Tags

, ,


a promise for you

CTitle                               : A Promise for You

Author                        : Chanyeonie (Yunn Wahyunee)

Main casts                : Kim Jang Mi (OC)| Cho Kyu Hyun|

Support casts    : Oh Song Kyung (OC)|Lee Sung Min| Kim Hee Chul and  others.

Genre                           : Romance, Friendship, Drama.

Length                        : One Shoot (Long-Shoot)

Rating                          : Teen

Author note   :

Holla… ini adalah  fanfiction perdana author –dibuat dua tahun yang lalu. Jadi maaf banget karena fanfictionnya udah lama banget. Maklumi kalau bahasa –narasinya –ancur. Karena seperti kataku sebelumnya, dulu ini adalah fanfiction pertama author. Fanfcition ini mengalami sedikit perubahan. Jangan lupa RCL. Pyong ^^

Warning         : Typo dan penulisan yang mungkin tidak sesuai EYD.

-APfY-

Kim Jang Mi sedang duduk sendiri di taman kota. Dia sedang menunggu seseorang. Suasana sore itu sangat tenang. Beberapa orang terlihat sedang berpiknik atau berolah raga, ada juga yang hanya berjalan-jalan santai. Jang Mi termenung sejenak, dia teringat akan kata-kata ayah dan ibunya tadi malam.

“Jang Mi-ya… jangan melamun sore-sore begini. Nanti ayam tetangga mati,” Cho Kyu Hyun menggoda Jang Mi.

Cho Kyu Hyun adalah sahabat  Jang Mi. Mereka telah bersahabat hampir 5 tahun. Berawal dari kelas 2 SMP. Kyu Hyun adalah murid pindahan saat itu. Mereka punya hobi yang sama, intinya mereka sangat cocok.

Ice cream-nya mana?” Jang Mi  menengadahkan tangannya, memaksa Kyu Hyun memberikan sesuatu yang dia minta.

“Ini…coklat ‘kan?” Kyu Hyun memberikan se-cup ice cream.

Negomawo.

“Mengapa melamun? Ada masalah? Atau kamu lagi mikir yadong, eoh?” Kyu Hyun mulai menggoda.

Morago?… aninde,” Jang Mi mecubit pelan Kyu Hyun

“Terus apa?”

“Kyu Hyun-ah… ada satu pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu?”

Mwo?” Sesekali Kyu Hyun memakan ice cream-nya

“Aku heran, kenapa kamu tidak pernah mengenalkan yoejachingu-mu padaku?” Tanya Jang Mi serius.

“Pertanyaan itu lagi? Aku ‘kan sudah bilang, mereka tidak penting. Nanti  kalian bisa berkelahi  untuk memperebutkanku,” Kyu Hyun tertawa kecil.

Jang Mi mengerucutkan bibirnya, “Serius  tahu! Kamu tahu semua namja yang pernah menjadi namjachingu-ku, semua tentang aku kamu tahu. Jahat… kamu membuat aku merasa kalau aku bukan sahabat yang baik bagimu.”

“Sudahlah lupakan! Sekarang kita lebih baik memikirkan masa depan saja. Jangan pacaran terus.  Jadi mahasiswa itu tidak gampang, belajar saja yang benar.”

Ara… kamu pikir aku seperti mereka?” Jang Mi menunjuk sepasang murid sekolah menegah atas yang sedang berjalan-jalan lengkap dengan seragam dan tas sekolah.

Ne… dasar anak kecil,” Kyu Hyun menarik hidung Jang Mi.

“Yak…awas kamu!” Jang Mi tidak mau kalah.

Pada akhirnya Kyu Hyun dan Jang Mi  melakukan aksi kejar-kejaran. Tepat sekali seperti anak kecil. Tahun ini adalah tahun pertama mereka menduduki  bangku universitas. Mereka benar-benar tidak terpisahkan, seperti janji mereka.  Bayangkan saja sejak sekolah menengah  pertama hingga sekarang, mereka memilih tempat yang sama.

-APfY-

“Aku pulang!” Teriak Jang Mi dari pintu depan.

“Selamat datang! Iiiih…yeodeongsange-ku!”Kim Hee Chul –kakak sepupu Jang Mi –menyambut  dengan cubitan di pipi Jang Mi.

Oppaapheuda! Lepaskan, aku bukan anak kecil tahu,” rengek Jang Mi.

“Aku bukan anak kecil tahu!” Hee Chul mengikuti mimik Jang Mi. “ Namjachingu-mu mana?”

Nugu? Perasaan aku untuk saat ini  tidak punya namjachingu.Oppa mau mengejekku?”

Aigoonamjachingu-mu yang setia hidup semati itu! Masak lupa?” Hee Chul tersenyum naka.l

Nugundae? Oppa  aneh deh!”

“Cho Kyu Hyun… pura-pura lupa kamu!” Hee Chul menoyor kepala Jang Mi.

“Dia bukan pacar aku. Kita sahabat dekat, titik. Oppa selalu saja begitu. Sudah berapa kali lagi aku harus menjelaskannya pada Oppa kalau aku dan Kyu Hyun hanya  sahabat,” Jang Mi memelototi pemuda yang sudah seperti kakak kandungnya itu.

Babhonikha?  Dia suka kamu tahu! Aku setuju kamu pacaran dengan dia.”

Jang Mi menutup telinganya, “Aku tidak dengar… aku tidak dengar… aku tidak dengar.” Dia berlari ke kamarnya.

“Jang Mi-ya… kasihan  dia! Kamu harus mau jadi yoejachingu-nya!” Teriak Hee Chul sambil tertawa

Hee Chul selalu senang menggoda Jang Mi. Mereka memang bukan saudara seibu dan seayah. Tetapi sejak kedua orang tuanya meninggal, Jang Mi dan keluarga –paman dan bibinya –bersedia untuk mengurusnya. Jang Mi sangat senang dengan kehadirannya.  Dia dan  Jang Mi  berhasil menjalin hubungan persaudaraan yang baik. Kedekatannya mereka itulah yang menjadi dasar Hee Chul melampiaskan kejahilannya pada Jang Mi. Salah satunya adalah mengejek hubungan Jang Mi dan Kyu Hyun.

-APfY-

Kyu  Hyun tidak henti-hentinya melihat ke layar ponselnya. Jang Mi tidak terlihat sejak tadi. Mereka berdua ada janji untuk makan siang bersama siang ini. Beberapa kali dia telah mencoba menelepon Jang Mi, tetapi ponselnya tidak aktif. Walaupun mereka mengambil jurusan yang berbeda, mereka selalu menyempatkan diri untuk bertemu dan mengobrol. Tetapi kali ini Jang Mi  menghilang begitu saja. Dia  tidak memberi kabar sama sekali sejak tadi pagi.

Akhirnya, Kyu Hyun memutuskan untuk mencari Jang Mi ke kampusnya. Beberapa mahasiswi melihat ke arahnya. Bagaimana tidak? Cho Kyu Hyun adalah pemuda yang sangat tampan. Dia tinggi, putih dan terlihat jelas kalau dia juga pintar. Dia bukan tipe cowok yang jaga image. Senjata rahasianya untuk menaklukkan hati para gadis adalah senyum evil-nya yang membuat siapapun yang melihatnya berteriak histeris.

Mianhae…. Apa kau tahu Kim Jang Mi?” Tanya Kyu hyun kepada salah satu mahasiswi yang sejak tadi terpesona melihatnya.

Ani…,” jawabnya dengan suara gemetar.

“Oh…gomawo.

“Aku tahu!” Sambar salah seorang gadis.“Tadi aku melihatnya di bagian Prodi!” Suaranya juga terdengar gemetar.

Jinja? Gomawo,” Kyu Hyun mengumbar senyum khasnya.

Ne… aku boleh tahu namamu?” tanya gadis itu lagi.

“Cho Kyu  Hyun imnida,” dia pergi meninggalkan gadis yang hampir pingsan karena ulahnya itu.

Terdengar beberapa teriakan dari mahasiswi-mahasiswi yang lain. Kyu Hyun hanya tersenyum menikmati kepopulerannya.

-APfY-

Jang Mi berjalan gontai. Pikirannya entah melayang kemana. Haruskah dia mengatakan semuanya kepada Kyu Hyun? Tetapi dia tidak tega. Dia tidak mau membuat Kyu Hyun khawatir. Untuk saat ini dia tidak bisa mengatakannya.

“Jang Mi-ssi…,” panggil seseorang.

Nde?” Jang Mi mencari sumber suara, “Sung Min Sunbae?”

“Kamu mau kemana?” Tanyanya.

“Aku mau makan siang dengan –,” kalimat Jang Mi terpotong.

“ –Kajja… aku juga akan makan siang!” Sung Min mengandeng Jang Mi.

“Tetapi Sunbae, aku sudah –.”

“ –Ayolah jangan malu! Aku yang teraktir,” Sung Min  memaksa dengan halus.

Ne!” Jang Mi pasrah saja.

-APfY-

Gomawo Sunbae,” Jang Mi melambaikan tangannya.

Ne!” Sung Min tersenyum. Dia pun pergi meninggalkan Jang Mi di depan gerbang rumahnya.

“Siapa itu?” Kyu Hyun mengagetkan Jang Mi.

Aigoo… kamu mengagetkan saja. Itu Lee  Sung Min, sunbae-ku!” Jang Mi menjelaskan.

“Begitukah? Jadi kamu mematikan ponsel dan melupakan makan siang kita karena dia?” Kyu Hyun berubah serius.

Jang Mi melongo,“Omomianhae! Ponsel aku mati.  Awalnya aku akan makan siang denganmu, tetapi Sung Min sunbae memaksaku untuk makan  siang dengannya.”

“Baiklah, aku mengalah saja. Hanya, kenapa makan  siang bisa sampai sore begini? Sampai diantar pulang segala. Kamu pacaran dengannya? Ayo mengaku, Jang Mi-ya,” goda Kyu Hyun,

“Dia…dia….dia…,” Jang Mi gelagapan.

Weo?” Kyu Hyun tersenyum evil. “Kamu suka dia ‘kan?”

Nejoah! Puas!!” Jang Mi kesal. Dia berjalan ke arah rumah dengan kesal.

“Yak… Jang  Mi-ya, kamu marah? Aku hanya bercanda.”

Jang Mi tidak mau memperdulikan Kyu Hyun. Dia mengomel sendiri dalam hati. Mengacuhkan Kyu Hyun yang terus berteriak memanggil namanya dan meminta maaf.

-APfY-

Jang Mi termenung sendiri di kamarnya. Belakangan ini dia memang sering melamun. Banyak hal yang dia pikirkan, namun dia tidak dapat menceritakannya kepada Kyu Hyun. Biasanya Kyu Hyun akan menjadi penolongnya untuk semua masalah yang dia hadapi, tetapi untuk sekarang ini tidak. Tok…tok…tok! Seseorang mengetuk pintu kamar Jang Mi.

“Ada apa denganmu?” Hee Chul masuk tanpa dipersilahkan.

Obseoyeo!” Jang Mi mencoba tersenyum.

“Kyu Hyun belum tahu?”

Jang Mi mengangguk, “Aku tidak berani memberi tahunya. Aku takut dia marah!”

“Kalian sudah dewasa, masalah seperti ini bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan.”

“Aku tahu Oppa! Tetapi ini  tidak segampang itu,” Jang Mi kesal –lagi.

“Sudahlah terserah kamu,” Hee Chul pasrah.

Oppa… jangan menyerah seperti itu! Bantu aku,” rengek Jang Mi.

“Sudah malam, tidur saja,” Hee Chul melempar bantal tepat ke wajah Jang Mi.

-APfY-

“Jang Mi-ya… kamu punya hubungan apa dengan Kyu Hyun-ssi?” Tanya Sung Min.

“Dengan Kyu Hyun? Kita sahabat dekat,” jawab Jang Mi, percaya diri.

“Cuma itu?” Sung Min tidak percaya.

Ne… sahabat dekat!”

“Aku kira kamu pacaran dengan dia,” Sung Min tertawa  kecil.

Ania…

“Emm… jadi aku bisa jadi namjachingu-mu?” tanya Sung Min mendadak.

Morago?”

“Kalau kamu tidak mau  juga tidak apa-apa!”

Nde?” Jang Mi makin tidak percaya dengan apa yang baru saja  dia dengar.

“Tetapi aku bisa mengulang lagi pertanyaanku suatu saat ‘kan?”

Nde?Emm.. Sunbae, aku ada kelas. Aku pergi,” Jang Mi meninggalkan Sung Min begitu saja.

-APfY-

Kyu Hyun duduk sambil membaca buku di sebuah café ice cream favoritnya. Seperti biasa dia sedang menunggu Jang Mi. Mereka ada janji untuk jalan-jalan malam ini. Sudah lama mereka tidak bermain karena jadwal kuliah mereka yang tidak pernah mengizinkan mereka bertemu.

Sesekali Kyu Hyun melirik dari ujung bukunya, beberapa  gadis histeris melihatnya. Kyu Hyun semakin menebar senyum untuk meluluhkan hati mereka. Siapa yang tidak akan histeris melihatnya? Apalagi dengan kemeja biru yang melekat di tubuhnya, membuatnya terlihat begitu berkharisma.

“Hey…tebar pesona terus,” Jang Mi memukul pundak Kyu Hyun.

“Kamu ini, sudah datang telat menganggu lagi!” dumel Kyu Hyun.

“Kyu Hyun-ah… kamu baca buku apa, eoh? Cara menggaet pacar?” Ejek Jang Mi

Kyu Hyun menutup bukunya.“Ania… tetapi, cara membuatmu menyukaiku?” Candanya.

Mwo? Aneh… aku mau cerita.”

“Silahkan Agasshi!”

“Sung Min sunbae meminta aku menjadi pacarnya. Otthoke?”

Mwo? Morageuyeo?” Kyu Hyun tidak bisa menyembunyikan kekagetannya.

“Ihk… Sung Min sunbae mengatakan kalau dia menyukaiku.”

“Hah…? Jangan mau! Aku tidak setuju!”

Weo? Biasanya kamu mendukung aku?” Jang Mi bingung dengan sikap Kyu Hyun.

“Kita sudah kuliah, seharusnya lebih konsentrasi pada kuliah. Kamu tidak boleh pacaran!” Kyu Hyun ngoto.t

Mwo? Kamu aneh hari ini.”

“Pokoknya jangan mengiyakan kata-kata Sung Min itu.Ara?”

Ne.., kenapa kamu jadi serius begini? Oke, aku tidak akan menerimanya. Puas? Aku mau ice cream coklat almond, cepat pesan!”

Kyu Hyun pun pergi memesan ice cream untuk Jang Mi. Jang Mi geleng-geleng kepala mengingat alasan Kyu Hyun melarangnya berpacaran dengan Sung Min. Tetapi dia tidak mau ambil pusing, mungkin Kyu Hyun hanya bercanda.

Kyu Hyun datang dengan pesanan ice cream Jang Mi. “Ini Agasshi!”

“Hu!” Jang Mi pura-pura cemberut

“Tidak mau? Ya… sudah!”

Andwae…,” Jang Mi nyengir. “ Kyu Hyun-ah… besok kamu ada acara?”

Aniawae?”

“Jemput aku, eoh? Kita keluar,” Jang Mi menyendok ice cream-nya dan melahapnya.

“Tumben?”

“Aku mau mengenalkan kamu pada seseorang!”

Shiroe!” Tolak Kyu Hyun ketus.

Wae… ayola, sekali-kali aku kenalkan kamu dengan gadis yang aku kenal. Dia cocok untukmu, mungkin kalian bisa lebih dekat.”

“Aku sudah punya yoejachingu,” Kyu Hyun kembali membaca bukunya.

Jinja? Nugu? Kenalkan denganku!”

“Kapan-kapan saja! Suatu saat nanti.”

Aigoo… kamu pasti bohong,” goda Jang Mi.

“Serius… nanti aku kenalkan.”

Ara…,” Jang Mi menyerah.

-APfY-

Gomawo!” Jang Mi memberi hormat.

“Semoga kamu tetap berhasil disana,” kata  pegawai prodi.

Jang Mi segera keluar dari ruangan itu.  Segala urusan dengan universitas sudah beres. Sekarang tinggal bagaimana cara dia mengatakannya pada Kyu Hyun. Jang Mi berpikir keras tentang itu. Tanpa dia sadari, dia menabrak seseorang di dekat pintu masuk ke ruang kelas.

Mianhae…”

“Yak… Jang Mi-ya!” Kyu Hyun menyapa.

“Ey…ndo? Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Mencari kamu, memangnya ada yang lain?”

“Ah…ada apa?”

“Aku ada ti –,” kalimat Kyu Hyun terpotong oleh suara ponsel Jang Mi.

“Tunggu!” Jang Mi segera mengangkat telepon. “Yoboseyeo Sunbae!”

“Kamu di mana?” Tanya Sung Min dari seberang sambungan telepon.

“Baru mau masuk kelas! Weo?”

“Ada kuliah? Rencananya aku mau meminta bantuanmu, tetapi kalau tidak bi –.”

Ania Sunbae…aku bisa. Aku tidak ada kelas.”

“Oke… aku tunggu di depan!”

Ne,” Jang Mi menutup telepon. “Ada apa Kyu Hyun?”

Obsoyeo…,” Kyu Hyun menghela napas. “Aku dapat tiket nonton film, dan aku…akan mengajak yoejachingu-ku menonton sekarang.”

“Emm… bagus! Cuma itu?”

Ne,

“Aku pergi dulu… Sung Min Sunbae menunggu. Selamat menonton!” Jang Mi meninggalkan Kyu Hyun sendiri.

-APfY-

Seperti biasa bioskop tidak pernah sepi. Kyu Hyun termenung sendiri menunggu film yang akan dia tonton diputar. Sebuah popcorn berukuran besar dan segelas besar minuman sudah siap sedia. Dua buah tiket film terselip di saku celananya. Dia berencana untuk mengajak Jang Mi menonton, tetapi dia tidak punya kesempatan mengajaknya. Kyu Hyun menghela napas menghadapi nasibnya.

Sunbae… katanya mau meminta bantuanku, tetapi kenapa ke bioskop?”

“Memang aku meminta bantuanmu ‘kan? Bantu aku memanfaatkan tiket ini,” Sung Min menunjukkan 2 buah tiket film.

“Hah… terserah Sunbae saja.”

“Berhentilah memanggil aku Sunbae. Panggil saja dengan Oppa.

Weo?” Jang Mi bingung.

“Lebih santai saja.”

NeOppa,” Jang Mi melihat seseorang dari kejauhan. “Kyu Hyun? Oppa sebentar,” dia menghampiri orang itu. “Kyu Hyun-ah!”

“Sedang apa disini?” Kyu Hyun kaget mendapati Jang Mi di hadapannya sekarang. “Katanya pergi dengan Sung Min?”

“Memang denganku,” Sung Min tiba-tiba sudah berada di dekat Jang Mi.

“Oh…Oppa mengagetkan. Oppa ini Kyu Hyun, Kyu Hyun ini Sung Min Oppa. Kalian berdua belum berkenalan langsung ‘kan?”

“Aku sudah kenal dia!” Kyu Hyun ketus.

“Aku juga,” Sung Min tidak mau kalah.

Yoejachingu-mu mana? Aku tidak melihatnya dari tadi?”

“Emm…soal itu. Emm…,” Kyu Hyun tidak tahu harus menyatakan alasannya seperti apa.

“Dia tidak bisa menonton karena ada janji dengan ibunya untuk ke salon bersama?” tebak Sung Min

Ne… benar sekali!” Kyu Hyun nyengir kuda.

“Oh begitu” Jang Mi percaya begitu saja. “Sepertinya kita akan menonton film yang  sama. Kajja!” Jang Mi memasuki ruang theater pertama kali.

Kajja… Kyu Hyun-ssi,” Sung Min menepuk pundak Kyu Hyun dan meninggalkannya begitu saja.

-APfY-

Oppa… aku pulang dengan Kyu Hyun saja. Rumah kami searah,” usul Jang Mi.

Nde?” Sung Min ditinggalkan sendiri oleh Jang Mi.

“Kyu Hyun-ah… tunggu aku!” Jang Mi berlari mengejar Kyu Hyun. “Aku pulang denganmu, eoh?”

Wae? Terus Sung Min-ssi?” Kyu Hyun tidak menyangka Jang Mi akan memilih pulang dengannya.

“Kamu tidak suka? Bukannya kamu mau aku jangan dekat-dekat dengan Sung Min Oppa?”

“Memang, tetapi….”

“Tsk…,” Jang Mi mengeryitkan dahinya.

Kajja!”

Jang Mi berpegangan erat pada pinggang Kyu Hyun. Tiba-tiba jantungnya berdetak dengan cepat. Tidak biasanya dia begitu. Perasaan apa yang merasukinya? Jang Mi mencoba untuk tenang. Dia menarik napas panjang, berharap detak jantungnya akan kembali normal. Tidak berhasil, detak jantungnya semakin kencang.

“Jang Mi-ya… kamu tidak kedinginan ‘kan?” Kyu Hyun memegang tangan Jang Mi yang melingkar di pinggangnya

Ania…,” jantung Jang Mi kembali berdetak tidak teratur. “Gwaenchanha! Konsentrasi saja pada jalan,” suara Jang Mi terdengar gemetar.

Kyu Hyun menghentikan motornya. “Pakai jaket ini”D ia melepaskan jaketnya.

“Tidak perlu… aku tidak apa-apa,” Jang Mi tetap kukuh pada pendirian.

“Jangan keras kepala… jelas-jelas kamu gemetar karena kedinginan.”

Kyu Hyun memakaikan jaketnya. Deg…, pipi Jang Mi berubah merah.

“Jang Mi-ya… pipi kamu merah. Kamu deg-degan  dekat aku?” Goda Kyu Hyun.

Aniamerong!”

Ara… aku  hanya bercanda. Kalau tidak pakai jaket kamu bisa demam. Kenapa tidak pulang dengan Sung Min saja. Pakai mobil tidak akan kedinginan ‘kan?”

“Yak…kamu tidak senang aku lebih memilihmu?”

Wae?” Kyu Hyun tersenyum evil.

“Kamu… kamu… kamu sahabat aku ‘kan? Bestfriend is everything. Ara?”

Nealgesseyeo.

-APfY-

Hee Chul duduk santai di beranda rumah. Dia sedang asyik menghitung bintang. Sepasang earphone melekat di telinganya. Sekali-kali kepalanya mengangguk-angguk mengikuti irama musik. Terdengar suara motor memasuki halaman rumah. Tentu saja dia tidak mendengar suara motor itu, hanya lampu motor yang menyilaukan matanya.

Yak…,” Hee Chul kesal.

Mianhae Hyeong…,” Kyu Hyun meminta maaf atas keusilan yang disengaja itu.

“Kamu ini… ey! Jang Mi-ya… sudah sampai, kenapa lengket seperti itu di punggung Kyu Hyun?”

“Jang Mi-ya… sudah sampai,” tidak ada jawaban. “Jang Mi-ya!” Kyu Hyun mencoba menggoyangkan tubuh Jang Mi pelan.

Aigoo… anak ini tidur. Tetapi kenapa pelukannya erat sekali?” Hee Chul memperhatikan dengan seksama wajah Jang Mi.

Kyu Hyun tertawa kecil, “Dia terlihat begitu nyenyak. Hyeong…bantu!”

Ara…,” Hee Chul segera mengendong Jang Mi dan menidurkannya di sofa  ruang keluarga.

“Jang Mi  ditidurkan di situ Hyung? Nanti dia bisa flu.”

“Biar dia bangun sendiri nanti. Bisa keenakan dia aku gendong sampai kamarnya. Berat tahu!” Hee Chul kembali ke kegiatannya semula. “Mau menemaniku atau apa nih?” Hee Chul bingung melihat Kyu Hyun yang masih berdiri di samping kursi malasnya.

Ania Hyeong. Kalau hyung tidak bisa, biar aku saja yang membawa Jang Mi ke kamarnya.”

“Terserahlah!” Hee Chul tidak peduli.

Ne Hyeong,” Kyu Hyun terlihat girang.

-APfY-

Jang Mi pelan-pelan mengendap menuju dapur. Perutnya sudah keroncongan sekali. Tadi dia tidak bisa makan malam. Dia tidak mau bertemu dengan Hee Chul karena suatu alasan. Langkah kaki Jang Mi terdengar begitu jelas di tangga. Dia mencoba berjalan lebih hati-hati lagi.

“Sedang apa kamu? Kenapa mengendap-endap seperti maling?”

Oppaannyeong!” Jang Mi membalik badannya dan hendak kembali ke kamar.

Weo? Kamu takut Oppa-mu ini akan membongkar rahasiamu?”

Ania Oppa… rahasia apa?” Jang Mi mencoba terdengar tenang dan tidak tahu apa-apa.

“Aku heran… kenapa kamu pura-pura tidur tadi?”

Jang Mi kelabakan. Dia sudah  menyangka kalau Hee Chul menyadari aktingnya yang sangat payah itu. “Itu Oppa… itu….”

“Kamu menyukai Kyu Hyun?”

Naega wae? Ania…!” Jang Mi reflek teriak.

“Jawabnya biasa saja! Kalau kamu suka bilang Oppa saja. Kenapa sekarang kamu rahasian sama Oppa?”

“Soal itu… aku tidak tahu Oppa! Tidak mungkin aku suka Kyu Hyun. Dia sahabat aku. Kita sudah bersahabat 5 tahun, Oppa!” Jang Mi mencoba mengklarifikasi, “5 tahun!”

“Itu sebabnya. Kamu sudah mengenal dia 5 tahun, sangat tidak mungkin kalau perasaan itu tidak tumbuh.”

“Tapi Oppa… aku yakin kalau aku tidak menyukai Kyu Hyun lebih dari sebagai seorang sahabat,” Jang Mi mencoba terdengar yakin.

“Terus bagaimana kalau Kyu Hyun menyukaimu? Mencintaimu?”

Jang Mi tertawa kecil, “Tidak mungkin Oppa. Sekarang Kyu Hyun punya yoejachingu.”

Nugundae?”

Molla.

“Kyu Hyun membohongimu…coba kamu pikir!”

“Emm…ania! Kyu Hyun tidak pernah berbohong padaku. Sudahlah… aku lapar,” Jang Mi tanpa ragu meninggalkan Hee Chul sendiri.

“Hey…aku belum selesai,” Hee Chul mengikuti.

“Apa lagi Oppa?” Jang Mi mencoba acuh tak acuh dan mencari makanan di dapur.

“Kamu sudah bilang padanya kalau 2 minggu lagi kita akan pindah ke China?” Hee Chul berubah serius.

“Aku belum sempat Oppa!” Jang Mi terdengar malas membahas masalah itu.

Weo? Kamu memang tidak mau bilang padanya ‘kan?”

Ania… aku hanya menunggu waktu yang tepat saja.”

“Kapan? Sebaiknya kamu bilang sekarang. Begini sikap seorang sahabat, menyembunyikan sesuatu yang penting dari sahabatnya?”

Oppa… ini tidak semudah itu. Aku merasa aku telah melanggar janji.”

Hee Chul tertawa,“ Jang Mi-ya… kalian sudah dewasa. Tidak perlu mempermasalahkan janji kalian saat itu. Itu hanya janji seorang anak kecil. Aku yakin Kyu Hyun akan mengerti.”

“Aku rasa juga begitu, tapi….”

“Apa lagi!?Bilang saja pada Kyu Hyun…  kamu akan pindah ke China.“

Arayoe… aku akan bilang!”

-APfY-

“Jang Mi-ya… tunggu!” Kyu Hyun mengejar Jang Mi.

Ne, aku tunggu.”

Kyu Hyun menggandeng tangan  Jang Mi. “Sudah lama tidak jalan-jalan seperti ini. Jadi mahasiswa memang merepotkan. Tugas selalu menumpuk.”

Ne…,” Jang Mi menatap Kyu Hyun. Detak jantungnya kembali tidak terkontrol. Jang Mi segera melepaskan genggaman  tangan Kyu Hyun

“Kamu kenapa?” Kyu Hyun panik.

“Tidak ada… hanya tiba-tiba perasaanku tidak enak.”

“Kamu sakit, Jang Mi-ya?”

Jang Mi menarik napas tidak teratur,“Ania… aku hanya tersedak tadi.”

“Tersedak?”

“Lupakan… Kyu Hyun-ah, hari ini dan beberapa hari kedepan aku mau kita bermain sepuasnya. Jalan-jalan sepuasnya, sampai kita tidak sanggup lagi. Aku yang teraktir.”

“Ha?” Kyu Hyun bingung.

“Untuk hari ini…,” Jang Mi berpikir sejenak. “Aku mau makan sepuasnya! Kita ke Hongdae, trus ke Myondeong, trus ke…?”

“Siap Kim Agasshi. Aku sebenarnya tidak mengerti apa yang terjadi padamu. Tetapi, kajja!”

Kyu Hyun dan Jang Mi menghabiskan waktu bersama hari ini. Senang, bahagia, semuanya bercampur aduk. Tetapi Jang Mi mempunyai sesuatu yang mengganjal di hati. Haruskah dia mengatakannya sekarang pada Kyu Hyun? Jang Mi tidak memiliki keberanian. Dia takut Kyu Hyun akan kecewa padanya. Jang Mi akan membiarkan kesenangan yang ada hari ini mengalir lancar tanpa hambatan.

-APfY-

Pagi-pagi sekali Jang Mi sudah rapi.  Dia berdandan dengan baju terbaik dan ternyamannya. Hari ini, hari ke-2 rencana jalan-jalannya dengan Kyu Hyun. Diaa harus  memberikan kesan yang menyenangkan kepada Kyu Hyun sebelum dia pergi.

Eomma… aku berangkat!”

Ne… hati-hati!” pesan ibunya lembut.

Algesseyeo  Eomma,” Jang Mi berlari kecil keluar rumah. “Annyeong Oppa!”

Hee Chul sedang menyiram bunga. “Mau kemana saeng-ku?”

“Mau ke kampus!” jawab Jang Mi santai.

Mwo? Bukannya kamu sudah bukan mahasiswi di sana lagi?”

“Memangnya tidak boleh? Aku mau ketemu Kyu Hyun.”

“Oh… sudah kasih tahu Kyu?” Hee Chul menyelidiki.

Jang Mi mencoba berbohong. “Sudah… sudah kemarin.”

“Jangan bohong! Oppa tahu kamu sedang bohong,”

Jang Mi segera menghentikan kebiasaan yang ketika berbohong akan memainkan kukunya. “Ania Oppa!”

Jinja?”

Ne… sudah Oppa, aku pergi dulu…annyeong.

-APfY-

Yoboseyeo!” Jang Mi menelepon Kyu Hyun.

Ne… Jang Mi, mianhae.” Jawab Kyu  Hyun

Nde?”

“Hari ini dan 3 hari ke depan aku tidak bisa menemanimu jalan-jalan. Aku ditunjuk dosen sebagai panitia untuk acara minggu depan di kampus. Mianhaejongmal mianhae

Neara! Aku bisa jalan-jalan sendiri kok,” Jang Mi mencoba untuk terdengar tidak kecewa

“ Oh ya… hari sabtu besok aku mungkin bisa! Bagaimana?”

“Emm… aku kabari besok  saja! Eh… sudah dulu, dosenku datang.” Jang Mi menutup telepon.

Jang Mi melihat ke kejauhan. Dia melihat Kyu Hyun memasukkan ponselnya ke saku celana. Kyu Hyun terlihat sibuk dengan berbagai selebaran yang dia bawa. Seorang gadis datang menghampiri Kyu Hyun. Mereka terlihat begitu akrab. Gadis itu juga sangat cantik, Kyu Hyun tersenyum pada gadis itu.

“Yak… Jang Mi-ya, kamu kenapa?” Jang Mi berbicara kepada dirinya sendiri. “Kenapa jantungku sering berdetak tidak menentu sekarang? Apa aku sakit jantung? babho…,” ia memukul kepalanya sendiri. “Aduh…sakit!”Akhirnya Jang Mi memilih pergi dan pulang ke rumah.

-APfY-

Sabtu siang Kyu Hyun sudah siap sedia di depan rumah  Jang Mi. Rumah itu terlihat sepi. Biasanya ada Hee Chul yang bermalas-malasan di beranda rumah atau ibunya yang sibuk dengan taman bunganya. Tetapi sekarang tidak ada satu orang pun. Dari tadi dia mencoba menelepon Jang Mi, tetapi tidak bisa tersambung. Akhirnya dia memutuskan menjemputnya langsung ke rumah. Kyu Hyun memencet bel rumah beberapa kali.

“Kenapa tidak ada orang?” Seseorang membuka pintu. “Jang Mi-ya!” Kyu Hyun kecewa karena itu bukan Jang Mi.

“Tuan muda Kyu Hyun?”

“Oh… Ahjumma! Jang Mi mana?”

Agasshi dan yang lain sedang ke Busan.”

“Mengunjungi nenek dan kakeknya?” tebak  Kyu Hyun.

Ne…,” pembantu keluarga Kim menjawab dengan hormat.

“Kapan kembali?”

“Tidak tahu!”

“Baiklah Ahjumma… aku pulang saj,.” Kyu Hyun melangkah pulang.

-APfY-

Jang Mi memasukkan barang-barang ke dalam tas dan kotak-kotak besar berwarna coklat. Besok dia akan meninggalkan Seoul dan mungkin tidak akan kembali. Kalau pun kembali, entah kapan. Dia melihat kamarnya sekeliling, semuanya begitu penuh dengan kenangan.

Saeng-ku… sudah selesai berkemas?” Hee Chul masuk ke kamar.

Oppa… bisakah aku tidak ikut? Bolehkah aku tinggal saja disini?”

“Itu tidak mungkin chagi. Abojhi dan Eomma tidak akan mengizinkan kamu tinggal sendiri di sini.”

“Kalau begitu Oppa tinggal denganku. Aku mohon Oppa!” Jang Mi merengek.

“Tidak mungkin. Abojhi pernah bilang ‘kan? Abojhi tidak akan membiarkan kita tinggal sendiri sebelum kita bekerja. Oppa belum bekerja ‘kan?”

Jang Mi menangis. “Oppa jebal… aku tidak mau pergi dari sini. Aku mau di sini. Oppa cari kerja sana… biar aku bisa tinggal disini”.

Uljima… apa ini karena Kyu?”

Mollayoe!”

“Kamu menyukai Kyu?”

Jang Mi geleng-geleng kepala., “Mollayoe…hanya  saja aku sering merasa aneh jika bersamanya belakangan ini. Apa itu namanya aku suka padanya? Tidak mungkin ‘kan? Dia sahabatku.”

“Adik kesayanganku ini memang masih labil. Sudahlah…Oppa janji kita akan kembali lagi ke sini.. tapi untuk sekarang dengarkan apa kata Oppa,” Hee Chul mengusap air mata Jang Mi.

Jinja Oppa? Oppa janji kita akan kembali lagi  ke sini? Dan tinggal di sini lagi?”

Ne…,” Hee Chul tersenyum

“Sesegera mungkin?”

Hee Chul hanya bisa membalas dengan senyuman.

-APfY-

Mianhae tunggu… Sung Min-ssi” Kyu Hyun berlari ke arah Sung Min.

“Ah.. Kyu Hyun-ssi! Ada apa?”

“Sudah beberapa hari ini aku tidak melihat Jang Mi. Dia juga tidak dapat di hubungi, apa kamu tahu sesuatu?”

Sung Min  tertawa kecil, “ Bukannya kamu sahabatnya? Kenapa bisa tidak tahu? Apa lagi aku.”

“Aku sibuk belakangan ini! Kamu tahu sesuatu?”

“Aku juga sudah lama tidak bertemu dengannya. Tapi tadi waktu di prodi, aku tidak sengaja melihat file mahasiswa transfer. Aku melihat nama Jang Mi di situ.”

“ Kim Jang Mi?”

Ne… Kim Jang Mi! Dia sudah pindah ke China.”

Mwo?” Kyu Hyun berlari begitu saja meninggalkan Sung Min

-APfY-

Kyu Hyun segera menuju rumah Jang Mi. Tetapi sayang, dia hanya bertemu pembantu keluarga Kim. Dia mengatakan kalau tuan Kim sekeluarga sudah berangkat ke bandara. Hari ini mereka akan pergi ke China. Kyu Hyun panik seketika.

Satu pertanyaan yang mengganjal pikiran Kyu Hyun, kenapa Jang Mi tidak memberi tahunya dan pergu begitu saja? Kyu Hyun melaju kencang di jalanan dengan motornya. Dia harus sampai secepatnya di bandara.

-APfY-

Jang Mi duduk sendiri di ruang tunggu bandara. Ayah dan ibunya sedang sibuk mengurus tiket dan passport. Sedangkan Hee Chul mencari makanan ringan sembari menunggu pesawat. Jang Mi menggenggam ponselnya erat, ponselnya dalam keadaan tidak aktif. Dia sengaja tidak mengaktifkannya sejak di Busan beberapa hari yang lalu.

Dia sangat yakin Kyu Hyun sedang berusaha mencarinya sekarang. Dia yakin Kyu Hyun sedang kesal karena dia mengingkari janji mereka. Kyu Hyun pasti sangat membencinya sekarang. Dia mengengam ponselnya semakin erat. Dadanya terasa sesak, airmata sudah siap untuk mengalir.

Hee Chul mengambil ponsel Jang Mi dan mengaktifkannya. Jang Mi hanya bengong. “Telepon Kyu sekarang. Ini!” Hee Chul menyodorkan ponsel hitam Jang Mi.

“Tetapi Oppa?”

“Telepon cepat!”

Ragu-ragu Jang Mi mengambil ponselnya dan hendak menelepon Kyu Hyun, tetapi ponselnya berdering terlebih dahulu. Kyu Hyun meneleponnya. “Yeobosyeo,” jawabnya dengan suara gemetar.

“Jang Mi-ya… kamu di mana? Kenapa tidak menceritakan semuanya padaku?” Kyu Hyun mondar mandir di lobi bandara. Dia tidak di izinkan masuk ke ruang tunggu.

Mianhae… aku di ruang tunggu bandara. Mianhae,” tangis Jang Mi pecah.

Uljimagwaenchanha! Jebal uljima.”

Ne…,” Jang Mi mencoba tenang. “Aku pindah ke China hari ini. Mungkin aku tidak akan kembali. Mianhae, aku melanggar janji.”

Gwaenchana, maukah kau mendengar kata-kataku sampai selesai dan jangan memotongnya?”

Ne… aku janji!”

“Jang Mi-ya kajja…”, Hee Chul memanggil, karena sudah saatnya masuk ke dalam pesawat.

“Tunggu sebentar,Oppa.

Abojhi, Eomma…  aku masuk belakangan dengan Jang Mi.”

Nepalli, eoh?” kata ayah mereka.

Gomawo Oppa…,” Jang Mi mencoba tersenyum.

Ne…cepatlah!”

Mianhae terpotong…apa Kyu Hyun-ah?”

Kyu Hyun menarik napas panjang.“Jang Mi-yasaranghae. Aku menyukaimu, sangat menyukaimu. Aku telah menyimpan perasaan ini sejak kita pertama bertemu dulu. Aku tidak pernah punya keberanian untuk mengatakannya padamu. Dan aku sempat berniat untuk tidak akan mengatakannya. Apalagi kamu telah menganggap aku sebagai sahabat baikmu. Aku tidak berharap kamu mau menerima cintaku. Aku sudah cukup senang melihat kamu tetap tertawa, jadi jangan pernah menangis. Sebenarnya, Aku juga sudah terlebih dahulu melanggar janji kita. Aku sudah merusak persahabatan kita dengan mencintaimu.  Aku sudah mencoba untuk mengubur perasaan ini dalam-dalam.  Tapi mianhae, aku tidak bisa. Jeongmal mianhae… aku rasa aku tidak memiliki kesempatan dilain waktu. Oleh sebab itu aku mengatakan ini sekarang. Jeongmal mianhae… Jang Mi-ya,” Kyu Hyun mengakhiri pengakuannya.

Jang Mi hanya terdiam. Dia tidak menyangka Kyu Hyun akan mengatakan itu semua. “Kajja Jang Mi-ya,” Hee Chul menuntunnya pelan memasuki pesawat.

“Sebentar lagi Oppa!” Kata Jang Mi ke Hee Chul. “Kyu Hyun-ah… kamu tidak salah, aku hanya belum bisa mengerti semua. Aku belum bisa mengerti perasaanmu. Tetapi aku akan kembali, dan  ketika aku kembali dan aku mungkin mengerti semuanya. Aku akan memberikan jawabannya. Aku berjanji.”

Ne…,” Kyu Hyun lega Jang Mi tidak marah. “Aku janji akan menunggu sampai kamu kembali. Aku  janji tidak akan mengungkit ini lagi sampai kamu kembali ke sini. Aku janji menunggumu di sini. “

Annyeong Kyu Hyun-ah!” Jang Mi kembali menangis.

Annyeonguljimaseyoe, jebal,” sambungan telepon terputus.

-APfY-

Satu setengah tahun kemudian…

Jang Mi sedang sibuk di depan laptopnya. Sudah merupakan kewajiban baginya untuk menceritakan semua kegiatannya kepada Kyu Hyun via e-mail. Namun sudah 2 minggu ini dia tidak sempat membalas maupun mengirimi Kyu  Hyun cerita-cerita serunya. Malam ini dia sudah berniat untuk bercerita panjang lebar kepada Kyu Hyun kisahnya beberapa hari ini. Jang Mi  mengecek e-mail masuknya.

Ada yang aneh, Kyu Hyun biasanya selalu membalas dan memberi tanggapan e-mailnya. Dia juga selalu megiriminya e-mail yang berisi kegiatan Kyu Hyu hari itu. Tetapi sekarang tidak ada sama sekali. Kiriman terakhir Kyu Hyun tertanggal 1 bulan yang lalu. Apakah Kyu Hyun sangat sibuk sehingga tidak sempat mengiriminya e-mail? Ponsel Jang Mi berbunyi. Tertera nomor wilayah Korea di situ.

Yeboseyeo?”

“Jang Mi-ya?” kata orang di seberang.

Oppa? Kenapa menelepon dengan nomor telepon Korea?”

Oppa sedang di Korea. Ada urusan bisnis di sini.”

“Jadi Oppa berbohong padaku kemarin? Katanya hanya keluar kota?” Jang Mi marah.

MianhaeEomma melarangku untuk memberitahukanmu. Bisa-bisa kamu mau ikut dan tidak ikut ujian!”

Oppa… jahat,” Jang Mi kesal bukan main.

Mianhae… dengarkan aku dulu sebentar,” Hee Chul berubah serius.

“Ada apa?” Jang Mi penasaran.

“Kyu Hyun mengalami kecelakaan 1 bulan yang lalu…”

Jang Mi kaget setengah mati. Dadanya sesak luar biasa. “Oppa ini tidak lucu,” dia mencoba menghibur diri

Oppa serius… tetapi dia baik-baik saja sekarang. Tidak ada masalah yang berarti.”

Oppa tidak bercanda?  Kyu Hyun benar- benar mengalami kecelakanan? Aku harus ke Seoul!” Jang Mi menahan tangisnya.

NeOppa sudah memberi tahu Abojhi dan Eomma! Kamu boleh ke sini… besok kamu sudah bisa berangkat.”

-APfY-

Jang Mi tidak sabar menunggu tas pakaiannya. Dia tidak henti-hentinya melihat ke arah jam tangannya. Waktu berjalan terasa begitu lambat baginya saat ini. Hee Chul sudah menunggunya di luar. Setelah sampai di Seoul dia berencana akan langsung ke rumah Kyu Hyun.

Tidak banyak yang berubah dengan Seoul. Seoul tetap indah di malam hari, bahkan lebih indah. Sepanjang perjalanan ke rumah Jang Mi tidak berbicara sama sekali. Tidak secerewet dia yang biasanya.  Sesekali Hee Chul menanyakannya sesuatu untuk memecah keheningan.

Oppa… antar aku langsung ke rumah Kyu Hyun, eoh?”

“Perlu Oppa temani?” Hee Chul terdengar kaku.

AniaOppa istirahat saja! Oppa terihat lelah,” Jang Mi tersenyum hangat. “Gwaenchanha Oppa.. Oppa bilang Kyu Hyun baik-baik saja. Aku hanya ingin melihatnya saja biar aku bisa tenang.”

Ara… kamu bisa pulang sendiri?”

Ne…,” Jang Mi tampak ceria kembali. Dia sadar bahwa sikapnya sebelumnya membuat Hee Chul khawatir.

“Bawa ponselmu dan hubungi Oppa!”

“Oke Oppa!” Jang Mi turun dari mobil. “Annyeong!”

Jang Mi menghela napas panjang sebelum memasuki  halaman kediaman keluarga Cho, rumah Kyu Hyun. Ada rasa tegang dan khawatir yang menghalanginya memencet bel. Tiba-tiba seorang pemuda membuka pintu rumah. Pemuda itu melihat ke arah Jang Mi. Jang Mi sama sekali tidak mengenal sosok pemuda itu karena separuh wajahnya ditutupi syal tebal. Sekilas Jang Mi seperti mengenal pemuda itu, tetapi pemuda itu tidak mengenalnya. Pemuda itu berlalu begitu saja. Jang Mi akhirnya menekan bel.

Nuguseyeo?” Tanya ibu Kyu Hyun.

Ommonim… Kim Jang Mi imnida, Jang Mi.”

“Jang Mi-ya,” ibu Kyu Hyun membuka pintu. “Lama tidak bertemu!”  ibu Kyu Hyun memeluk Jang Mi erat. “Kamu sudah menjadi yeoja yang sangat cantik sekarang.”

Ne Ommonim…,” Jang Mi celingukan. “Ahjusshi dan Kyu Hyun di mana?”

“Kyu Hyun appa masih di kantor. Kalau Kyu Hyun baru saja keluar.”

“Pemuda yang tadi? Itu Kyu Hyun? Kenapa ia tidak mengenaliku?” Jang Mi bingung. “Syukurlah dia baik-baik saja”

“Soal itu Jang Mi-ya, mianhae Ommonmi tidak mengabarimu. Ommonim tidak tahu harus menghubungimu ke mana. Kamu tahu  kan Kyu Hyun yang menyimpan semua tentang kamu.”

“Ah… Gwaenchana Ommonim. Kyu Hyun baik-baik saja aku sudah lega,” Jang Mi tersenyum.

“Mari duduk… Ommonim ingin berbicara padamu.”

Ne Ommonim…”

Appa dan Eomma-mu baik-baik saja’ kan?”

Ne…mereka berdua sehat. Walaupun Appa sangat sibuk sekarang.”

“Jang Mi-ya… ada hal penting yang harus Ommonim sampaikan padamu.”

Mwoya?”

“Kyu Hyun memang terlihat baik-baik saja sekarang, tetapi sebenarnya dia mengalami amnesia medium akibat kecelakaan itu.”

Morago? Aku tidak salah dengar ‘kan Ommonim?”

Ania… dia tidak mengingat sama sekali tentang beberapa hal. Dia juga tidak ingat denganku dan appa-nya. Kami dengan susah payah menjelaskan semuanya padanya. Sekarang ida sedang dalam tahap penyembuhan. Dia masih belum ingat semuanya. Mungkin juga dia tidak ingat padamu.”

Jang Mi terkejut. Apakah itu sebabnya Kyu Hyun tidak mengenalnya tadi? “Apa itu bisa disembuhkan Ommonim?”

“Kata dokter, itu masih bisa disembuhkan. Dia hanya harus rajin terapi. Dia juga membutuhkan bantuan orang sekitarnya untuk membantunya mengingat semuanya. Ommonim harap selama kamu di sini, kamu bisa membantu. Kamu tahu sendiri, Kyu Hyun sangat dekat denganmu.”

NeOmmonim. Kalau aku boleh bertanya, kapan kecelakaan itu terjadi?”

“Sekitar bulan agustus kemarin… waktu itu dia pamit kepada Ommonim untuk keluar membeli sesuatu.”

“Membeli sesuatu?”

Ne…. Katanya barang itu sangat special dan limited edition, jadi dia harus segera mengambilnya. Hanya itu yang Ommonim tahu.”

Jang Mi berpamitan pulang kepada ibu Kyu Hyun. Dia mencoba berjalan dengan tegar. Dia tidak mau ibu Kyu Hyun melihatnya bersedih.  Jang Mi telah keluar dari halaman kediaman keluarga Cho. Langkahnya kini berat, terseok-seok. Jang Mi berjalan gontai menuju halte bis. Dari kejauhan dia melihat Kyu Hyun bersama seorang gadis. Jang Mi mencoba mendekat, dia mungkin bisa mangetahui apa yang mereka katakan.

“Song Kyung-ah… aku menyukaimu,” Kyu Hyun berbicara dengan serius.

Jinja Oppa?Emm…”

Neotthe?”

“Aku tidak tahu Oppa,” gadis itu malu-malu

“Kamu tidak menyukaiku?” Kyu Hyun berpura-pura sedih.

Ania Oppa… aku juga menyukai Oppa.

“Hehe… Song Kyung-ah! Noemu kyuptae,” Kyu Hyun merentangkan tangannya hendak memeluk gadis itu.

“Kyu Hyun-ah!” Jang Mi segera menghalangi. “Annyeong…”

Kyu Hyun kesal karena kehilangan kesempatan emas,“Siapa kamu?”

“Dia siapa Oppa?” gadis yang di panggil Song Kyung itu juga merasa terusik.

Annyeong… Kim Jang Mi imnida!” Jang Mi mengulurkan tangannya.

Ne… Oh Song Kyung imnida,” Song Kyung membalas.

“Hey… Jang Mi-ssi, apa aku mengenalmu?”

“Kamu tidak ingat aku?” Jang Mi terlalu berharap lebih. “Aku Jang Mi, sahabatmu! Tidak ingat sama sekali?”

Ania…,” Kyu Hyun mencoba mengingat. “Kamu sahabatku?”

Ne… kita bersahabat sudah lebih dari 6 tahun! Tidak ingat?”

Ania… Jang Mi-ssi, aku akan mencoba untuk mengingatmu. Tetapi untuk sekarang aku ada urusan,” Kyu Hyun menggandengan tangan Song Kyung. “Kajja… Song Kyung-ah!

Ne Oppa…,” Song Kyung menurut begitu saja. “Jang Mi-ssi… sampai ketemu lagi,” dia berteriak kecil kepada Jang Mi.

Jang Mi melambaikan tangannya. Dia hanya bisa menghela napas melihat Kyu Hyun pergi dengan Song Kyung. Kyu Hyun sungguh-sungguh tidak mengingatnya, atau bisa dikatakan tidak menenalnya sama sekali. Jang Mi berusaha tegar, Cho Kyu Hyun-nya yang dulu pasti akan kembali.

-APfY-

Jang Mi dan ibu Kyu Hyun sedang memasak di dapur. Mereka terlihat begitu antusia.  Apa lagi Jang Mi membawa beberapa resep masakan China.

“Jang Mi-ah…kamu pintar sekali memasak sekarang. Padahal dulu kamu selalu menolak jika Ommonim mengajakmu memasak.”

“Aku tidak menolak Ommonim. Itu ‘kan Kyu Hyun yang punya alasan, padahal aku mau sekali.”

“Hahahha… benar begitu?”

“Aku  yakin itu karena dia tidak mau Ommonim dan Ahjussi memakan masakanku yang tidak enak, bisa sakit perut nanti,” Jang Mi tertawa kecil.

Ibu Kyu Hyun tidak mau kalah. “Hahaha… Kyu Hyun memang begitu.”

“Aku kenapa Eomma?” Kyu Hyun yang baru bangun tidur langsung menuju dapur.

“ Yak.. Kyu Hyun-ah, mandi sana! Bau!!!” Jang Mi menutup hidungnya.

“Bau? Enak saja…,” Kyu Hyun mulai usil. “Coba saja cium, bau tidak?”

Shiroe…,” Jang Mi menutup seluruh wajahnya dengan tangan.

“Hey… kalian berdua ini, selalu begitu. Kita sedang buat makanan, jangan bermain di sini!”

Kyu Hyun baru sadar sesuatu. “ Hey… siapa namamu tadi?”

“Jang Mi, Kim Jang Mi? Kamu tidak ingat?”

“Sedang apa kamu di sini pagi-pagi?” Kyu Hyun jutek.

“Membantu Ommonim memasak, aku memang selalu ke sini ‘kan?”

“Kyu Hyun-ah… ini Jang Mi, sahabatmu. Kamu tidak ingat? Terus tdi candaan kalian setiap hari ‘kan?”

Mwo? Aku selalu melakukan hal tadi kepadanya? Eomma jangan mengada-ada,” Kyu Hyun tidak percaya.

“Kyu Hyun-ah, kamu benar-benar tidak ingat?”

Kyu Hyun mencoba mengelak,“Aku rasa tadi aku hanya refleks. Sudahlah, aku mau mandi.” Dia pergi begitu  saja.

“Kyu Hyun-ah!” Ibu Kyu Hyun memanggil

-APfY-

“Kenapa kamu mengikuti aku terus?” Kyu Hyun kesal karena Jang Mi mengikutinya terus.

“Aku tidak mengikuti… aku mau kesana!” Jang Mi segera berjalan mendahului Kyu Hyun.

Mereka berdua tiba di sebuah café ice cream. Café itu adalah tempat favorite mereka dulu.

AnnyeongEonnie, ice cream coklat almold-nya 2,” Jang Mi memesan ice cream.

Kyu Hyun tertawa mengejek,“Banyak sekali pesan ice cream-nya? Kamu semua yang makan?”

Ania… untuk kamu satu! Ice cream favorite kita coklat almond ‘kan?”

Mwo?” Kyu Hyun berusaha acuh tak acuh. “Aku tidak suka coklat almond! Minggir… aku mau pesan.”

Jang Mi hampir jatuh didorong Kyu Hyun,“Kyu Hyun-ah?”

Wae?” Kyu Hyun sama sekali tidak menoleh, “Ice cream blueberry coklat satu.”

“Kyu Hyun-ah… kamu alergi blueberry! Jangan pesan itu.”

“Minggir…,” Kyu Hyun menuju tempat duduknya dengan ice cream pesanannya. “Jangan mengikutiku lagi.”

Jang Mi harap-harap cemas melihat Kyu Hyun. Dia hanya bisa memantaunya dari  meja seberang. Sampai saat ini dia belum menyentuh blueberry coklatnya. Dia masih asyik dengan bukunya. Jang Mi masih bisa tenang, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. Kyu Hyun memang keras kepala,  namun dulu dia selalu mau mengalah dengannya. Dengan buku ditangannya itu berarti Kyu Hyun sedang menunggu seseorang.

Oppa…,” Song Kyung menuju tempat duduk Kyu Hyun. “Oppa sudah lama menunggu?”

Ania…,” Kyu Hyun menutup bukunya.

“Baguslah…,” Song Kyung melihat ke atas meja. “Oppa… kenapa Oppa tidak memesan coklat almond? Bukannya itu favorite Oppa?”

“Oh…ini ice cream-mu, kamu lebih suka ice cream-nya sedikit mencairkan?”

Negomawo Oppa!” Song Kyung terlihat senang. “Aku sampai kaget melihat Oppa memesan ice cream blueberry coklat, Oppa ‘kan alergi.”

Jang Mi kaget mendengar percakapan mereka. Ternyata tubuh Kyu Hyun secara tidak sadar masih melakukan kebiasaannya dahulu. Jang Mi merasa ada kesempatan besar untuk mengembalikan ingatan Kyu Hyun.

-APfY-

Kyu Hyun sedang sibuk membantu ibunya menanam bunga siang ini. Dia tidak ada janji dengan Song Kyung. Song Kyung membatalkan janjinya kemarin karena ada kuliah tambahan.  Dia juga memang sudah berjanji akan membantu ibunya untuk merapikan taman.

“Kyu Hyun-ah…,” Jang Mi berlari kecil sambil melompat-lompat. “Kamu sedang sibuk merapikan taman? Aku bantu, eoh?”

“Tidak perlu!” Kyu Hyun melihat sekitar, apakah ibunya ada atau tidak. “Buat apa kamu ke sini? Tidak ada kerjaan lain??”

Ne…tidak ada.”

“Tidak kuliah?”

Jang Mi geleng-geleng kepala. “Aku tidak kuliah di sini.”

Weo?” Kyu Hyun mulai penasaran.

“Aku memang tidak tinggal di sini lagi. Aku tinggal di China sekarang. Kamu lupa?” Jang Mi menggoda Kyu Hyun.

“Oh… kamu tinggal di China. Baguslah… jadi sebentar lagi kamu akan pergi?”

“Sepertinya begitu… tapi aku harap bisa tinggal.”

Kyu Hyun kembali sibuk memindahkan tanaman ke pot yang lebih besar. “Jang Mi-ssi! Apa kamu menyukaiku?”

Nde?” Jang Mi kaget dengan pertanyaan Kyu Hyun.

“Kamu menyukaiku kan? Kamu pura-pura mengaku menjadi sahabatku, supaya kamu bisa dekat denganku? Jang Mi-ssi… tidak mungkin seseorang yang telah saling kenal 6 tahun lebih tidak akan jatuh cinta satu sama lain. Cerita persahabatan yang kamu ceritakan itu sangat jelas kebohongnya. Aku minta sekarang kamu jujur, apa hubunganmu denganku dulu? Kenapa kamu begitu ingin ingatan aku kembali?”

“Kyu Hyun-ah,” Jang Mi tidak tahu harus berkata apa.

“Aku tahu… jangan-jangan kamu adalah salah satu yoeja yang aku tolak. Terus sekarang kamu mau memodifikasi ingatanku, seolah-olah  aku mencintaimu dulu? Begitu?”

“Diam… Kyu Hyun-ah, aku bukan orang seperti itu. Kenapa kamu tidak bisa mengingat sedikit tentang aku? Apa kamu memang sengaja tidak mau? Apa karena aku tidak secepatnya menepati janjiku padamu?”

“Janji? Janji apa?” Kyu Hyun tersenyum licik. “Apa lagi ini? Janji? Jang Mi-ssi…. Lebih baik kamu kembali ke China. Tidak ada gunanya kamu di sini. Aku sudah cukup senang dengan kehidupanku sekarang. Satu hal, jangan pernah mengikat janji pada seseorang. Itu pelajaran yang bagus.”

Jang Mi hanya bisa menahan tangisnya. Dia tidak mau terlihat menangis di depan Kyu Hyun. Dia sudah berjanji tidak akan menangis.

-APfY-

Jang Mi tetap tidak menyerah. Dia terus saja datang ke rumah Kyu Hyun. Mengikuti kemanapun Kyu Hyun pergi. Namun dia tetap menerima celaan dari Kyu Hyun. Dia juga harus sanggup melihat Kyu Hyun dengn Song Kyung, sepertinya mereka berdua memiliki hubungan khusus.

“Kamu tidak bosan mengikuti aku kemanapun?” Kyu Hyun sudah naik pitam sekarang.

Ania…,” Jang Mi menjawab cuek.

“Mau kamu apa, eoh? Sana kembali ke China!”

“Aku hanya mau ingatanmu kembali.”

Kyu Hyun memegang kedua lengan Jang Mi erat, “Ingatan aku kembali? Ingatan aku sudah kembali semuanya. Aku tidak mengingatmu, karena memang kamu tidak pernah berada di dalam ingatanku.” Dia mendorong Jang Mi hingga terjatuh.

“Aduh…,” Jang Mi mengaduh. Siku tangannya tergores dan terluka.

“Jang Mi-ah,”membantu Jae  Na bangun. “Gwaenchanayeo?”

“Ryeo wook-ah…,” Jang Mi sedikit kaget.

Ryeowook adalah teman Jang Mi semasa sekolah menengah atas dulu. Dia dan Kyu Hyun cukup dekat dan akrab dengannya.

NeAnnyeong! Lama tidak bertemu… itu Kyu Hyun ‘kan?”

Jang Mi melihat ke arah Kyu Hyun yang hendak  masuk ke gerbang rumahnya. “Ne…”

“Aku dengar dia mengalami amnesia sekarang. Aku baru sempat ke sini lagi setelah menjenguknya di rumah sakit,” sembari membantu Jang Mi berdiri.

Ne…d ia sama sekali tidak mengenalku,” Jang Mi menunduk lemas.

“Sabarlah! Dia pasti akan mengingatmu, hanya butuh waktu saja.” Ryeowook mencoba menenangkan.

“Ada perlu apa kamu dengan Kyu Hyun. Tumben sekali, biasanya kamu sangat sibuk mengurus perusahaan-perusahaanmu.”

“Aku baru ingat menyimpan barang milik Kyu Hyun. Sebelum dia kecelakaan kemarin, dia sempat meminta bantuanku untuk mendapatkan benda ini.”

“Begitu? Baiklah…kamu temui Kyu Hyun saja. Aku pulang dulu.”

“Tidak ikut bersamaku?” Ryeo wook menawari.

Ania… Kyu Hyun sedang marah padaku! Bye Ryeo wook-ah.

Ne.

-APfY-

“Kamu mau kemana lagi?” Hee Chul memergoki Jang Mi yang hendak keluar pagi-pagi sekali.

Oppamorning!” Jang Mi nyengir kuda.

“Mau ke Kyu Hyun lagi? Sudahlah Jang Mi, kamu tidak perlu berusaha keras. Suatu saat Kyu akan ingat kembali.”

Arayoe Oppa! Hanya saja aku belum tentu bisa bertemu dengannya lagi nanti.”

Oppa sudah janji padamu, kita akan tinggal disini lagi,” Hee Chul tersenyum.

“Maksud Oppa?” Jang Mi harap-harap cemas.

Oppa ditempatkan di salah satu cabang perusahaan di Korea. Jadi, kamu bisa tinggal dengan Oppa di sini. Tetapi sebelumnya, kamu harus kembali ke China mengurus kepindahanmu.”

“Aku tidak salah dengar ‘kan Oppa?” Jang Mi loncat kegirangan.

Ne… lebih cepat lebih baik. Lusa kamu kembali saja ke China. Urus semuanya, dan kembali lagi ke sini.”

“Lalu Appa dan Eomma?”

Abojhi akan menghabiskan masa kontraknya dulu. Kira-kira 2 tahun lagi. Baru mereka akan menyusul., Jang Mi memeluk Hee Chul hangat. “GomawoOppa!”

Ne… apa yang tidak buat saeng-ku tersayang!”

Oppa… aku harus memberitahukannya pada Ommonim.”

Ne.

-APfY-

Setelah memberi tahu ibu dan ayah Kyu Hyun tetang dia yang akan menetap lagi di Korea, Jang Mi segera berlari menuju taman kota yang tidak jauh dari rumah Kyu Hyun untuk menyusul Kyu Hyun. Dia tidak yakin kalau Kyu Hyun akan senang apa tidak dengan dia akhirnya menetap di Korea lagi.

Jang Mi susah payah mencari sosok Kyu Hyun di antara orang-orang yang sedang ber-jogging atau perpiknik di pagi yang hangat ini. Jang Mi menemukan Kyu Hyun sedang duduk sendiri di bangku taman.

“Kyu Hyun-ah…,” Jang Mi menghampiri Kyu Hyun.

“Jang Mi-ssi? Sedang apa kamu di sini?” terlihat jelas kalau tadi Kyu Hyun sedang melamun.

“Mencarimu… ada yang ingin aku bicarakan.”

“Apa?” Kyu Hyun berubah lebih tenang sekarang

Jang Mi sedikit heran dengan perubahan sifat Kyu Hyun. “Emm… lusa aku akan kembali ke China. Aku harap, selama beberapa hari sebelumnya aku cukup membantu dalam mengembalikan ingatanmu. Mungkin aku tidak akan kembali dalam waktu dekat. Jadi rajinlah terapi, semoga ketika aku kembali kamu bisa mengingatku walau cuma sedikit. Gomawomianhae aku merepotkanmu!” Jang Mi memilih segera pergi sebelum Kyu Hyun marah.

Tanpa diduga Kyu Hyun menghalangi Jang Mi pergi. “Jebal… jangan pergi lagi.”

Mwo?” Jang Mi menatap Kyu Hyun. “ Kyu Hyun-ah?”

Jebal… tinggallah d isini lebih lama.” Kyu Hyun memeluk Jang Mi erat

“Kyu Hyun-ah… Kamu?” Jang Mi masih bingung.

Mianhae… aku tidak mengenalmu. Aku membuatmu kesal belakangan ini. Mianhaejeongmal mianhae, aku melupakan semua tentang dirimu; terutaman janjiku.”

“Kyu Hyun-ah…kamu sudah ingat?”

Kyu Hyun melepas pelukannya, “Ne… aku ingat semuanya karena ini.” Kyu Hyun mengeluarkan kalung dengan bandul berbentuk sayap.

“Wah…yepposeo!” Jang Mi terpesona melihat keindahan kalung itu. “Tetapi bagaimana bisa kalung ini membuat ingatanmu kembali?”

“Karena kalung ini aku persiapkan khusus untukmu!”

“Untuk aku?”

Ne…,” Kyu Hyun terdiam sejenak. “Emm….”

Saranghae!” Jang Mi angkat bicara.

Nde?”

Saranghamnida… aku tidak berharap kamu masih memiliki perasaan yang sama denganku. Pokoknya aku telah menepati janjiku padamu. Inilah yang aku rasakan sejak aku memilihmu sebagai sahabatku”

Morago?” Kyu Hyun mulai usil.

Saranghamnida Cho Kyu Hyun! Puas?”

Ne…,” Kyu Hyun hendak memakaikan kalung itu. “Kalau begitu, kalung ini sah milikmu.”

Jang Mi tersenyum. “Apa maksud tulisan inisial ini?” Jang Mi menemukan sesuatu yang aneh di bagian belakang bandul kalung.

Saranghae…,” Kyu Hyun memegang dagu Jang Mi dan menciumnya.

Jang Mi yang terkejut memejamkan matanya.

Otthe?” Kyu Hyun melepaskan bibirnya dari bibir Jang Mi.

Wae?”

“Kamu benar tidak akan kembali?”

Ania… aku hanya kembali ke China untuk mengurus kepindahanku ke Korea.”

Aigoo,” Kyu Hyun menoyor kepala Jang Mi. “Kamu membuat aku khawatir saja.”

“Yak!!” Jae  Na kesal.

Mianhae” Kyu memeluk Jang Mi erat. “You are my lovely bestfriend, saranghae!”

Saranghae!!!” Jang Mi membenamkan dirinya dalam pelukan Kyu Hyun.

“Jadi sekarang aku namjachingu-mu?”  Kyu Hyun usil lagi.

Ania… kamu adalah namjachingu dan juga sahabatku!”

THE END