Tags

, ,


 Casts:
·          You as Go Gae Eun
·         Eunhyuk as Lee Hyuk Jae,
·         Donghae as Donghae
·         Yesung as Kim Jong Won
·         Ryeowook as Kim Ryeo Wook
·         Leeteuk as President Park/ Park Jung Soo
·         KyuHyun as President Cho/ Cho Kyu Hyun
·         Sungmin as Lee Sungmin/ President Park’s bodyguard
·         Choi Siwon as Tuan Choi/ Owner of Spy agency M
·         Shindong as Mr. Shin (American)/ Owner of Spy agency S
·         Kangin as sekretaris Young Won, etc
Genre: Detective (?), Mystery (?), Action (?) (bingung ngasih genre apa #LOL#), Romance
Length: Two Shoots
Part: 2 of 2
Author : Choi Ye Joon/ Yunn Wahyunee/ @yunsurya_elf
“ Love is SPY”
$$$ @amusement park, 26/10/2012 09:36
Hyuk Jae menggandeng tangan Gae Eun erat. Ia tahu apa  yang ia lakukan sekarang telah melanggar aturan. Tetapi  ia sudah terlanjur menyukai Gae Eun. Gae Eun selalu membuatnya senang, ia tidak pernah mau terlalu ikut campur dengan masalahnya. Gae Eun tidak pernah mempermasalahkan  keadaan Hyuk Jae. Walaupun hingga saat ini Gae Eun belum tahu siapa dia sebenarnya.
Setelah sekian lama berkeliling, mereka memutuskan untuk beristirahat. Gae Eun tidak henti-hentinya tersenyum pada Hyuk Jae. Mereka berdua sangat menikmati kebersamaan mereka.
“oppa… aku sangat senang!”  Gae Eun tersenyum dengan santai
“weo?” Hyuk Jae terpesona melihat senyum Gae Eun.
“ aku senang  karena bisa bersama oppa! Aku sangat menyukainya. Seandainya bisa, aku hanya mau oppa yang ada di dalam ingatanku. Aku berjanji akan selalu bersama oppa dan percaya pada oppa” Gae Eun menyandarkan kepalanya ke pundak Hyuk jae
“chinca?” Hyuk Jae pura-pura tidak percaya
“ne… oppa tidak percaya?” Gae Eun menatap Hyuk Jae. “ aku sangat menyukai oppa. Oppa adalah orang terbaik yang pernah aku temui. Ketika bersama oppa  aku sangat bahagia.”
“emmmm…” Hyuk Jae cuek
“oppa… oppa tidak menyukaiku?” Gae Eun menghela napas. “  apa aku bukan tipe oppa?”
Hyuk Jae memeluk  Gae Eun. “ania… saranghae! Akulah yang sangat beruntung dan bahagia bisa berada disampingmu.”
“oppa?”
“mianhae… aku rasa aku tidak pantas untukmu”
“weo?”
“karena aku menyembunyikan sesuatu padamu!”
“kwaenchana oppa! Aku percaya oppa!” Gae Eun membalas pelukan Hyuk Jae. “apapun dan bagaimana pun oppa, aku tetap menyukai oppa. Aku akan mendukung oppa.”
“gomawo…sarangahe” Hyuk Jae benar-benar sudah jatuh cinta dengan Gae Eun
$$$
“Hyung… dimana?”
“oppa… hati-hati! Jangan  menelepon sambil menyetir” Gae Eun menggoyangkan lengan Hyuk Jae pelan
“ssst…” Hyuk Jae membuat tanda di bibirnya. “ne Hyung… aku hanya mau tahu.  Annyeong”
“oppa menelepon siapa?”
“Jong Won Hyung… kaja kita makan”
“dimana?”
“dirumahku… oppa akan menyediakan makanan yang sangat enak.”
“dirumah oppa? Mau delivery? Shiroe..”
“ania… oppa yang akan memasak”
“tapi…Hyungnya oppa? otthoke? Jong Won oppa sepertinya tidak menyukaiku. Setiap aku bertemu dia dan ke rumah oppa, ia sinis sekali padaku”
“tenang…. Ia tidak ada dirumah. Sedang ke luar kota. Hyung bukannya tidak menyukaimu. Ia hanya cemburu karena oppa punya yoejachingu yang yeppo”
“Joahe… kaja oppa! Aku mau makan apa  ya?”
$$$  @Perusahaan Home Shopping Super, 03/11/2012 09:23
“ Sungmin-ssi…. Saya mau anda menyimpan berkas ini baik-baik. Kemudian sesuai rencana kirimkan berkas itu kepada sepupuku. Katakan itu akan menjadi penawaran terakhirku” President Park tertawa kemenangan
“siap President… lalu untuk saat ini apa  yang harus saya lakukan?”
“Pertama, panggil Go Gae  Eun-ssi … ada yang mau saya bicarakan dengannya”
“baiklah…” Sungmin permisi untuk keluar.
$$$
Gae Eun terlihat sibuk merapikan barang- barangnya dibantu olah Hyuk Jae. Ryeo Wook hanya melihat saja dari meja kerjanya. Ia tidak tahu harus melakukan apa. Ia juga merasa bersalah karena ia Gae Eun akan keluar dari perusahaan.
“Gae Eun-ah…Kwaenchana?” tanya Hyuk Jae
“ne oppa… kalian jangan melihat aku seperti itu. Aku tidak dipecat, memang sudah waktunya aku pergi. Asisten manager yang sebenarnya akan  kembali besok. Oppa tahu sendiri, aku hanya pengganti. Terus aku hanya dipindahkan ke kantor cabang. Oppa tenang saja”
“mianhae  Gae Eun-ah… sebelumnya aku sudah menuduhmu melakukan kesalahan.” Ryeo Wook ragu.
“ah… kwaenchana oppa! Aku mengerti, yang penting sekarang semuanya baik-baik saja. Emmm… aku harap kita tetap bisa menjadi teman yang baik”
Hyuk Jae membantu Gae Eun membawa barang-barangnya hingga ke halte bis. “ apa perlu oppa antar?”
“ania…oppa! Kwaenchana! Oppa masih harus kerja. Aku bisa pulang sendiri.” Gae Eun berusaha tersenyum
“aku bisa membolos… aku antar ya? Barang-barangmu banyak”
“ania… aku bisa membawanya. Oppa jangan meremehkanku, aku bisa melakukannya.” Gae Eun terdiam. “oppa… gomawo. Joaheyoe… noemu joahe. Gomawo”
“arayoe… kamu selalu mengatakannya padaku. aku juga sangat menyukaimu.”
“emmmm…saranghae oppa” Gae Eun memeluk Hyuk Jae. “mianhae… annyeong!”
“morago?” Hyuk Jae melepas pelukan Gae Eun. “maksud kamu apa? Kamu keluar dari perusahaan bukan berarti kita tidak bisa bersama kan?”
“oppa…mianhae! Aku rasa kita tidak bisa bertemu lagi. Oppa lebih baik melupakanku”
“mwo? Gae  Eun-ah…kenapa?”
“mianhae oppa…” bis yang akan ditumpanginya datang. “annyeong oppa!”
“Gae Eun-ah… aku tidak mengerti!” Hyuk Jae menahannya
“oppa…mianhae!” Gae Eun meninggalkan Hyuk  Jae sendiri penuh tanda tanya.
$$$ @Perusahaan Home Shopping Junior, 15/11/2012 13:05
President Choi mengamuk diruangnnya. Sekretaris Young Won tidak luput dari amarahya. Tepat 1 jam yang lalu ia mendapatkan berkas-berkas dari perusahaan  sepupunya,President Park. Semuanya rencananya telah dibongkar. Semua bukti-bukti telah terkumpul untuk menyeretnya ke penjara. Ia semakin kesal karena President Park mengancamnya.
“bagaimana ini bisa terjadi? Bukankah kau bilang ini akan berhasil?” President Cho meledak-ledak.
“miannata President…ternyata President Park sudah mencium semuanya sejak awal. Kita ternyata tertipu, mereka memiliki senjata rahasia”
“arrrrgh… aku tidak bisa terima. Aku tidak mau harus menggabungkan perusahaan ini lagi.”
“tapi President…ini cara terbaik. Mereka mempunyai bukti.”
“biarkan aku berpikir… cepat hubungi Mr. Shin. Aku mau ia menghentikan  operasi ini.”
“Siap… President Cho”
$$$ @ kediaman  President Park, 16/11/2012 19:12
President Park sedang menikmati makan malamnya. Ia tampak begitu senang hari ini.  Sudah lama ia tidak merasa senang seperti ini. Hari ini adalah hari yang ia tunggu-tunggu. Saat dimana adik kesayangannya akan pulang dan menemuinya.
“Sungmin-ah… jam berapakah ia akan datang?”
“adik President akan datang sebentar lagi. Jadi mohon bersabar”
“Sungmin-ah… ayo ikut makan denganku! Kamu selalu saja merasa canggung. Kalau dirumah kamu harus lebih santai.”
“ne… Hyung!”
Terdengar suara mobil dari arah luar. Sungmin segera berlari untuk menyambut seseorang. President Park segera merapikan dirinya. Ia harus terlihat berwibawa. Sungmin segera membuka pintu sebelum yang ditunggu memencat bel.
“oppa….” Teriak seseorang yang ditunggu sambil berlari. “bogoshipoe!” ia memeluk sungmin erat. “oppa? Park Jung Soo dimana?”
“Hyung sedang di meja makan!”
“Park Jung Soo….” Yoeja itu berlari ke arah ruang makan
“yakkkk… tidak bisakah memanggil oppamu dengan sopan”
“oppa!” katanya manja
“aigooo… Park Gae Eun! dongsaeng kesayanganku” President Park memeluk Gae Eun erat
“oppa… sepertinya aku lebih menyukai nama Go Gae Eun”
“aishhh…. Kamu tidak suka bersaudara dengan oppa?”
“ania oppa…” Gae Eun mencari-cari Sungmin. “sungmin oppa! Kesini!”
“Sungmin-ah kesini!”
“kasihan sungmin oppa… kenapa oppa dan sungmin oppa harus mengulangi kisah appa dan ajushi? Hahhh…. Membingungkan”
“sudahlah…ayo makan”
“sungmin oppa! Kaja” Gae Eun menarik paksa tangan Sungmin agar duduk dan makan bersama.
$$$
President Park dan Gae Eun sedang duduk santai di dekat kolam renang. Sudah lama mereka tidak berkumpul seperti ini. Sejak SD, Gae Eun sudah jarang bertemu bahkan tidak pernah bertemu dengan kakaknya, president Park. Hal itu diawali dari perceraian Ayah dan Ibunya. Gae Eun harus ikut ibunya dan President Park harus ikut ayahnya sesuai perjanjian.  Namun ketika Kakek dari ayah mereka yang memiliki Perusahaan Home Shopping Super Junior meninggal, mereka berusaha untuk bersama lagi. Ayah dan ibu mereka pun memilih untuk bersama kembali.
“oppa…. Aku kangen appa dan eomma!”
“aku juga!” President Park menarik napas dalam “apa yang sedang mereka lakukan sekarang?”
“mungkin mereka sedang membicarakan kita… iya kan oppa?”
“ne…ahhh, oppa hampir lupa, gomawo!”
“buat apa oppa?”
“kamu mau membantu oppa. Padahal kamu baru menyelesaikan kuliah, tetapi oppa langsung memberi tugas yang berat.” President  Park menggenggam tangan Gae Eun.
“oppa… apakah Donghae oppa dan Hyuk Jae oppa masih diperusahaan?”
“ania…. Weo?”
“aku hanya merasa bersalah pada mereka. aku sangat jahat sampai mempermainkan mereka. Khusunya Hyuk Jae oppa”
“tetapi kamu hebat bisa menemukan bukti-bukti itu”
“tentu saja…. Aku sudah menelusuri semua bagian rumah Hyuk Jae oppa! Hampir aku menyerah, ia bekerja dengan sangat rapi”
“dongsaengku memang pintar” President Park mengacar-acak rambut Gae Eun.
“oppa…bolehkah aku memberitahu semuanya kepada Donghae oppa? Hahhh….. dia sudah mengenalku lama,  tetapi ia tidak tahu tentang oppa. Lucu kan?”
“mwo?  Donghae-ssi tidak tahu kamu punya oppa ganteng dan keren seperti aku?”
“yakkk…..ajushi! aku hanya tidak mau dia tahu kalau aku punya oppa super sukses. Aku   cuma mau tahu, maukah ia menjadi temanku dengan aku yang apa adanya”
“aigooo…. Dongsaengku sudah dewasa”
$$$ @ G cafe, 17/11/2012 10:03
Gae Eun  terlihat tidak sabar. Orang yang ia tunggu-tunggu belum datang juga. Ia sengaja datang lebih awal tadi, tetapi tidak disangka menunggu itu sangat menyebalkan.  Sesekali ia melirik ke cermin kecilnya, memastikan semuanya masih baik-baik saja.
Waktu berjalan begitu lambat rasanya. Sempat terbersit diotaknya kalau orang yang ia undang tidak menerima undangannya. Gae Eun segera menghapus pikiran itu. Ia harus berpikir positif agar moodnya tidak jatuh. Dari kejauhan ia melihat orang yang ditunggu datang. Ia segera memperbaiki posisi duduknya agar terlihat anggun.
“Gae Eun-ah….mianhae oppa terlambat”
“ania… donghae oppa”
“mianhae…” Donghae mengulangi kata-katanya. Ia terlihat serius
“aku sudah memaafkan oppa! Seharusnya aku yang meminta maaf pada oppa karena tidak memberitahu oppa sebelumnya”
“ania… oppa  sudah tahu semuanya.”
“maksud oppa?”
“ kamu adalah Park Gae Eun, adik dari President Park. Saat orang tua kalian bercerai, kamu merubah nama menjadi Go Gae Eun. Kamu diperusahaan kemarin hanyalah rekayasa. Kamu adalah partnerku saat itu”
“mwo? Oppa sudah tahu…aishhh” Gae Eun nyengir kuda.“kalau begitu, aku ucapkan terima kasih. Acting oppa keren! Meyakinkan”
“acting yang mana?”
“waktu oppa bilang oppa menyukaiku! Wahhh…aku kaget sekali. Aku sempat berpikir itu beneran. Tapi, tidak mungkin kan? Aku dongsaeng tersayang oppa. Benar?”
Donghae mencoba tersenyum. “ne… my dongsaeng”
“aku sangat bodoh mencoba membohongi oppa!”
Donghae mengiyakan saja. Tatapannya tidak  lepas dari Gae Eun sejak pertama ian datang. Terkadang ia ikut tersenyum melihat Gae Eun tertawa. Apakah Gae Eun tidak menyadari kalau ia memperhatikannya?
$$$ @ Kediaman Mr.Shin, 17/11/2012 10:05
“Plakkkk# sebuah tamparan mengenai wajah Hyuk Jae. Ia hanya bisa menerima tanpa bisa membalas. Jong Won hanya melihat dari jauh, ia juga tidak bisa melakukan apapun. Mr. Shin sangat marah saat ini. Ini pertama kalinya ia tidak dapat menyelesaikn tugas dari klien.
“Yakkk… kamu!!!” Mr. Shin mengepalkan tangannya kuat. “bagaimana kau bisa gagal?”
“miannata!” Hyuk Jae menundukkan kepala
“kau juga, Jong Won! Bagaimana kamu bisa tidak mengawasinya? Anak ini masih tidak bisa dilepas…ia harus selalu diawasi”
“miannata…. Aku selalu memperingatinya. Tetapi ia tidak memperdulikan aku. Ia juga bisa menghindar dari pengawasanku”
“hahhhhh…. Sekarang kalian berdua harus menyelesaikan ini. President Cho meminta kita untuk melakukan ini” ia melempar berkas itu  ke wajah Hyuk Jae
“siap Mr” Jawab Hyuk Jae dengan hormat
“kali ini kalian harus berhasil” Mr. Shin meninggalkan mereka berdua.
“Hyuk Jae-ah” Jong Won memungut berkas tugas itu. “ingat….kali ini kita harus berhasil. Lupakan kejadian kemarin, lupakan juga Go Gae Eun…ania Park Gae Eun. ia menipumu! Ara?”
“ne…Hyung!”
$$$ @ G cafe, 17/11/2012 13:03
Gae Eun tersenyum dan melambaikan tangan pada Donghae. Donghae menawarinya untuk diantar pulang, tetapi ia menolak. Ia harus pergi ke suatu tempat sebelum pulang. Beberapa detik kemudian mobil Donghae sudah tidak terlihat lagi. Ia sudah lenyap dalam keramaian jalan di Seoul.
 Gae Eun  akhirnya berjalan menuju halte bis. Ia menghela napas panjang. Apa yang ia harapkan ternyata tidak ada benarnya. Sama seperti  dugaannya, Donghae hanya acting saat itu. Semua tentang Donghae memang tidak berubah. Ia tetap menganggapnya sebagai anak kecil, adik kesayangan. Akankah Donghae melihatnya seperti Hyuk Jae melihatnya?
Sebuah mobil menepi, tepat didepan Gae Eun. Gae Eun tidak mempedulikannya dan terus saja berjalan. Seorang namja keluar dari mobil itu. Ia mengenakan kemeja hitam dan kacamata hitam. Gae Eun hanya sempat melirik dan tidak mempedulikannya lagi. Namja itu melihat sekeliling, dan suasana hari itu sedang sepi. Beberapa orang terlihat berjalan-jalan tetapi tidak peduli dengan kejadian sekelilingnya.
Secepat kilat namja itu  menghampiri Gae Eun. ia menutup mulut dan hidung Gae Eun dengan sebuah sapu tangan. Gae Eun meronta sejenak dan akhirnya tidak sadarkan diri. Dengan perlahan namja itu membawa Gae Eun ke dalam mobil.
“Hyung… dia kan?”  Hyuk Jae yang hanya ditugaskan mengemudikan mobil kaget melihat Gae Eun yang pingsan.
“jangan banyak tanya! Cepat jalan… jangan sampai orang lain menyadari”
“tapi Hyung…kenapa kita…” kata-kata Hyuk Jae terpotong
“Sudah jangan banyak tanya… jalan sekarang” Jong Won mulai kesal
“tapi hyung?”
“Lee Hyuk Jae… jalan sekarang!” bentaknya
“aishhh… ne Hyung!”
$$$ @ Villa,   17/11/2012 15:03
Ruangan itu hampir dipenuhi warna putih, berada di lantai 2 sebuah Villa mewah di pegunungan. Jendelanya dipasangi jeruji besi. Terlihat kokoh dan sulit dirusak. Seorang manusia dewasa tidak akan bisa kabur dari ruangan itu, bagaimana pun caranya. Di depan pintu ruangan itu terdapat dua orang penjaga.  Seluruh villa itu dikelilingi oleh penjaga-penjaga. Setiap sudut ruangan juga di pasangi kamera, khusunya setiap ruangan menuju ruangan dengan jerugi itu.
Gae Eun masih pingsan dan berada di ruangan jeruji villa itu. Ia tidak diikat, hanya saja ia dikurung dengan penjagaan yang ketat. Gae Eun mulai sadar. Pandangannya masih berkunang-kunang. Ia melihat sekitar dan semuanya putih. Tidak ada telepon atau barang elektronik lainnya di ruangan itu. Gae Eun mencoba mencari ponselnya, tetapi tidak ada.
Ia segera berlari ke arah pintu dan menggedornya. Tetapi percuma pintunya terkunci, ia hanya mendengar teriakan penjaga yang menyuruhnya diam. Ia berlari ke arah jendela, dan tetap percuma karena jendelanya berjerugi. Gae Eun mencoba mencari jalan keluar, ia berpikir keras. Ia melihat sebuah kamera CCTV.
“yakkkk… keluarkan aku!” teriaknya kepada kamera itu. “keluarkan aku!!!” tidak ada yang menjawab. Penjaga yang diluar juga tidak menjawab. Mereka mungkin berencana tidak peduli. “hey… kalian diluar, keluarkan aku. Apa mau kalian? Keluarkan aku!!!!”
Gae Eun kesal sendiri. Tidak ada yang mendengarkannya. Ia akhirnya terduduk di sudut ruang itu. Airmatanya tidak dapat dibendung.
“oppa…. Tolong aku!” tangisnya. “ Jung soo oppa tolong aku!  Sungmin oppa…donghae oppa” ia terus saja terisak. “keluarkan aku dari sini!”
Hyuk Jae hanya terdiam. Ia tidak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya bisa melihat dari layar CCTV saja. Jong Won sudah mengultimatumnya untuk tidak menggagalkan lagi rencana ini. Ia telah melarangnya untuk menaruh perasaan apapun pada  Gae Eun. kalau tidak, Gae Eun akan mati.
$$$ @ @Perusahaan Home Shopping Super, 19/11/2012  11:09
Donghae segera berlari ke arah lift. Ada suatu masalah yang perlu ia klarifikasi kepada President Park. Semetara diruangnnya President Park sedang kacau. Ia mondar-mandir ruangannya tanpa henti. Sungmin tidak terlihat di sana.
“President…” Donghae masuk begitu saja tanpa permisi.
“Donghae-ssi” President Park terlihat kacau. Ini pertama kalinya ia terlihat seperti ini.
“ apa…. Gae Eun…” Donghae tidak dapat melanjutkan pertanyaannya.
“ aku tidak tahu….. kita tidak boleh mengambil kesimpulan sendiri. Sungmin-ssi sedang mengurusnya sekarang.” President Park mencoba tenang, tetapi ia terdengar panik.
Sungmin memasuki ruangan. Ia juga terlihat panik. “Hyung….ah, miannata! President, saya tidak bisa menemukannya”
“mwo? Kamu sudah mencoba mencari di teman-temannya?”
“ne… president. Saya hanya belum mencarinya di rumah orangtua President. Saya tidak ingin membuat mereka khawatir”
“biar aku yang urus itu. Gae Eun-ah…kamu dimana?”
“President” Donghae angkat bicara. “biarkan saya membantu mencari. Saya kenal beberapa temannya.”
“gomawo…” President Park mengenggam tangan Donghae. “ aku minta tolong padamu. Donghae-ssi, kamu lebih mengenal adikku daripada aku. Aku mohon bantuanmu untuk menemukannya. Aku mohon…” President Park tiba-tiba lemas. “ia dongsaengku satu-satunya, aku sangat menyanyanginya!”
“Hyung….!” Sungmin membantu President Park berdiri. “ Hyung tenanglah… kita akan mencari Gae Eun semampu kita. Kita pasti akan menemukannya” Sungmin berbicara informal
“iya President Park,  mohon anda bersabar”
“aku percayakan pada kalian berdua!”
“ Hyung harus kuat… aku yakin ini perbuatan Cho Kyu Hyun”  ia mulai kesal. “ aku tahu ia kan berbuat seperti  ini.”
“ ne…. mungkin seperti itu. Saya akan menyelidikinya” Donghae juga kesal
“baiklah Donghae-ssi” President Park mencoba tenang kembali.
$$$ @ Villa,   19/11/2012 14:01
Hyuk Jae berjalan menuju ruangan Gae Eun. ia sebenarnya merasa berat, tetapi Jong Won menugasnya sebagai pengawas Gae Eun. ia harus mengawasinya 24 jam, dan memenuhi semua kebutuhannya. Jong Won menghukumnya dengan cara yang sangat halus tetapi menyakitkan.
“berikan makanan ini padanya!” Hyuk Jae memerintah penjaga didepan ruangan Gae Eun
“siap!” penjaga itu masuk.
#prangggg# terdengar suara piring pecah. Penjaga itu berteriak karena kesal.
“yakkk…. Kamu mau mati? Makanlah!!!” teriak penjaga itu
“keluarkan aku!” Gae Eun mencoba melawan. Ia menarik-narik penjaga itu. “keluarkan aku”
“nappen (brengsek) yoeja!” penjaga mendorong Gae Eun hingga tersungkur. Ia mengangkat tangan tinggi dan hendak memukul Gae Eun
“hentikan!!!” Hyuk Jae menghalangi. “bersihkan ini dan keluarlah!biar dia aku yang urus. Ambilkan makanan lagi!”
“siap” Penjaga membersihkan kekacauan itu. Berapa menit kemudian ia keluar
Hyuk Jae masih berdiri dan terus melihat ke arah Gae Eun “tunggu… bawakan juga pakaian!” Hyuk Jae mendekati Gae Eun yang sedang menangis di pojok ruangan. “Kwaenchana? Kau harus makan” Hyuk Jae mencoba menyentuh Gae Eun.
Gae Eun  menepisnya. “Shiroe…pergi sana!” ia masih terisak.
“Gae Eun-ah…mianhae!” sekali lagi Hyuk Jae mencoba menyentuhnya.
“pergi!!!!”
“Gae Eun-ah” Hyuk jae melihat tangan Gae Eun terluka. “ lihat tanganmu berdarah.”
Gae Eun menyembunyikan tangannya. “pergi!!!” ia sama sekali tidak mau menatap Hyuk Jae.
“yang diluar… ambilkan kotak P3K” teriaknya. “ kemarilah…. Biar aku obati!”
“tidak perlu….”  Gae Eun semakin menjauhkan dirinya dari Hyuk Jae. “ahhh…” tangannya terasa perih karena terkena air matanya.
“Gae Eun-ah…jebal! Dengarkan aku” Hyuk Jae terpaksa menarik tangan Gae Eun yang terluka.
“ahhh…lepaskan! Pergi!!!” Gae Eun meronta, tangannya semakin banyak mengeluarkan darah.
“hey kalian… mana obatnya?”
Penjaga yang diluar segera masuk membawa makanan, pakaian dan kotak P3K. “miannata” ia pun keluar
“kamu seharusnya tidak melawan. Lihat tanganmu… dengan melawan itu berarti kamu menyakiti dirimu sendiri” Hyuk Jae dengan hati-hati mengobati luka Gae Eun.
Gae Eun akhirnya berhenti meronta. Ia terus saja menatap Hyuk Jae yang dengan perhatian mengobatinya. “kenapa kau baik padaku? biarkan saja aku mati disini”
“habis ini kamu makan… gantilah bajumu! Lihat ada bercak darah disitu. Jika kau perlu sesuatu katakan saja” Hyuk Jae mengalihkan pembicaraan
“yakkk… Hyuk Jae-ssi! Lepaskan aku! Itu yang aku butuhkan” teriak Gae Eun
“semuanya sudah beres! Nanti aku akan kembali untuk mengganti perban lukamu.” Hyuk Jae meninggalkan Gae Eun
“ Lee Hyuk Jae… aku benci kamu! Lepaskan akuL! lepaskan aku!”
“awasi dia… jika ia membutuhkan sesuatu, beri tahu aku!” Hyuk Jae berpesan pada penjaga.
“ Lee Hyuk Jae…lepaskan aku!biarkan aku pergi” tangis Gae Eun meledak
$$$
Hyuk Jae membuka pintu dengan perlahan. Ia tidak mau Gae Eun terbangun. Ia telah mengawasinya semalaman. Gae Eun tidak menyentuh makanannya sedikit pun. Ia hanya menangis dipojok ruangan. Tempat itu menjadi tempat favoritenya sekarang. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk membersihkan diri dan tidur. Mungkin ia akhirnya menyadari kalau semuanya sia-sia.
#kleeek# Hyuk Jae sudah berusaha untuk tidak membuat suara sedikit pun tetapi tanpa sengaja pintu itu mengeluarkan bunyi. Hyuk Jae menahan napas, takut kalau Gae Eun terbangun. Tetapi ternyata Gae Eun masih tertidur pulas. Ia terlihat sangat kacau, memprihatinkan. Rona bahagia di wajahnya hilang. Gae Eun yang ia kenal dulu sudah berubah hanya dalam beberapa hari.
Hyuk Jae menaruh makanan yang ia bawa di meja kecil didamping tempat tidur. Hyuk Jae memperhatikan Gae Eun yang sedang tertidur. Yoeja yang ia cintai sekarang menderita dan ia tidak bisa melakukan apapun.
Gae Eun membuka matanya. Ia segera menjauh ketika menyadari kalau Hyuk Jae didekatnya. “ pergi!”
“ Gae Eun-ah” panggilnya lembut. “ sarapanlah dulu”
“ania…pergi! Lepaskan aku”
“mianhae…. Aku tidak bisa melepaskanmu. Sebaiknya kamu menurut saja, maka kamu akan selamat”
“apa maumu?”
“Gae Eun-ah… seharusnya kamu tidak terlibat. Ini masalah President Park dan President Cho!”
“Mwo? Jadi kamu menculikku karena mau menggertak President Park?”
“ne….” Hyuk Jae mencoba menjelaskan
“yakkk… kamu tahu sendiri, aku hanya orang yang dipekerjakan President Park untuk menemukan mata-mata diperusahaan. Tidak ada gunanya kamu menculikku. Ara?”
“Go Gae Eun… ania… Park Gae Eun, itu namamu kan? Kamu adalah dongsaeng President Park”
“mwo? Hahhhh…. Karangan yang bagus” Gae Eun mencoba untuk terlihat meyakinkan
“Gae Eun-ah… aku tidak akan menyakitimu. Aku tahu semuanya, Jong Won hyung tahu semuanya. Sebaiknya sekarang kamu makan. Jangan sampai kamu sakit” Hyuk Jae menyodorkan nampan berisi makanan.
“nappenum… shiore! Pergi… pergi!!!” Gae Eun kesal. Ia melempar vas bunga ke arah Hyuk Jae.
“ahhh….” Kapal Hyuk Jae terkena vas bunga itu. Kepala Hyuk jae berdarah.
“pergi….” Gae Eun kembali mengambil benda keras didekatnya.
“hentikan….” Hyuk Jae menahan tangan Gae Eun, kepalanya berdarah. “ kamu bisa terluka. Makanlah….jebal” tatapan Hyuk Jae sendu
$$$
Jong Won membersihkan luka di kepala Hyuk Jae. “lihatlah… kamu terluka karenanya. Kenapa kamu begitu peduli padanya? Ia mencampakanmu”
“ Hyung… bisakan melepaskan kamera di ruangan itu?”
“weo? Kamu mau membawanya kabur?”
“ania… Hyung! Kita memiliki 2 penjaga di depan pintu, dan banyak kamera di seluruh gedung. Bisakah yang di ruangan itu kameranya ditiadakan. Aku hanya tidak mau Gae Eun merasa tidak nyaman. Kita seperti penguntit saja. Ia seorang yoeja yang butuh privasi”
“hahhhh… arayoe! Aku akan mengabulkan permintaanmu yang satu ini. Tapi ingat, kalau kamu sampai menggagalkan misi ini. Gae Eun dalam masalah”
“ne Hyung! Gomawo” Hyuk  Jae meninggalkan Jong Won
“ Hyuk Jae-ah… aku berharap kamu kembali seperti dulu”
Hyuk Jae menghentikan langkahnya. “ne hyung… arasoe”
$$$ @ Villa, 21/11/2012 16:42
“ apa yang kalian lakukan?” Hyuk Jae marah kepada kedua penjaga itu. “kenapa kalian bisa tida tahu? Keluar sekarang”
Hyuk Jae segera menggendong Gae Eun yang jatuh pingsan. Ia terlihat kurus karena tidak mau makan sama sekali. Ia hanya terkadang menyentuh air minum yang diberikan. Selebihnya tidak. Hyuk Jae kaget, Gae Eun terasa sangat ringan. Jauh lebih ringan dibandingkan saat itu, waktu masih diperusahaan. Hyuk Jae menidurkan Gae Eun di kasur. Badannya sangat panas. Rupanya ia demam.
“Hyung… bisa bawa dokter ke sini? Gae Eun pingsan, sepertinya ia demam!”
“arasoe… tunggu”
Ia panik, apa yang harus dilakukan?  Hyuk Jae segara mencari baskom dan kain untuk mengompres Gae Eun. ia berharap itu bisa menurunkan demamnya.
$$$
“bagaimana dokter?” Hyuk Jae panik
“ia hanya kekurangan gizi karena beberapa hari tidak makan. Saya sudah memasangkannya infuse. Semoga dalam beberapa hari, ia bisa membaik”
“gomawo… dokter” Jong Won mengantar dokter itu pulang.
Hyuk Jae meminta izin pada Jong Won untuk menemani Gae Eun malam ini. Ia khawatir akan terjadi apa-apa pada Gae Eun. selang infus terpasang dipergelangan tangan Gae Eun. ia belum sadar dari tadi. wajahnya pucat sekali, tulang pipinya terlihat sangat jelas. Walaupun begitu ia tetap terlihat manis. Gae Eun yang manis namun penuh dengan kesedihan. Begitulah menggambarkan Gae Eun sekarang.
“oppa….oppa!” Gae Eun mengigau. “oppa!”
Hyuk Jae terbangun. “Gae Eun-ah?”
“oppa! Jung Soo oppa”
“tenanglah Gae Eun!” Hyuk Jae memegang kening Gae Eun. “kamu masih demam!”
“ Jung Soo oppa…. Sungmin oppa! Tolong aku!”
Hyuk Jae mengompres Gae Eun lagi. “ apakah kamu benar-benar membenciku?”
“ Donghae oppa, tolong aku”
“kenapa yang kamu ingat hanya Donghae? Apa ia begitu berarti untukmu?”  Hyuk Jae berbicara pelan
“oppa… jebal, lepaskan aku! Hyuk Jae oppa, jebal lepaskan aku!” Gae Eun masih mengigau
“  Gae Eun-ah… mianhae!” Hyuk Jae menggenggam tangan Gae Eun erat. “ apa yang harus aku lakukan?”
$$$
Gae Eun terbangun. Kepalanya terasa pusing sekali. Ia tidak mengingat apa-apa. Ia hanya tahu kepalanya sangat pusing saat itu dan semuanya berubah gelap. Ia kaget mendapati dirinya dengan infuse. Ia lebih kaget lagi menemukan Hyuk Jae tertidur di samping kasurnya sambil menggenggam tangannya.
“Hyuk Jae-ssi …ahh…ania!oppa ….irona” Gae Eun mengguncangkan badan Hyuk Jae perlahan.
“ah…” Hyuk Jae segera bangun. “  Gae Eun-ah… kamu sudah siuman? Mau makan apa?”
“oppa….kenapa oppa tidur disini?” Gae Eun berubah, ia kembali seperti biasanya.
“oppa?” Hyuk Jae tersenyum. “aku khawatir padamu. Aku menemukanmu pingsan kemarin”
“oppa benar tidak bisa melepaskanku? Apakah aku melakukan kesalahan pada oppa? Apa aku menyakiti oppa?”
“ania… aku hanya menjalankan perintah. Aku tidak akan menyakitimu”
“tetapi oppa mau menyakiti Jung Soo oppa kan?”
“soal itu” Hyuk Jae tidak bisa menjawab
Gae Eun tersenyum tulus. “oppa tahu? Apa yang Jung Soo oppa rasakan sekarang juga aku rasakan.” Gae Eun terdiam sejenak. “ aku akan terima. Aku anggap ini balasan buatku. Tetapi jangan sakiti Jung Soo oppa lagi. Jebal…”
“bukan begitu Gae Eun-ah…”
“oppa aku mau makan. Aku tidak mau mati disini sebelum bertemu Jung Soo oppa, Sungmin oppa  dan Donghae oppa”
“ara… aku akan mengambilkannya!” Hyuk Jae berjalan dengan gontai.
$$$
“ oppa mianhae…”
Hyuk Jae menghentikan suapannya. “kamu tidak salah apapun!”
“aku yakin oppa benci padaku. mianhae…”
“aku tidak membencimu” Hyuk Jae menyodorkan sesendok sup ke arah mulut Gae Eun
Gae Eun menggeleng. “aku sudah kenyang”
“baiklah… aku keluar”Hyuk Jae membawa nampan makanan itu keluar.
“oppa…. Mau kan oppa tinggal disini sebentar?”
“ne… ara” Hyuk Jae menitipkan nampan itu pada penjaga didepan pintu.
Gae Eun mencoba bangun dari tempat tidur. “oppa… mianhae!”
“weo?”  Hyuk Jae membantu Gae Eun bangun dari tempat tidur. Ia membantunya duduk di kursi dekat jendela.
“oppa membenciku kan? Oppa tidak perlu berbuat baik padaku, lakukan saja keinginan oppa. Aku yakin dengan begitu oppa akan merasa tenang”
“ania… aku tidak membencimu.”
Gae Eun menatap Hyuk Jae dalam-dalam. “lalu apa? Tidak mungkin oppa tidak membenciku. Aku jahat pada oppa. Aku yakin oppa tidak mempercayai apapun perkataanku sekarang”
“ania… aku percaya”
“weo oppa?” Gae Eun tidak mengerti
“lebih baik kamu beristirahat!” Hyuk Jae hendak pergi
“tunggu!” Gae Eun memegang tangan Hyuk Jae. “ gomawo oppa! Aku sangat senang bisa mengenal oppa. Oppa melihatku sebagai seorang yoeja, bukan anak kecil. Hal itu tidak pernah aku dapatkan dari siapapun. Seperti janjiku, aku percaya oppa sampai sekarang. Oppa tidak akan menyakitiku kan?. Aku menyukai oppa. Aku sungguh-sungguh menyukai oppa. Semua yang aku katakan bukan kebohongan. Gomawo oppa! Aku harap oppa memaafkanku dan percaya lagi padaku.” Gae Eun tertawa kecil. “sepertinya aku selalu menyusahkan orang lain. Aku selalu menyakiti orang lain. Dan sekarang aku menyakiti oppa. Seharusnya aku mati”
Hyuk Jae berbalik dan memeluk Gae Eun. “hentikan… aku tidak pernah menyalahkanmu. Aku percaya padamu. Hentika…”
“oppa!” Gae Eun menangis dalam pelukan Hyuk Jae. “mianhae oppa!”
$$$ @ Perusahaan Home Shopping Super,   23/11/2012 12:12
President Park terlihat sangat kacau. Sampai sekarang ia belum bisa menemukan jejak Gae Eun. Sungmin dan Donghae belum bisa mengabarkan apapun. Tidak ada tanda-tanda Gae Eun sedikitpun. President Park hampir menyerah, ia rasanya ingin mati. Kenapa ia tidak bisa melindungi adiknya sendiri?
“ Hyung…”  Sungmin datang, tidak kalah kacau dengan President Park. “ah miannata”
“lupakan sungmin-ah… ada apa? Apa kamu menemukan sesuatu tentang Gae Eun?”
“ne hyung…. Ini dari President Cho” Sungmin memberi sebuah surat.
President Park segera membacanya. “arrrgh…” teriaknya kesal
“ dia menculik dan menawan Gae Eun. ia menggunakan Gae Eun sebagai senjata untuk mendapatkan seluruh perusahaan”
“berikan semuanya… aku tidak butuh” teriaknya
“tetapi hyung… hyung tidak bisa begini. Kita harus berpikir dengan dingin. Gae Eun pasti tidak mau seperti ini”
“Sungmin-ah… aku tidak peduli. Berikan apa yang dia mau. Gae Eun lebih berharga dari perusahaan ini. Ara?” bentaknya
“arayoe hyung…jebal, berpikirlah dengan tenang”
“apa kamu tidak tahu? Kyu Hyun pasti menyakiti Gae Eun… Sungmin-ah! Aku mau Gae Eun ada disisiku sekarang”
#tok….tok….tok# Donghae memasuki ruangan.
“Sungmin-ssi! Aku menemukannya” kata Donghae
Sungmin tersenyum. “ Hyung… serahkan ini pada kami. Hyung harus kuat. Jangan biarkan perusahaan ini jatuh pada President Cho”
President Park menarik napas dalam. “baiklah…tetapi cepatlah! Gae Eun sedang menderita sekarang. Aku dapat merasakannya”
$$$ @ Villa,   23/11/2012 20:01
Sungmin memarkirkan mobilnya jauh dari villa itu. Ia tidak mau sampai ketahuan. Malam ini ia dan Donghae harus menyelesaikan semuanya. Gae Eun harus segera diselamatkan.
“Sungmin-ssi…. Anda mengawasi saja dari sini. Anda bisa menggunakan ini kan?” Donghae memberikan sebuah pistol bius. “Ketik saya beri aba-aba, anda tumbangkan dulu penjaga yang didepan. Kemudian habisi sisanya. Mereka ada di belakang villa. Kemudian jemput kami di tempat mobil tadi”
“arayoe Donghae-ssi! Apa anda tidak membutuhkan bantuan di dalam?”
“ania… akan lebih mudah jika satu orang yang masuk.” Donghae bersiap beraksi. “ ketika listrik mati, itu aba-abaku” Donghae memakai kacamata infrarednya. “gunakan ini… akan sangat membantu”
“gomawo…percayakan padaku” Sungmin menggunakan kacamata pemberian Donghae
$$$
Dalam sekejap Donghae berhasil berhasil memasuki villa itu dan menjatuhkan beberapa penjaga. Ia harus segera menemukan ruangan tempat Gae Eun disekap, sebelum  penjaga yang lain menyadarinya. Donghae mendobrak pintu untuk kesekian kalinya. Beruntung, ruangan yang ia dobrak berikutnya tempat Gae Eun disekap.
“Gae Eun-ah” Donghae melihat selang infuse melekat dilengan Gae Eun
“Donghae oppa?” Gae Eun mencabut paksa jarum infuse dari tangannya.”ahhhh”
“Gae Eun-ah…Kwaenchana? Cepat naik ke punggung oppa!”
“ah… ne oppa”
Donghae segera berlari dengan Gae Eun di punggungnya. Jong Won dan beberapa penjaga yang lain terdengar ribut mencarinya. Donghae segera keluar dari  villa itu dan menuju tempa Sungmin menunggu.
“oppa… kwaenchana? Aku bisa berjalan sendiri”
“ania… kamu terlihat lemah. Lihat saja kamu terasa ringan. Jangan berdebat dengan oppa  di saat seperti ini”
“ne… oppa!”
#darrrr# terdengar suara tembakan dari arah belakang mereka. Donghae tumbang begitu saja. Kakinya terkena tembakan. Ia mengaduh kesakitan.
“oppa!” Gae Eun panik.
“apa kamu sanggup berlari?”
“ne…oppa” Gae Eun mencoba untuk tidak panik. “Kwaenchana?”
“ne… larilah ke sana!” Donghae menunjuk suatu arah. “ Sungmin-ssi telah menunggu”
“ania oppa… lalu oppa bagaimana?”
“jangan pedulikan aku… pergilah!” perintah Donghae
“ania oppa!”
“ Gae Eun-ah… kemarilah” kata Hyuk Jae. Ialah yang menembak Donghae tadi.
“oppa jebal!” Gae Eun memohon pada Hyuk Jae.
“kembali ke sini!” perintahnya lagi. Ia mengarahkan pistolnya pada Donghae
“Gae Eun-ah…pergi sana! Lari!!!” kata donghae setengah berteriak.
“ Hyuk Jae oppa, jebal! Biarkan Donghae oppa pergi… aku akan mengikutimu” mohon Gae Eun sambil menangis
“ania… aku tidak bisa melepaskannya!”   Hyuk Jae bersikeras.
“yakkk… Hyuk Jae-ssi!  Tembak saja aku, tetapi lepaskan Gae Eun” ia menatap Gae Eun. “pergi sana!!!”
“oppa ania…!” Gae Eun tidak mau melepas tangan Donghae. “ Hyuk Jae oppa! Jebal….jangan tembak Donghae oppa”
“Gae Eun-ah… pergi” perintah Donghae lagi. “ jebal tinggalkan aku!”
“ania oppa” Gae Eun sesekali melirik Hyuk Jae yang masih menodongkan senjatanya pada Donghae
“Gae Eun-ah…. Menyingkir dari situ. Aku harus menghabisinya” kata Hyuk Jae
Gae Eun segera menghalangi arah pistol Hyuk Jae. “ania oppa… bunuh aku saja! Jangan sakiti Donghae oppa!”
“menyingkirlah!” Teriak Hyuk Jae
“Gae Eun-ah…pergi!!!” teriak Donghae juga. “pergi!!!”
“ania… Donghae oppa, Jung Soo oppa, Sungmin oppa… kalian menderita karena aku. Dan Hyuk Jae oppa. Aku telah menyakitimu. Aku pantas mati”
“ania… menyingkirlah” Hyuk Jae masih menodongkan pistolnya. Ia mencari celah diantara Gae Eun untuk menembak Donghae.
“oppa tembak saja aku! Oppa membenciku kan?”
 “ania” Hyuk Jae menurunkan pistolnya. “ aku tidak membencimu. Pergilah!!!” ia melangkah ke arah Gae Eun dan Donghae
“Gae Eun-ah… awas!” Donghae memperingati
“ania oppa…  Hyuk Jae oppa tidak akan menyakitiku”
“Kalian pergilah… aku akan mengurus sisanya” Hyuk Jae membantu Donghae berdiri. “kamu sanggup memapahnya?”
“ne…oppa! Ayo ikut kami. Jung Soo oppa akan melindungimu”
“ania… aku harus disini! Pergilah” Hyuk Jae berjalan menunduk meninggalkan Gae Eun dan Donghae
“Hyuk Jae-ah…. Minggir!” teriak  Jong Won dari arah depannya. Ia menodongkan pistolnya kearah Gae Eun
“Hyung? Andwae…” Hyuk Jae segera berbalik dan berlari ke arah jalur peluru pistol itu. #darrrrr# peluru itu menembus  punggungnya
Gae Eun kaget dan menoleh. “oppa!” teriaknya
“pergilah… saranghae!” kata Hyuk Jae, hingga akhirnya ia rebah dan tidak bergerak.
Gae Eun hendak menghampirinya. Tetapi Donghae mencegah. Tepat pada waktunya, Sungmin datang menjemput. Gae Eun di tarik paksa memasuki mobil. Ia meronta sekuat tenaga. Airmatanya mengalir dengan deras. Tatapannya tidak berpindah dari Hyuk Jae yang kini telah tiada. Ia hanya melihat darah yang terus saja mengalir dari tubuh Hyuk Jae hingga saat terakhir mobil yang ia tumpangi melaju kencang meninggalkan mayat Hyuk Jae dengan Jong Won yang menaingisinya.
$$$ @ Bandara Incheon,  30/11/2012 10:23
“ kamu yakin tidak ingin tinggal dengan oppa?” tanya President Park
“ania oppa… sepertinya aku sudah cukup merepotkan oppa!”
“apa kamu yakin?” President Park menarik hidung Gae Eun
Gae Eun meronta. “lepaskan oppa! Sungmin oppa… jaga Park Jung Soo ya?”
“yakkk… beraninya memanggil namaku seperti itu”
“ne Gae Eun-ah… aku akan menjaga Hyung” Sungmin tersenyum
“ aku berangkat oppa! Kapan-kapan kunjungi aku di Amerika”
“ne… annyeong!” kata President Park dan Sungmin hampir bersamaan
$$$
Gae Eun sedang mencari nomor kursinya. Beberapa kali ia harus terjepit oleh penumpang lain yang sedang merapikan barangnya.
“akhirnya ketemu juga” ia  segera duduk dikursinya. Tepat di dekat jendela.
“permisi… boleh bergabung?” kata seseorang
“ah…. Ne!” jawab Gae Eun tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela.
Gae Eun masih asyik melihat keluar jendela. Ia terlihat antusias melihat cara kerja para kru pesawat. Tanpa sengaja Gae Eun menyenggol  buku penumpang disebelahnya yang ditaruh tepat di  lengan kursi.
“ah… mianhae!” Gae Eun segera memungutnya. “ini! Mianhae” ia memberikanya tanpa melihat wajah si empunya
“gomawo!!!” kata orang itu
Gae Eun seperti mengenal suara itu. Ia akhirnya melihat ke arah orang disebelahnya. “hahhhh!!!!” ia terkejut.
“annyeong… Gae Eun-ah” sapanya sambil tersenyum
“oppa? Hyuk Jae oppa?” Gae Eun tidak percaya. Apa yang ia lihat hantu?
“mianhae mengagetkanmu…” Hyuk Jae tersenyum. “tenanglah aku bukan hantu!”
“tetapi oppa kan… sudah..” Gae Eun terbata
“apa kamu tidak tahu? Jong Won hyung sangat menyayangiku. Ia sudah mengatur semuanya sejak awal”
“mwo?”
“menuruti misi itu hanyalah rekayasa. Hyung sudah merencanakan akan membunuhku dari awal. Dengan aku mati Mr. Shin tidak akan mencariku lagi, dan aku bisa bersamamu”
“tidak bisa dipercaya!” Gae Eun geleng-geleng kepala.
“kamu tidak suka? Apa kamu lebih senang aku mati?”
“ania…oppa! Aku sangat senang. Kira-kira bagaimana reaksi  Donghae oppa kalau….” Kalimat Gae Eun terpotong
“andwae… Donghae lagi?” Hyuk Jae kesal
“ania…mianhae oppa! Aku tidak akan membicarakan Donghae oppa lagi”
“jadi?” Hyuk Jae bermain mata
“mwo?” Gae Eun tidak mengerti.
“ kamu tidak mau mengatakan sesuatu?”
“ania… semuanya sudah aku katakan” Gae Eun tersenyum nakal
“Gae Eun-ah” Hyuk Jae kesal  lagi
“ Sarangahe oppa!” Gae Eun berbisik di telinga Hyuk Jae.
“aigoo…” Hyuk Jae mengecup bibir Gae Eun
“oppa… pesawatnya mau berangkat” Gae Eun segera melihat ke arah jendela untuk menyembunyika pipinya yang merah
“awas kamu…” Hyuk Jae mengancam.
-END-