyung tahu? yoon min tidak kuliah beberapa hari. Ia selalu bolos,  dan alasannya demi menjaga hyung. Malas nih yoeja”
“yakkk…yakkkk… lee taemin. Aku rajin kuliah tahu”
Sungmin oppa tidak hentinya tertawa melihat aku dan taemin beradu argument dan pukul sana sini. Beginilah kehidupanku yang sebenarnya. Aku adalah yoeja yang manja  dan penakut, serta sangat sayang pada sungmin oppa. Satu lagi, aku menyukai ryeo wook oppa (^.-).  Sssssttttt
$$$
Epilog, author POV
“ahhh…” yoon min baru ingat. “tadi siang aku bertemu dengan ryeo wook oppa. Katanya akan menjenguk kyung soo”
“menjenguk kyung soo?” jong won terlihat berpikir. “kyung soo tidak sakit. Aku habis bertemu dengannya tadi”
“lalu…siapa yang ia jenguk di lantai 4?” yoon min juga heran
Wajah jong won berubah pucat (?) “lantai 4 gedung  ini?”
“ne…” yoon min hanya mengangguk bingung
“celaka… dia mau ke black house?”
“black house?” yoon min semakin bingung. “apa yang sebenarnya terjadi pada ryeo wook oppa?”
Jong won akhirnya menceritakan semuanya pada yoon min, dari A sampai Z. seharusnya ryeo wook-lah yang harus memberi tahu yoon min semuanya, tetapi ia tidak melakukannya. Yoon min jadi berpikir, apakah ryeo wook sekarang pergi ke black house demi dia? Seandainya ryeo wook menceritakan pada yoon min lebih awal, dapat dipastikan yoon min yang akan pergi menemui evil king.
“kaja…kita pergi!” kata yoon min mantap.
“morago?” jong won tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Yoon min manarik paksa. “kaja…kita harus membantu ryeo wook oppa. Jong won-ssi pelindungnya kan? Kaja”
“michoesoe?” jong won menolak. “kamu mau mati? Ini ide gila”
“ne… aku mau mati. Tetapi jangan sampai ryeo wook oppa mati karena permintaan konyolku. Dan satu lagi, kamu sudah mati. Jadi kaja!!!”
“baiklah..” jong won masih mencoba mencerna kata-kata yoon min, tetapi Ia menurut juga. “tunggu sebentar” jong won menghentikan langkahnya.
“weo? Ada apa lagi?” yoon min gregetan
Jong won menghilang. Yoon min kesal bukan main, kenapa jong won ia biarkan kabur? Yoon min mondar-madir di ruang rawat sungmin. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Sudah lewat 25 menit jong won belum kembali. Tidak mungkin ia tega membiarkan ryeo wook pergi sendiri, jong won pelindungnya kan?
#klejeb# “lepaskan…yakkk” teriak heechul.
“kemana saja sih? Ryeo wook oppa tida bisa menunggu” yoon min marah-marah
“yoon min-ah….bujuk  ajushi satu ini. Cuma dia yang bisa ngalahin evil king”
Heechul melipat tanganya didada. “shiroe… aku tidak mau bertemu bocah tengik itu”
“oppa…” yoon min melakukan aegyo. “oppa…jebal!  Hanya oppa yang bisa membantu…oppa kan kuat,sakti, ganteng, yeppo, baik pokonya. Jebal….tolong kami.” Bujuk yoon min
“shiroe…aku tidak akan  mau”
“oppa…. Oppa mau aku yang pergi? Oppa tidak kasihan melihat aku yang ketakutan? Aku mohon dengan sangat oppa” yoon min menangis dan memeluk heechul.
“bukankah dia seperti adik hyung?” jong won mengompori.
“ara…baiklah! Aku juga mau memberi pelajaran pada bocah tengik itu.”
“gomawo oppa…” yoon min loncat kegirangan.
Jong won membisikkan semua rencana yang telah ia susun. Intinya, heechul akan menyamar menjadi yoon min. evil king tidak akan menyadari itu, karena heechul ahli dalam hal menirukan seseorang.
END
Kagak jelas banget kan? Mau buat horror malah jadi begini… ending yang tidak nyambung dengan opening! seSUJU? Selamat bingung…eman-eman kalo tidak di post. Please koment n likenya